Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) VIII Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Tingkat Nasional 2026 di Sulawesi Selatan resmi berakhir. Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar berharap ajang tersebut tidak berhenti pada kompetisi membaca dan menghafal Al-Qur'an, tetapi menjadi ruang pembentukan karakter aparatur sipil negara (ASN).
Menurutnya, nilai-nilai Al-Qur'an yang dipelajari peserta perlu tercermin dalam etos kerja dan kualitas pelayanan publik saat kembali menjalankan tugas di daerah masing-masing.
"Jadi ada beberapa kategori, ada yang dekat dengan Al-Qur'an, ada yang melekat dengan Al-Qur'an, dan ada yang menjadi living Quran, (being the Quran), ibaratnya sudah seperti Quran berjalan," kata Menag seperti dilansir dari laman resmi Kemenag, Minggu (30/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Konsep living Quran yang diusung Menag menekankan bahwa kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur'an harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari. ASN diharapkan mampu memahami persoalan dengan baik dan mencari solusi atas berbagai kebutuhan masyarakat.
"Jadilah sebagai penjernih, bukan pengeruh, jadilah penghubung, bukan pemisah, jadilah moderator, bukan provokator, jadilah problem solver, bukan problemator, jadilah penyuluh, bukan perusuh," katanya.
Ia juga mengingatkan ASN agar memberikan pelayanan yang memudahkan masyarakat.
"Jadilah mempermudah memberikan pelayanan terhadap masyarakat, jangan mempersulit, mempercepat, dan jangan memperlambat," tambahnya.
Nilai MTQ Dibawa ke Ruang Kerja
Bagi Menag, keberhasilan MTQ tidak cukup diukur dari siapa yang membawa pulang piala. Nilai yang diperoleh selama mengikuti kegiatan diharapkan turut dibawa ke ruang kerja, tempat ASN berhadapan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Menag sebelumnya juga menyampaikan bahwa para juara tidak hanya memperoleh piala, tetapi juga pahala dari aktivitas membaca dan menghafal Al-Qur'an. Ia berharap capaian tersebut menjadi pintu untuk membangun kedekatan yang lebih kuat dengan Al-Qur'an.
"Jadi di sini semuanya pemenang karena memenangkan amal-amal yang insya Allah semuanya tadi didoakan oleh pendoa kita," ujarnya.
Pada akhir sambutannya, Nasaruddin Umar yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal kembali menyampaikan harapannya agar para ASN dapat menjadi teladan dan penerang di daerah masing-masing.
"Orang pintar tidak pernah terbuang. Orang sombong tidak pernah tenang. Saya berharap ASN kita pada malam ini insyaallah akan menjadi obor-obor di daerahnya masing-masing," ujarnya.
MTQ VIII Korpri Tingkat Nasional 2026 kemudian resmi berakhir. Prosesi penutupan ditandai dengan ditutupnya replika Mushaf Al-Qur'an raksasa.
(inf/dvs)
