Maulid Nabi merupakan perayaan yang dilakukan untuk memperingati hari kelahiran junjungan umat Islam, Nabi Muhammad SAW setiap tanggal 12 Rabiulawal, bulan ketiga menurut kalender Hijriah.
Pada peringatan ini, umat Islam biasanya merayakan dengan melakukan kegiatan bernilai positif seperti bersholawat kepada Nabi Muhammad, membaca Al-Qur'an, dan bersedekah.
Di Tanah Air, momentum ini diperingati sebagai hari libur nasional yang biasanya akan diselenggarakan pengajian akbar dan sholawat bersama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, bagaimana dengan negara-negara lain dalam merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW?
Negara-negara yang Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW
Mengutip dari Badan Amil Zakat Nasional, tidak hanya di Indonesia, berikut adalah negara-negara yang merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW:
Malaysia
Tidak jauh berbeda dengan di Indonesia, perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Malaysia umumnya digelar dengan pengajian akbar, pembacaan manakib Nabi dan kegiatan lainnya. Sama seperti di Indonesia, Maulid Nabi Muhammad SAW juga diperingati sebagai hari libur nasional di Malaysia.
Brunei Darussalam
Dalam merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW, Kesultanan Brunei Darussalam memiliki tradisi unik yang sudah turun-temurun. Terdapat puncak kegiatan perayaan Maulid Nabi yang disebut dengan Perarakan Agung yang dipimpin langsung oleh Sultan Brunei Hassanal Bolqiah.
Acara ini melibatkan Sultan dan kelompok masyarakat di Brunei Darussalam untuk berjalan menyusuri seluruh kota Bandar Seri Begawan sepanjang 4,3 kilometer. Acara Perarakan Agung ini memiliki penilaian oleh dewan juri untuk mendapatkan penghargaan bagi kelompok yang menarik.
Malam sebelum acara Perarakan Agung, dilaksanakan pembacaan rawi Maulid Syaraful Anam di Istana Nurul Iman.
Mesir
Dilaksanakan dengan sangat meriah, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Mesir dirayakan melalui berbagai macam acara dan kegiatan keagamaan, mulai dari kasidah nabi, festival film dan lagu, hingga festival sholawat dan zikir.
Adapun kegiatan menarik lainnya, yakni pawai tarekat, acara yang melibatkan para imam dan pengikut tarekat menyusuri jalanan dengan mengenakan pakaian khas masing-masing. Terdapat pula aliran tarekat yang menampilkan gerakan akrobatik seperti seni debus di Indonesia.
Tak hanya itu, warga Mesir juga memiliki tradisi unik, yakni permen gula berbentuk sultan di atas kuda bernama Arouset El-Moulid. Permen yang terbuat dari pistachio, kacang almond, dan gula ini menjadi salah satu jajanan rutin bagi warga Mesir ketika perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Turki
Saat Maulid Nabi Muhammad SAW, biasanya umat Islam di Turki merayakannya dengan menyelenggarakan kegiatan keagamaan di beberapa masjid, seperti Masjid Istanbul, Ankara, Bursa, Edirne, Gaziantep, Hatay, Konya, Hakkari, dan Sanliurfa. Pada malam Maulid Nabi, umat Islam Turki menunaikan salat dan membaca Al-Qur'an di rumah masing-masing atau masjid.
Sama halnya dengan di Indonesia, Turki juga menetapkan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai hari libur nasional.
Pakistan
Cukup meriah, Maulid Nabi Muhammad SAW di Pakistan dirayakan dengan mengibarkan bendera nasional di berbagai bangunan publik, fasilitas pemerintah, nonpemerintah, dan masjid. Rumah-rumah juga dihias dengan lampu warna-warni pada malam hari.
Pada perayaan ini, diadakan pula Konferensi Seerat di tingkat federal dan provinsi, di mana para cendekiawan agama dan intelektual hadir untuk menjelaskan kehidupan, perkataan, ajaran, dan filosofi Rasulullah SAW.
Australia
Meski bukan menjadi mayoritas, umat Islam di Australia kerap merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan cukup meriah. Darul Fatwa Australia sering kali menggelar acara bertemakan Maulid Nabi SAW yang biasanya digelar di Olympic Sports Centre Sydney.
Sebagaimana umat Islam di negara lainnya, umat Islam di Australia merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan melantunkan sholawat, menyimak bacaan Al-Qur'an, dan mendengarkan lagu-lagu Islami, yang kemudian ditutup dengan ceramah keagamaan.
Tak hanya itu, biasanya terdapat pementasan drama kisah hidup Rasulullah SAW dan para sahabatnya.
Rusia
Di Rusia, selain menjadi ajang silaturahmi antarumat Islam, perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi ajang menyebarkan agama Islam kepada kalangan nonmuslim.
Perayaan ini dilaksanakan dengan kasidah, membaca puisi pujian untuk Rasulullah SAW, pengajian, serta kegiatan keagamaan lainnya. Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Katedral Moskow biasanya dapat dihadiri oleh ribuan umat Islam dari Dagestan, Chechnya, Uzbek, Azerbaijan, Tajikistan, dan wilayah-wilayah lainnya.
