Staf Khusus Menteri Agama Gugun Gumilar membantah narasi viral di media sosial yang menyebut Pondok Modern Darussalam Gontor menegur Presiden Prabowo Subianto melalui lantunan Surah Al-Ahzab ayat 70-73. Gugun menegaskan tulisan bertajuk "Gontor Menegur Prabowo dengan Al Quran" tersebut merupakan hoaks dan framing politik.
"Ini adalah hoaks murahan dan fitnah yang dibungkus agama. Jangan bawa-bawa nama besar Gontor untuk framing politik jahat," kata Gugun dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (27/9/2026), dilansir Antara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gugun menjelaskan, lantunan Surah Al-Ahzab saat kunjungan tersebut sejatinya merupakan bentuk doa dan nasihat universal bagi seorang pemimpin agar senantiasa berkata benar (qaulan sadida), bukan tamparan atau teguran sebagaimana dinarasikan oleh penulis artikel viral tersebut.
"Saya pastikan, Gontor menyambut Presiden Prabowo dengan penuh hormat, penuh adab sebagai kepala negara. Lantunan Al-Ahzab itu adalah doa dan nasihat universal untuk setiap pemimpin agar senantiasa berkata benar, bukan tamparan seperti yang dipelintir penulis liar itu," ujarnya.
Gugun juga menepis tudingan bahwa Presiden Prabowo berbohong kepada masyarakat. Menurutnya, sejumlah kebijakan strategis yang direalisasikan justru menunjukkan komitmen dan keberanian Prabowo dalam memimpin negara.
Ia mencontohkan langkah tegas pemerintah yang berhasil mengambil kembali sekitar 5 juta hektare kawasan hutan negara yang puluhan tahun dikuasai secara ilegal oleh pengusaha nakal, serta penindakan tegas terhadap dugaan mafia migas Riza Chalid.
"Soal mafia migas, siapa yang berani menyentuh Riza Chalid dan keluarganya selama ini? Tidak ada. Semua takut. Hanya di era Presiden Prabowo, mafia migas itu dikejar habis-habisan, aset-asetnya di luar negeri diburu, orangnya ditetapkan tersangka," ucap Gugun.
Tak hanya itu, Gugun menyinggung sikap tanpa pandang bulu Prabowo dalam memberantas korupsi, termasuk pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga keberhasilan Kejaksaan Agung mengembalikan aset negara hasil korupsi mencapai puluhan triliun rupiah.
"Program MBG itu program hati Pak Prabowo untuk anak-anak Indonesia. Tapi ketika ada oknum yang korupsi di dalamnya, bahkan jika itu orang dekat Presiden sekalipun, perintah Presiden jelas: sikat habis, jangan pandang bulu," tegasnya.
Di sisi lain, Gugun memaparkan perhatian pemerintah terhadap sektor pendidikan dan keagamaan. Hal ini dibuktikan melalui renovasi sekolah dan madrasah, pembangunan Sekolah Rakyat berasrama gratis untuk keluarga miskin ekstrem, hingga program kuliah gratis.
Kementerian Agama juga tengah merancang pembentukan Lembaga Pengelola Dana Umat (LPDU) untuk mengelola potensi wakaf, infak, dan sedekah yang ditargetkan mencapai Rp 1.000 triliun per tahun demi kemandirian ekonomi umat.
Gugun pun mengimbau publik agar tak mudah terprovokasi oleh narasi-narasi menyesatkan yang mengatasnamakan agama.
"Kalau mau kritik, kritik dengan data, dengan prestasi. Rakyat sudah cerdas. Jangan jual ayat untuk kebencian," pungkas Gugun.
Seperti diketahui, dalam perayaan 100 tahun, Gontor melantunkan ayat suci Al-Qur'an saat membuka acara. Hal tersebut kemudian dikaitkan oleh netizen sebagai teguran dari Gontor untuk penguasa.
"Di Pondok Modern Gontor Ponorogo, Prabowo disambut dengan cara yang tidak pernah dilakukan kepada pemimpin yang benar-benar dihormati. Ia tidak disambut dengan puja-puji, ia disambut dengan peringatan keras dari langit: lantunan Surah Al-Ahzab 70-73 tentang perintah bertakwa dan berkata benar," jelas narasi dalam video yang viral di media sosial.
Video tersebut mengatakan ini bukan penghormatan, melainkan teguran terbuka yang dibungkus adab pesantren. Karena perkataan Prabowo dinilai kasar dan tidak beretika sebagai seorang pemimpin.
