Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Buya Amirsyah Tambunan mengajak masyarakat internasional menyatukan barisan untuk Palestina. Menurutnya, kemerdekaan Palestina hanya bisa dicapai jika dunia bersatu.
Hal tersebut disampaikan Buya Amirsyah dalam Simposium Masjid Al Aqsho dan Palestina (SIMATINA) 2026, Senin (31/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Buya Amirsyah mengapresiasi pelaksanaan SIMATINA 2026 yang dinilainya menjadi wadah strategis untuk meningkatkan perhatian dunia terhadap Masjidil Aqsa. Ia juga menyampaikan aksi nyata melalui filantropi dari Indonesia terus berjalan.
"Secara filantropi, bukti kasih sayang kita kepada saudara-saudara kita yang tidak pernah putus. Kita berikan bantuan berupa secara material, mungkin berupa makanan, minuman atau ke depan kita akan berikan bantuan berupa pendirian masjid," ujar Buya Amirsyah, dikutip dari laman MUI, Selasa (1/9/2026).
Di samping itu, ia membandingkan kondisi kedamaian di dalam negeri dengan nasib bangsa Palestina yang masih terbelenggu konflik.
"Indonesia merdeka 81 tahun. Itu artinya bahwa kita mensyukuri nikmat kemerdekaan kita. Tetapi saudara-saudara kita yang belum merdeka sepenuhnya," kata Buya Amirsyah.
Berangkat dari kondisi tersebut, ia pun menekankan persatuan internasional menjadi syarat mutlak dalam melawan aksi ketidakadilan.
"Palestina hanya bisa merdeka kalau dunia bersatu, yaitu dunia yang berdiri terhadap kemanusiaan," tegasnya.
Buya Amirsyah juga mengajak masyarakat untuk bersuara menolak berbagai bentuk kezaliman dan penistaan terhadap agama serta tempat ibadah.
"Bersatulah wahai manusia. Bersuara lah wahai manusia. Tolak segala bentuk kezaliman, kenistaan terhadap agama, masjid, dan seluruh peradaban manusia yang ada di dunia ini," ujarnya.
Di akhir penyampaiannya, tokoh dan akademisi Muhammadiyah tersebut kembali mengajak seluruh peserta untuk terus mengawal perjuangan rakyat Palestina.
"Mari nyatakan, kita harus dukung kemerdekaan Palestina. Palestina merdeka!" pungkasnya.
SIMATINA 2026 mengusung tema "Melawan Penistaan Masjidil Aqsa dan Penjajahan Palestina". Kegiatan ini bertujuan menggalang dukungan bagi kemerdekaan Palestina serta menolak segala bentuk penindasan terhadap rakyat Palestina.
Forum ini mempertemukan berbagai tokoh dan penggiat isu Palestina serta kemanusiaan. Kegiatan tersebut terselenggara melalui kolaborasi BKSAP DPR RI, Pimpinan MPR RI, dan Pimpinan DPR RI. Selain menjadi ruang untuk menyatukan gagasan, acara ini juga dirangkaikan dengan peluncuran HQ Asia Pacific Coalition for Quds and Palestine (APCQP).
