Kemenag Buktikan Pendidikan Holistik Lewat Integrasi Sains dan Agama

Kemenag Buktikan Pendidikan Holistik Lewat Integrasi Sains dan Agama

Hanif Hawari - detikHikmah
Minggu, 06 Sep 2026 06:00 WIB
Dirjen Pendis Kemenag, Amien Suyitno, dalam acara Global Islamic Education Summit (GIHES) yang berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (5/9/2026).
Dirjen Pendis Kemenag, Amien Suyitno, dalam acara Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) yang berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (5/9/2026). Foto: Hanif Hawari/detikcom
Jakarta -

Kementerian Agama (Kemenag) terus mendorong transformasi pendidikan Islam berbasis integrasi ilmu (holistic education) untuk menjawab tantangan masa depan. Tak sekadar wacana, konsep pemaduan ilmu agama dan sains modern ini mulai diterapkan secara konkret, salah satunya melalui riset penyakit khas pesantren di Fakultas Kedokteran kampus Islam.

Hal tersebut ditegaskan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kemenag, Amien Suyitno, dalam acara Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (5/9/2026).

Amien merujuk pada ungkapan populer Imam Syafi'i mengenai pentingnya menguasai ilmu pengetahuan untuk meraih keberhasilan dunia dan akhirat (Man 'arada ad-dunya fa'alaihi bil 'ilmi, wa man 'arada al-akhirata fa'alaihi bil 'ilmi, wa man 'arada-huma fa'alaihi bil 'ilmi). Menurutnya, filosofi inilah yang menjadi akar integrasi antara sekolah umum, pesantren, dan universitas Islam modern.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang ingin menguasai dua-duanya (dunia dan akhirat) juga butuh ilmu. Jangan-jangan integrasi ilmu itu yang ini. Holistik dalam arti yang integratif," ujar Amien Suyitno.

Sebagai bukti nyata perjumpaan sains dan agama, Amien mencontohkan Fakultas Kedokteran di UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Pendirian fakultas kedokteran di bawah naungan Kemenag ini memiliki keunikan tersendiri dibanding PTN umum.

ADVERTISEMENT

"Di UINSA salah satu yang dikembangkan adalah bagaimana mengkaji penyakit pesantren, contohnya kudisan. Ini dikaji dari perspektif ilmu kedokteran murni sekaligus pendekatan Thibbun Nabawi (pengobatan ala Nabi)," jelas Amien.

Langkah ini dianggap sebagai bentuk nyata perkawinan ilmu pengetahuan (ulumul kaunia/insania) dengan nilai-nilai keagamaan untuk menyelesaikan persoalan riil di masyarakat.

MAN Insan Cendekia Jadi Role Model Pendidikan Masa Depan

Selain tingkat perguruan tinggi, Kemenag telah membuktikan keberhasilan model pendidikan holistik ini melalui Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC). Sekolah unggulan ini menggabungkan sains, ilmu sosial, dan pendalaman agama secara seimbang.

Amien mengungkapkan kebanggaannya terhadap capaian lulusan MAN IC yang mampu bersaing di tingkat global tanpa kehilangan identitas keagamaannya.

Salah satu alumni MAN IC Serpong bahkan mengantongi Letter of Acceptance (LoA) dari 24 perguruan tinggi bereputasi internasional.

Selain itu, para siswa menguasai bahasa Inggris dan Arab dengan sangat baik, sekaligus unggul di bidang social science dan natural science.

Kualitas MAN IC juga terbukti dengan banyaknya tokoh nasional yang memercayakan pendidikan putranya di sana, salah satunya Gubernur Lemhannas, Ace Hasan Syadzily.

Amien menegaskan bahwa penguasaan ilmu pengetahuan yang utuh, mencakup humanity science hingga studi masa depan (Future Studies), merupakan kunci utama dalam membangun peradaban Islam yang unggul di masa mendatang.



(hnh/inf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads