Nabi Muhammad SAW adalah nabi terakhir yang menjadi utusan Allah SWT untuk membawa ajaran Islam. Namun, bukan nama beliau yang paling banyak disebut dalam Al-Qur'an.
Di antara 25 nabi, ternyata tidak semuanya disebutkan dalam Al-Qur'an. Ada sejumlah nabi yang kisahnya diabadikan, bahkan ada satu nabi yang namanya paling banyak disebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nabi Musa AS merupakan nabi yang namanya paling banyak disebut dalam Al-Qur'an. Namanya disebut sebanyak 136 kali dalam berbagai surah.
Dilansir dari CNBC Indonesia, berikut urutan nama nabi yang paling banyak disebutkan dalam Al-Qur'an.
1. Nabi Musa AS sebanyak 136 kali
2. Nabi Ibrahim AS sebanyak 69 kali
3. Nabi Yusuf AS sebanyak 58 kali
4. Nabi Isa AS sebanyak 55 kali
5. Nabi Nuh AS sebanyak 43 kali
6. Nabi Luth AS sebanyak 27 kali
7. Nabi Adam AS sebanyak 25 kali
8. Nabi Muhammad SAW sebanyak 25 kali
9. Nabi Sulaiman AS sebanyak 21 kali
10. Nabi Harun AS sebanyak 20 kali
Tentang Nabi Musa AS
Kisah Nabi Musa AS mencakup perjalanan hidup yang panjang, mulai dari masa kecil di lingkungan istana Firaun, menerima wahyu dari Allah SWT, hingga perjuangannya membebaskan Bani Israil dari kekejaman penguasa Mesir.
Mengutip buku Sejarah Peradaban Dunia Timur dan Barat Terlengkap karya Rizem Aizid, dikisahkan bahwa Nabi Musa AS adalah anak Amram bin Kehat bin Lewi, anak Yakub bin Ishak. Ia diangkat menjadi nabi sekitar tahun 1450 SM.
Nabi Musa AS dianugerahi berbagai mukjizat olah Allah SWT, ia juga diberikan kitab Taurat. Sebuah kitab yang disebarkan kepada seluruh umat manusia, terutama bangsa Mesir di bawah kekuasaan Fir'aun yang mengaku dirinya Tuhan.
Al-Qur'an menyebut nama Nabi Musa AS dalam 34 surat dan memberikan informasi catatan sejarah yang sangat banyak. Beberapa surat hanya berisi penyebutan singkat atau detail yang sangat singkat seperti surat Maryam, surat Al-Anbiya, surat Al-Ahzab dan surat Ash-Safaat.
Sementara beberapa surat lain menuliskan penjelasan dan kisah yang lebih panjang. Diantaranya adalah surat Al-Baqarah, surat Yunus, surat Thaha dan surat Ady-Syu'ara.
Salah satu peristiwa paling dikenal yang tercatat dalam Al-Qur'an adalah ketika Nabi Musa AS dan Bani Israil terdesak oleh kejaran Firaun beserta tentaranya hingga tiba di tepi laut. Atas perintah Allah SWT, Nabi Musa memukulkan tongkatnya ke laut hingga terbentang jalan bagi Bani Israil untuk menyeberang.
Peristiwa tersebut diabadikan dalam Al-Qur'an, salah satunya melalui firman Allah SWT dalam Surah Asy-Syu'ara ayat 63.
فَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ أَنِ اضْرِبْ بِعَصَاكَ الْبَحْرَ ۖ فَانْفَلَقَ فَكَانَ كُلُّ فِرْقٍ كَالطَّوْدِ الْعَظِيمِ
Artinya: "Lalu Kami wahyukan kepada Musa, 'Pukullah laut itu dengan tongkatmu.' Maka terbelahlah laut itu, dan setiap belahan seperti gunung yang besar." (QS Asy-Syu'ara: 63).
Mukjizat Nabi Musa AS
Nabi Musa AS juga dikenal dengan gelar Kalimullah, yakni nabi yang diajak berbicara langsung oleh Allah SWT. Hal ini disebutkan dalam Surah An-Nisa ayat 164.
Allah SWT berfirman:
وَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَىٰ تَكْلِيمًا
Artinya: "Dan kepada Musa, Allah berfirman langsung." (QS An-Nisa: 164).
Selain menerima wahyu, Nabi Musa AS dianugerahi sejumlah mukjizat. Di antaranya tongkat yang berubah menjadi ular, tangan yang tampak bercahaya, serta terbelahnya laut atas izin Allah SWT.
Mukjizat tersebut menjadi bukti kekuasaan Allah SWT sekaligus menguatkan Nabi Musa AS dalam menjalankan tugas kenabiannya.
Wallahu a'lam.
