Yaman hari ini menjadi medan konflik antara kelompok Houthi dan koalisi Arab Saudi. Jauh sebelum itu, Yaman memiliki posisi penting dalam sejarah Islam, bahkan sejak zaman Nabi Muhammad SAW.
Jumhuriah Al-Yamaniah atau yang biasa disebut dengan Republik Yaman merupakan salah satu negara yang terletak di Jazirah Arab. Yaman berbatasan dengan Arab Saudi di sebelah utara, Laut Merah di sebelah barat, Laut Arab dan Teluk Aden di sebelah selatan, dan Oman di sebelah timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penduduk Yaman dikenal ramah dan berhati lembut, bahkan mereka dulu berbondong-bondong memeluk Islam sejak awal risalah Islam sampai kepada mereka.
Yaman Dipuji sebagai Negeri Iman dan Hikmah
Rasulullah SAW memberikan pujian kepada Yaman dengan menyebutnya sebagai negeri iman dan hikmah. Menukil buku Manajemen Cinta Habib dan Kyai Secara Rasional dan Proporsional karya Saeful Kurniawan, pujian itu dikatakan dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Sa'id al-Khudri RA. Ia berkata, Rasulullah SAW bersabda:
إنه سيأتي قوم تحقرون أعمالكم إلى أعمالهم
Artinya: "Sesungguhnya akan datang kaum, yang kalian akan merasa minder jika membandingkan amalan kalian dengan amalan mereka".
"Apakah mereka kaum dari kaum Quraisy ya Rasulullah?" tanya para sahabat.
لا و لكن هم أهل اليمن
Artinya: "Bukan, mereka adalah penduduk Yaman," jawab Rasulullah. (HR Ibnu Abi Ashim)
Dalam riwayat lain dikatakan:
أتاكم أهل اليمن هم أرق قلوبا الإيمان يمان و الفقه يمان و الحكمة يمانية
Artinya: "Penduduk negeri Yaman telah datang kepada kalian. Mereka adalah orang yang paling lembut hatinya. Iman itu ada pada yaman, Fiqih ada pada Yaman, dan hikmah ada pada Yaman." (HR Ahmad)
Yaman Jadi Pusat Peradaban dan Perdagangan Kuno
Mengutip buku Sejarah Kebudayaan Islam karya Kholid Mawardi, Yaman yang dulunya dikenal sebagai wilayah selatan Semenanjung Arab memiliki kondisi geografis yang lebih bersahabat daripada wilayah lain. Yaman memiliki daerah subur dan pegunungan yang lebih tinggi, seperti Pegunungan Sarawat, yang menerima lebih banyak curah hujan dan memungkinkan adanya aktivitas pertanian irigasi.
Yaman terkenal dengan sistem irigasi yang maju dan pertanian yang subur, terutama di sekitar kota seperti Ma'rib, yang memiliki bendungan kuno untuk pengembangan pertanian skala cukup luas. Hal ini menjadikan Yaman sebagai salah satu pusat peradaban dan perdagangan yang penting di Semenanjung Arab pra-Islam.
Tempat Lahirnya Ulama Besar
Yaman juga disebut sebagai "Kota Seribu Wali" karena keberadaan Kota Tarim yang terletak di Provinsi Hadramaut, sekitar 40 km dari Bandara Seiyun. Merangkum buku The History of Al-Ghanna oleh Maulana Kamal, Kota Tarim diberkahi dengan munculnya banyak ulama dan wali Allah SWT. Bahkan, Kota Tarim juga menjadi tempat tinggal para alawiyyin (kaum yang memiliki hubungan darah atau nasab) keturunan Nabi Muhammad SAW.
Mengenai hal ini, Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi mengatakan betapa tingginya ilmu para salaf saleh RA yang ada di Kota Tarim, "Siapa yang tak kenal Kota Tarim? Tarim adalah surga Allah yang ada di muka bumi ini. Aku selalu merindukan Kota Tarim, bagaimana tidak? Semua sudut di kota itu telah melahirkan para wali Allah. Negeri itu subur akan ulama dan aulia. Tarim adalah salah satu kota di negeri Hadhramaut, Yaman. Kota tersebut adalah kota bersejarah dan memiliki banyak kemuliaan dari Allah SWT berkat doa Khalifah Rasulullah, Sayyidina Abu Bakar As-Shiddiq RA."
Doa dari Abu Bakar RA yang dimaksud adalah permintaan atas tiga hal untuk Kota Tarim, yakni agar kota tersebut makmur, airnya berkah, dan dihuni oleh banyak orang saleh.
Dikisahkan pula Kota Tarim memiliki tiga keberkahan, di antaranya adalah keberkahan pada setiap masjidnya, tanahnya, dan pegunungannya.
