Perayaan Maulid Nabi di Berbagai Negara dan Tradisi Uniknya

Perayaan Maulid Nabi di Berbagai Negara dan Tradisi Uniknya

Devi Setya - detikHikmah
Selasa, 25 Agu 2026 12:00 WIB
Di Kairo, Muslim Sufi merayakan Maulid Nabi Muhammad dengan prosesi zikir yang khidmat. Suasana meriah memenuhi distrik al-Hussein dan Al-Azhar.
Foto: REUTERS/Amr Abdallah Dalsh
Jakarta -

Tidak hanya di Indonesia, Maulid Nabi Muhammad SAW diperingati umat Islam di berbagai belahan dunia. Meski memiliki tujuan yang sama, cara umat Islam memperingati Maulid Nabi berbeda-beda.

Di sejumlah negara, Maulid Nabi Muhammad SAW diisi dengan pengajian, pembacaan sholawat, doa, dan kajian tentang kehidupan Rasulullah SAW. Namun, ada pula wilayah yang memiliki tradisi khas seperti pawai, pertunjukan, hingga sajian makanan khusus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tradisi Maulid Nabi Muhammad SAW di Berbagai Negara

Dirangkum dari arsip detikcom, berikut sejumlah tradisi Maulid Nabi Muhammad SAW yang berkembang di berbagai negara.

1. Brunei Darussalam

Brunei Darussalam memiliki tradisi maulid yang dikenal dengan nama Perarakan Agung. Tradisi ini telah berlangsung secara turun-temurun dan menjadi salah satu kegiatan penting dalam peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

ADVERTISEMENT

Salah satu ciri khas Perarakan Agung adalah keterlibatan langsung Sultan Brunei dalam acara tersebut. Masyarakat kemudian mengikuti perarakan dengan mengenakan pakaian yang beragam dan menarik.

Sepanjang perjalanan, peserta melantunkan sholawat sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Suasana perayaan pun berlangsung semarak dengan keterlibatan masyarakat dari berbagai kalangan.

2. Malaysia

Tradisi Maulid Nabi Muhammad SAW di Malaysia memiliki kemiripan dengan peringatan Maulid di Indonesia. Masyarakat biasanya menggelar berbagai kegiatan keagamaan, mulai dari pengajian akbar, pembacaan manakib Nabi, hingga kegiatan keislaman lainnya.

Peringatan Maulid Nabi juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk berkumpul dan mempererat silaturahmi. Pemerintah Malaysia turut memberikan ruang bagi masyarakat untuk memperingatinya dengan menetapkan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai hari libur nasional.

3. Australia

Di Australia, komunitas muslim juga menggelar berbagai kegiatan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Salah satunya dilakukan oleh Darul Fatwa, lembaga keislaman di Australia, yang kerap menyelenggarakan acara bertemakan Maulid Nabi.

Kegiatan tersebut biasanya digelar di Olympic Sports Centre Sydney. Selain pembacaan sholawat dan kegiatan keagamaan, peringatan maulid dapat diisi dengan pementasan drama yang menggambarkan kehidupan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat.

Bagi komunitas muslim di Australia, peringatan Maulid Nabi juga menjadi momen untuk mempererat silaturahmi. Hal ini semakin penting mengingat komunitas muslim di Australia berasal dari beragam latar belakang budaya dan negara.

4. Rusia

Peringatan Maulid Nabi di Rusia menjadi salah satu kesempatan bagi umat Islam untuk berkumpul dan memperkuat persaudaraan. Kegiatan biasanya diisi dengan pembacaan kasidah, puisi-puisi pujian kepada Nabi Muhammad SAW, pengajian, serta berbagai kegiatan keislaman.

Salah satu lokasi yang menjadi tempat berkumpulnya umat Islam dalam peringatan Maulid adalah Masjid Katedral Moskow. Acara tersebut dapat dihadiri ribuan jemaah muslim yang berasal dari berbagai latar belakang, termasuk Dagestan, Chechnya, Uzbekistan, Azerbaijan, dan Tajikistan.

5. Mesir

Mesir memiliki tradisi maulid yang cukup beragam. Peringatan kelahiran Rasulullah SAW dapat diisi dengan pembacaan kasidah, festival sholawat, zikir, serta kegiatan keagamaan lainnya.

Salah satu tradisi yang menarik perhatian adalah Pawai Tarekat. Dalam kegiatan ini, para imam dan pengikut tarekat mengenakan pakaian khas masing-masing kemudian berjalan menyusuri jalan-jalan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi.

Selain tradisi keagamaan, masyarakat Mesir juga mengenal makanan khas yang berkaitan dengan Maulid Nabi. Salah satunya adalah permen Maulid atau Arouset El-Moulid. Permen tersebut memiliki bentuk khas, termasuk figur sultan yang berada di atas kuda, dan dibuat dari bahan seperti gula, pistachio, serta kacang almond.

6. Turki

Di Turki, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW banyak berlangsung di masjid-masjid dengan berbagai kegiatan keagamaan.

Pada malam Maulid, umat Muslim Turki biasanya menghidupkan suasana dengan melaksanakan salat dan membaca Al-Qur'an, baik secara pribadi di rumah maupun bersama jemaah di masjid.

Tradisi tersebut membuat peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi acara bersama, tetapi juga menjadi kesempatan bagi setiap Muslim untuk meningkatkan ibadah dan mengingat kembali keteladanan Rasulullah SAW.

7. Pakistan

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pakistan dikenal berlangsung meriah. Salah satu cirinya adalah penggunaan berbagai dekorasi untuk memeriahkan suasana peringatan.

Bendera nasional dikibarkan di berbagai bangunan publik, fasilitas pemerintah, lembaga non-pemerintah, hingga masjid. Pada malam hari, rumah-rumah masyarakat juga dihiasi lampu warna-warni.

Selain kegiatan di tingkat masyarakat, Pakistan menggelar Konferensi Seerat di tingkat federal dan provinsi. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan maulid sekaligus menjadi ruang untuk membahas dan mengenang kehidupan serta keteladanan Rasulullah SAW.

8. Maroko

Di Maroko, Maulid Nabi SAW menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk berkumpul dan mengenang kehidupan Rasulullah SAW. Peringatan biasanya diisi dengan pembacaan doa, puisi, serta cerita mengenai kehidupan Nabi Muhammad SAW.

Selain memiliki nuansa keagamaan, peringatan Maulid juga menjadi kesempatan bagi keluarga untuk berkumpul. Tradisi tersebut membuat Maulid tidak hanya dirasakan sebagai perayaan keagamaan, tetapi juga sebagai momen mempererat hubungan keluarga.

Maroko juga memiliki hidangan khas yang disajikan dalam momentum tersebut, salah satunya asida. Hidangan ini menjadi bagian dari kuliner yang hadir dalam tradisi maulid di masyarakat setempat.

9. India

Komunitas muslim di India memiliki tradisi maulid yang semarak. Menjelang peringatan, sejumlah jalan, masjid, dan pasar mulai dihiasi dengan lampu warna-warni serta bendera berwarna hijau.

Warna hijau memiliki makna penting bagi sebagian masyarakat Muslim India dan kerap digunakan dalam berbagai dekorasi Maulid. Bahkan, sebagian masyarakat mengenakan atau mengikatkan pita hijau di tangan sebagai bagian dari suasana perayaan.

Peringatan maulid di sejumlah wilayah India juga berlangsung dengan berbagai pertunjukan dan kemeriahan yang melibatkan masyarakat.



(dvs/inf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads