Nabi Nuh AS adalah salah satu nabi yang kisahnya diabadikan dalam banyak ayat Al-Qur'an. Sang nabi membawa pengikutnya naik kapal besar saat turun azab mematikan hingga akhirnya bahtera itu berlabuh dan seluruh penumpang selamat.
Kisah berlabuhnya bahtera Nabi Nuh AS diceritakan dalam Al-Qur'an surah Hud ayat 44. Menurut ayat tersebut, kapal itu berlabuh di atas pegunungan yang bernama Judi (Judiy). Allah SWT berfirman,
وَقِيْلَ يٰٓاَرْضُ ابْلَعِيْ مَاۤءَكِ وَيٰسَمَاۤءُ اَقْلِعِيْ وَغِيْضَ الْمَاۤءُ وَقُضِيَ الْاَمْرُ وَاسْتَوَتْ عَلَى الْجُوْدِيِّ وَقِيْلَ بُعْدًا لِّلْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ ٤٤
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya: Difirmankan (oleh Allah), "Wahai bumi, telanlah airmu dan wahai langit, berhentilah (mencurahkan hujan)." Air pun disurutkan dan urusan (pembinasaan para pendurhaka) pun diselesaikan dan (kapal itu pun) berlabuh di atas gunung Judiy, dan dikatakan, "Kebinasaanlah bagi kaum yang zalim."
Menurut Tafsir Al-Qur'an Kementerian Agama RI, ayat tersebut menceritakan bahwa air bah melanda permukaan bumi, memancarkan mata air yang meluap-luap, ditambah curah hujan berlimpah. Kapal Nabi Nuh AS kala itu berlayar mengarungi lautan yang bergejolak dahsyat dan belum tahu kapan itu akan berakhir.
Hingga akhirnya, Allah SWT memerintahkan bumi menyerap air dan memerintahkan langit menghentikan hujan. Semua pun surut dengan sempurna dan orang-orang kafir dari kaum Nabi Nuh AS tenggelam semuanya.
Kapal kemudian berlabuh di atas bukit Judiy. Peristiwa banjir zaman Nabi Nuh AS tidak menenggelamkan permukaan bumi, tetapi melanda suatu daerah yang sangat luas di Laut Mati dan sekitarnya yang memang lebih rendah dari permukaan laut. Demikian menurut Tafsir Kemenag.
Lokasi Gunung Judi
Menurut tafsir dan literatur klasik, Gunung Judi, tempat berlabuhnya kapal Nabi Nuh AS, terletak di Armenia bagian selatan dan berbatasan dengan Mesopotamia.
Pendapat lain menyebut Judi terletak di pegunungan Ararat di Turki. Keterangan berlabuhnya bahtera Nuh di pegunungan Ararat juga terdapat dalam Alkitab, Kitab Kejadian.
Dikatakan dalam buku 50 Misteri Menggemparkan Dunia oleh Adrie Noor Al-Fatia dkk, intelektual muslim Turki, Harun Yahya, memiliki pandangan yang menggabungkan ayat-ayat dalam Alkitab dan Al-Qur'an bahwa kapal Nabi Nuh AS berlabuh di "tempat yang tinggi" (Judi), lokasi spesifiknya di Gunung Ararat.
Pendapat tersebut bersandar pada penafsiran kata Judi dalam bahasa Arab yang artinya puncak atau tempat yang tinggi. Judi dikatakan bukan merujuk pada nama sebuah gunung melainkan ditafsirkan sebagai tempat berlabuhnya kapal Nabi Nuh AS di sebuah tempat yang tinggi. Judi, kata Harun Yahya, adalah nama rantai pegunungan, Gunung Ararat dan Gunung Judi termasuk di dalamnya.
Saat ini, tim ilmuwan internasional yang tergabung dalam Noah's Ark Scans kembali meneliti formasi Durupinar di Turki. Formasi ini berbentuk kapal yang diduga kuat adalah kapal Nabi Nuh AS.
Untuk sementara, mereka "mengonfirmasi 100 persen" bahwa struktur geologis itu tidak terbentuk secara alami melainkan sepenuhnya buatan manusia. Mereka mendeteksi garis lurus, persimpangan siku-siku, dan ruang-ruang besar di bawah tanah yang diyakini sebagai koridor atau ruangan. Namun, mereka belum mengonfirmasi secara ilmiah, penelitian lebih lanjut tengah dilakukan.
