Di era digital, arus informasi bergerak begitu cepat dan mudah diakses. Salah satu ancaman bagi moralitas seorang muslim adalah paparan konten pornografi. Islam mengharamkan pornografi karena dapat mendorong seseorang mendekati perbuatan zina.
Allah SWT melarang hamba-Nya mendekati zina melalui surah Al-Isra' ayat 32 dan memerintahkan umat Islam menjaga pandangan melalui surah An-Nur ayat 30-31. Selain berdampak pada kondisi biologis dan sosial, pornografi juga dapat memengaruhi hati. Lantas, apa dampaknya menurut pandangan ulama?
Dampak Pornografi terhadap Hati
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memadamkan Cahaya Kalbu dan Menghalangi Ilmu
Mata adalah jendela jiwa. Apa pun yang diserap oleh indra penglihatan akan langsung disalurkan ke dalam relung hati. Ketika seseorang melumuri pandangannya dengan tontonan haram, dampak paling fatal adalah meredupnya cahaya iman.
Mengutip buku Kiat Membersihkan Hati dari Kotoran dan Maksiat karya Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, maksiat mata dapat membutakan mata hati, memadamkan cahayanya, menutup jalan ilmu, serta menghalangi datangnya hidayah Allah SWT.
Ibnu Qayyim turut menyampaikan nasihat Imam Malik kepada Imam Asy-Syafi'i saat melihat kecerdasan sang murid, "Tampaknya Allah telah menanamkan cahaya dalam dirimu. Karena itu, jangan kau padamkan dengan maksiat!"
Orang yang terus menuruti syahwat matanya diibaratkan seperti orang buta yang berjalan di tengah malam gelap gulita, melewati lintasan penuh jurang bahaya. Kebinasaan pun mengintainya.
Kegelapan maksiat juga digambarkan dapat menjalar ke seluruh raga, meredupkan cahaya wajah di dunia, menyelimuti alam kubur dengan kegelapan, hingga membuat wajah tampak menghitam pada hari pembalasan.
Membutakan Hati dari Keindahan Akhlak dan Merusak Hubungan
Dampak pornografi tidak hanya memutus koneksi hamba dengan Rabb-nya, tetapi juga merusak kepekaan fitrah manusia. Sebagaimana ulasan Imam Ibnu Qayyim yang dikutip dalam laman Kementerian Agama, menegaskan bahwa hati yang terbiasa menikmati hal-hal haram akan buta dari melihat keindahan akhlak.
Seseorang akan selalu merasa tidak puas dengan apa yang dimilikinya, menuntut hal yang tidak wajar, serta memandang pasangan halalnya serba kekurangan. Prof. Dr. Yusuf al-Qaradhawi turut menjelaskan bahwa pornografi hanya memberikan kesenangan sesaat yang sejatinya merupakan racun.
Pornografi dapat mengikis rasa hormat, menumbuhkan kecurigaan tanpa dasar, mengurangi rasa syukur, dan kerap menjadi pemicu keretakan rumah tangga hingga perceraian karena rasa tidak puas akibat standar semu dari tontonan.
Merusak Niat Khusyuk, Memori, dan Fokus
Secara ilmiah dan psikologis, maksiat mata terbukti membajak kerja otak. Dalam buku Amalan-Amalan Mustajab yang Bikin Otak Cerdas dan Daya Ingat Setajam Silet karya Romadhon Al-Malawi dijelaskan bahwa ma'siatul 'ain (maksiat mata) memicu perubahan konstan pada neurotransmiter dan melumpuhkan fungsi kendali diri.
Adiksi pornografi dapat menimbulkan gangguan memori serta kerusakan struktur otak yang amat parah, bahkan melebihi kecanduan kokain. Mata yang tidak pernah terpuaskan akan memperbudak manusia di bawah kendali hawa nafsunya.
Gambar dan adegan kotor yang tertanam di alam bawah sadar membuat seseorang kehilangan fokus kerja dan kreativitas karena pikirannya terus melayang.
Saat melakukan ibadah, ia tidak lagi mampu meraih kekhusyukan karena pikirannya telah dipenuhi residu visual yang kotor. Menjaga pandangan dari pornografi bukan sekadar menaati larangan normatif, melainkan ikhtiar krusial.
Dengan menjaga mata dari maksiat dapat menyelamatkan kesehatan akal, menjaga kesucian ikatan keluarga, dan memelihara kebeningan kalbu agar tetap pantas menerima limpahan rahmat serta cahaya hidayah Allah SWT.
