Contoh Amanat Pembina Upacara Hari Santri 2026 yang Menyentuh dan Inspiratif

Contoh Amanat Pembina Upacara Hari Santri 2026 yang Menyentuh dan Inspiratif

Aulia Retno Utami - detikHikmah
Rabu, 21 Okt 2026 16:15 WIB
22 Oktober diperingati sebagai Hari Santri Nasional. Begini potret memperingati Hari Santri Nasional 2024 di berbagai daerah.
Hari Santri Nasional. Foto: ANTARA FOTO
Jakarta -

Setiap tahunnya, Hari Santri diperingati pada tanggal 22 Oktober. Tahun ini, Kementerian Agama (Kemenag) RI memberikan panduan pelaksanaan upacara peringatan Hari Santri 2026 untuk dilaksanakan secara serentak pada hari Kamis, 22 Oktober 2026 pukul 07.00 waktu setempat.

Upacara peringatan tersebut menjadi kesempatan untuk mengenang kembali pengorbanan dan melanjutkan semangat juang para ulama dan santri terdahulu dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Kesempatan ini dapat dilakukan oleh pembina upacara dalam menyampaikan amanatnya. Simak contoh teks amanat pembina upacara Hari Santri 2026 yang menyentuh dan inspiratif dalam uraian berikut ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

5 Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Hari Santri 2026

Berikut contoh teks amanat pembina upacara dalam peringatan Hari Santri 2026 yang menyentuh hati dan inspiratif.

ADVERTISEMENT

Contoh 1

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Salam sejahtera untuk kita semua, yang saya hormati kiai, ustaz/ustazah, bapak/ibu guru yang saya hormati, serta seluruh santri yang saya cintai dan banggakan.

Pertama-tama, marilah kita bersama-sama mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karunia-Nya, kita dapat berkumpul di sini dalam keadaan sehat pada pagi hari ini untuk melaksanakan upacara peringatan Hari Santri 2026.

Pada kesempatan kali ini, saya ingin mengajak semua hadirin untuk sejenak merenungkan jasa para ulama dan santri terdahulu untuk memperjuangkan kemerdekaan dan persatuan bangsa Indonesia. Seperti yang kita ketahui, Hari Santri 2026 diperingati sebagai peringatan nasional sebagai tanda terima kasih dan penghormatan kepada para ulama dan santri pendahulu yang tulus tanpa pamrih berjuang melawan ancaman kehancuran bangsa ini.

Perjuangan santri hari ini memang tidak lagi berhadapan dengan pasukan penjajah bersenjata, namun tantangan zaman membutuhkan modal pertahanan yang tak kalah kuat.

Anak-anakku, para santri, hendaknya kalian memiliki empat modal utama yang harus ditanamkan dalam diri masing-masing.

Modal yang pertama adalah ilmu agama dan kedalaman spiritual yang diiringi dengan sikap berkarakter, produktif, kreatif, adaptif, serta mampu memberikan kontribusi di berbagai bidang. Modal ini bertujuan agar santri tidak mudah diombang-ambingkan fitnah dan kesesatan zaman.

Modal kedua adalah karakter yang kuat, sebagaimana ajaran Nabi Muhammad SAW agar umatnya memiliki akhlak yang mulia. Modal ini digunakan sebagai benteng pertahanan moral di tengah krisis keteladanan yang terjadi.

Modal yang ketiga adalah tradisi yang berakar, mencakup seperti sikap menjaga sanad keilmuan dan rasa hormat kepada guru dan kiai. Santri hendaknya menuntut ilmu dengan kesungguhan hati dan dibarengi dengan upaya mempertahankan tradisi yang membentuk pribadi.

Terakhir, modal yang keempat adalah keberanian untuk berinovasi. Dengan modal-modal tersebut, santri diharapkan tidak hanya menjadi saksi perjalanan bangsa, melainkan turut menjadi penggerak yang menentukan arah Indonesia menuju masa depan yang maju, berdaya saing, dan sejahtera.

Demikian amanat yang dapat saya sampaikan pada peringatan Hari Santri 2026 di pagi hari ini. Atas rida Allah SWT, semoga kita semua dapat meneladani dan melanjutkan semangat perjuangan ulama dan santri para pendahulu kita.

Cukup sekian, terima kasih atas perhatiannya.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Contoh 2

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sejahtera bagi kita semua. Yang saya hormati bapak/ibu guru, kiai, ustaz/ustazah, serta siswa/i yang saya banggakan. Pertama-tama, mari kita ucapkan puja dan puji syukur atas rahmat dan karunia yang Allah SWT curahkan, sehingga kita dapat melaksanakan upacara peringatan Hari Santri 2026 dalam keadaan sehat wal afiat.

Hari ini, Kamis, 22 Oktober 2026, bukan hanya sekadar selebrasi peringatan Hari Santri, melainkan kesempatan untuk merenungkan dan mengirimkan penghormatan setinggi-tingginya atas perjuangan para ulama dan santri pendahulu kita.

Pengorbanan para ulama dan santri dahulu adalah fondasi kokoh yang dapat membuat kita masih bertahan di Tanah Air hingga detik ini. Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita melanjutkan semangat perjuangan tersebut.

Dewasa ini, santri diharapkan menjadi pribadi yang terbuka dan siap berinovasi menghadapi perubahan zaman. Setiap langkah santri ditujukan untuk menjadi cetakan generasi yang beradab dan mampu berdaya saing.

Mari kita tunjukkan bahwa santri tidak hanya pandai membaca kitab kuning, tetapi juga cerdas dan siap menghadapi tantangan perubahan zaman. Para santri di seluruh negeri harus siap menjadi penggerak pembangunan yang membawa negeri ini ke bangsa yang berkeadilan dan sejahtera.

Sebagaimana pengorbanan para ulama dan santri pendahulu kita yang berjuang melawan penjajahan dan segala bentuk ketidakadilan, hari ini dan seterusnya, mari kita melangkah bersama-sama merawat persatuan dan membangun kemandirian bangsa.


Demikian amanat yang dapat saya sampaikan pada kesempatan peringatan Hari Santri 2026 ini, semoga kita semua senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT.

Terima kasih atas perhatiannya.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Contoh 3

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sejahtera bagi kita semua, hadirin yang dimuliakan oleh Allah SWT.

Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga kita masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk berkumpul pada pagi hari yang cerah ini untuk memperingati Hari Santri 2026.

Pada hari ini, Kamis, 22 Oktober 2026 merupakan salah satu hari bersejarah. Kita berdiri di sini untuk memanggil kembali ingatan sejarah. Kita perlu merawat ingatan bahwa bangsa ini merdeka tidak luput pula dari jasa para ulama dan santri.

Anak-anakku sekalian, Hari Santri 2026 mengusung tema "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas." Kalimat ini bukan hanya sekadar kiasan, melainkan bentuk manifestasi bahwa perjuangan belum selesai.

Apabila dulu para ulama dan santri berjuang merebut kemerdekaan Tanah Air, maka hari ini kita melanjutkan semangat perjuangan tersebut. Perjuangan hari ini bukan lagi melawan penjajah, melainkan berjuang untuk menciptakan negara berkeadilan dan sejahtera.

Santri harus memiliki dua pijakan yang harmonis, agama sebagai fondasi moral dan kesadaran bernegara sebagai ruang pengabdian.

Anak-anakku para santri, kalian adalah calon pemimpin, ilmuwan, dan penggerak bangsa Indonesia. Perdalam ilmu agama dan teguhkan pengabdian kepada bangsa dan negara.

Dengan ini, anak-anakku sekalian, para santri siap berkontribusi dalam mewujudkan cita-cita bangsa, menuju Indonesia Emas 2045.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Contoh 4

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Yang saya hormati, kiai, ustaz/ustazah, bapak/ibu guru, serta anak-anakku para santri yang saya cintai dan saya banggakan.

Mari kita bersama-sama mengucapkan syukur atas limpahan rahmat dan karunia Allah SWT, sehingga kita dapat melaksanakan upacara peringatan Hari Santri 2026.

Pagi ini, Kamis, 22 Oktober 2026, mari kita tundukkan kepala dan membuka mata hati kita sejenak.

Peringatan Hari Santri adalah salah satu upaya untuk menjaga dan merawat ingatan tentang jejak darah, keringat, air mata, serta lantunan doa yang tak pernah putus dari para ulama dan santri terdahulu.

Dahulu, ketika bangsa ini dihimpit ancaman penjajah, para ulama dan santri turut maju berjuang membela dan memperjuangkan kemerdekaan negara ini. Mereka berbekal keyakinan utuh bahwa membela negara adalah bagian dari sikap iman.

Anak-anakku sekalian, zaman telah berganti. Musuh kita saat ini bukanlah penjajah, melainkan kebodohan, ketertinggalan, rasa malas, dan keputusasaan.

Perjuangan belum usai. Hari ini, kita mengemban kewajiban untuk menjaga negeri ini agar tidak mengalami kemunduran. Hal ini dapat diwujudkan dengan cara menjadi santri yang berilmu luas, berkarakter, berakhlak mulia, dan tidak gagap menghadapi kemajuan zaman.

Tidak hanya pandai ilmu agama, santri diharapkan mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai skenario tantangan zaman. Dengan ini santri adalah jiwa-jiwa mandiri, jiwa-jiwa yang akan menjadi poros penggerak kemajuan bangsa di masa depan.

Demikian yang dapat saya sampaikan. Mari kita memohon rida Allah SWT agar senantiasa menjadi insan yang beriman, bertawakal, sekaligus cinta terhadap Tanah Air.

Wabillahi taufiq wal hidayah. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Contoh 5

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Puja dan puji syukur kita panjatkan pada kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan karunia-Nya. Pagi ini, hari Kamis, 22 Oktober 2026, kita semua berkumpul untuk melaksanakan upacara peringatan Hari Santri 2026 dengan hati yang berbahagia.

Hari ini, kita berdiri menatap masa depan yang berisi segala tantangan yang bergerak begitu cepat. Untuk menghadapi tantangan zaman, seorang santri harus memiliki dua pegangan utama. Pertama, nilai agama sebagai fondasi moral. Kejujuran hati dan amal kebaikan ditanamkan di dalam diri setiap santri untuk mewujudkan kedamaian dan mencegah perceraian.

Kedua, kesadaran bernegara sebagai ruang pengabdian. Agama Islam tidak mengajarkan umatnya untuk mengurung diri dan bersikap acuh terhadap kondisi bangsa. Sebaliknya, Islam menuntun umatnya agar memiliki semangat juang membela kebenaran.

Anak-anakku para santri, masa depan bangsa ini berada di genggaman tangan kalian. Setiap langkah yang kalian ambil diharapkan berkontribusi dalam upaya perwujudan cita-cita bangsa. Maka hendaknya kalian pergunakan kedalaman ilmu agama dan sikap cinta Tanah Air sebagai bekal menuju perwujudan Indonesia Emas 2045.

Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga kita senantiasa berada dalam perlindungan Allah SWT.

Terima kasih atas perhatiannya.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.



(inf/inf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads