3 Contoh Mauidhoh Hasanah untuk Memperingati Maulid Nabi 2026

3 Contoh Mauidhoh Hasanah untuk Memperingati Maulid Nabi 2026

Aulia Retno Utami - detikHikmah
Jumat, 21 Agu 2026 13:15 WIB
Pidato Maulid Nabi SAW yang Singkat dan Mudah Dihafal, Cocok untuk Lomba Anak
Foto: freepik/Freepik
Jakarta -

Untuk merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW, umumnya umat Islam akan melakukan berbagai kegiatan bermanfaat, tak terkecuali dengan mauidhoh hasanah atau nasihat baik.

Namun, sebelum menuju contoh mauidhoh hasanah Maulid Nabi Muhammad SAW, berikut adalah penjelasan mengenai arti mauidhoh hasanah.

Apa itu Mauidhoh Hasanah?

Menurut ulama besar, Ali Mustafa Ya'qub sebagaimana disebutkan dalam buku Metode-metode Mengajar Perspektif Al-Qur'an Hadist dan Aplikasinya dalam Pembelajaran PAI karya Dr. H. Amirudin, M/Pd.I, mauidhoh hasanah merupakan ucapan-ucapan berisi nasihat-nasihat yang baik di mana ia dapat bermanfaat bagi orang yang mendengarkannya,". Ia kemudian menjelaskan bahwa dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad SAW Bersabda: "Agama itu adalah nasihat," sampai-sampai beliau mengulanginya tiga kali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam buku menyimpulkan bahwa mauidhoh hasanah mengandung arti pendidikan atau nasihat baik yang disampaikan dengan cara lemah lembut, sehingga dapat diterima dan memberikan ketenangan dan ketenteraman jiwa, bukan mendatangkan kecemasan, gelisah, atau ketakutan.

Dalam Islam, istilah mauidoh hasanah merujuk kepada metode dakwah atau komunikasih untuk menyampaikan kebenaran dengan cara yang baik tanpa menghakimi.

ADVERTISEMENT

Dengan ini, terdapat banyak mauidhoh hasanah, termasuk pula yang isinya bersinggungan dengan Maulid Nabi. Berikut adalah contoh mauidhoh hasanah Maulid Nabi Muhammad SAW yang dapat dijadikan referensi, sebagai berikut:


Contoh 1: Meneladani Akhlak Mulia Rasulullah SAW

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillaahilladzi hada naa lihaadaa wama kunna linnah tadia laulaa an hadaanalloh, asyahdu an lla illaa ha illallah wah dahuu laa syariikalah wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuuluh alladzi laa nabiya ba'da.

Qaalallahu ta'aala fil quraanilkariim a'uudzu billaahi minasy syaithaanirrajiim bismillaahirrahmaanirrahiim: "laqad kaana lakum fi rasulillaahi uswatun hasanah, shadaqallahul 'adzim ma'nana wallahu a'lam.

Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur kepada Allah SWT, yang mana pada kesempatan kali ini kita bisa berkumpul dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Semoga acara ini menjadikan sarana diturunkannya hidayah juga taufiknya dari Allah SWT, amiin ya rabbal alamin.

Sholawat serta salam semoga tetap terlimpah curah kepada Nabi Muhammad SAW, kepada para keluarganya, para sahabatnya, para tabi'in, dan tabi'at, juga mudah-mudahan sampai kepada kita selaku umatnya, amiin ya rabbal alamin.

Para hadirin rahimakumullah,

Ketahuilah bahwa nabi junjungan kita, Nabi Muhammad SAW memiliki kemuliaan akhlak yang disebutkan dalam firman Allah, Al-Qur'an Surah Al-Qalam ayat 4 yang berbunyi demikian:

وَاِنَّكَ لَعَلٰى خُلُقٍ عَظِيْمٍ٤

Artinya: "Sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung."

Ayat ini merupakan sebuah pujian Allah SWT kepada Rasulullah SAW, yang jarang diberikan-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang lain. Allah SWT, melalui firman-Nya, menyatakan bahwa Rasulullah SAW merupakan seorang yang berakhlak mulia, berbudi pekerti yang luhur, sebab Allah SWT telah mendidik beliau dengan akhlak Al-Qur'an.

Hadirin yang berbahagia,

Banyak sahabat-sahabat Rasulullah SAW yang bersaksi bahwa beliau merupakan seseorang yang bersih hatinya dan lembut tutur katanya. Bahkan Anas bin malik RA, sahabat yang telah melayani Rasulullah SAW selama bertahun-tahun bersaksi bahwa beliau tidak pernah sekalipun menyalahkannya, sebagaimana diriwayatkan dalam hadis berikut:

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ سُلَيْمَانَ الضُّبَعِيُّ، عَنْ ثَابِتٍ، عَنْ أَنَسٍ، قَالَ خَدَمْتُ النَّبِيَّ ﷺ عَشْرَ سِنِينَ فَمَا قَالَ لِي أُفٍّ قَطُّ وَمَا قَالَ لِشَيْءٍ صَنَعْتُهُ لِمَ صَنَعْتَهُ وَلاَ لِشَيْءٍ تَرَكْتُهُ لِمَ تَرَكْتَهُ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ مِنْ أَحْسَنِ النَّاسِ خُلُقًا وَلاَ مَسِسْتُ خَزًّا قَطُّ وَلاَ حَرِيرًا وَلاَ شَيْئًا كَانَ أَلْيَنَ مِنْ كَفِّ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ وَلاَ شَمَمْتُ مِسْكًا قَطُّ وَلاَ عِطْرًا كَانَ أَطْيَبَ مِنْ عَرَقِ النَّبِيِّ ﷺ . قَالَ أَبُو عِيسَى وَفِي الْبَابِ عَنْ عَائِشَةَ وَالْبَرَاءِ . وَهَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ .

Anas berkata: "Saya melayani Nabi Muhammad SAW selama sepuluh tahun. Dia tidak pernah berkata 'Uff' kepada saya dan tidak pernah menyalahkan saya dengan mengatakan: 'Mengapa kamu melakukan ini?' atau 'Mengapa kamu tidak melakukan itu?' Dan Rasulullah SAW adalah orang yang paling baik akhlaknya di antara semua manusia. Saya tidak pernah menyentuh khazz atau sutra, atau sesuatu yang lebih lembut dari tangan Rasulullah SAW, dan saya tidak pernah mencium misk atau parfum yang lebih harum dari keringat Nabi SAW." (HR. Tirmidzi No. 2015)

Melalui hadis di atas, terdapat kesaksian bahwa Rasulullah SAW berperilaku baik, bahkan kepada seorang pelayan sekalipun. Maka dengan ini, mari jadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini menjadi titik balik untuk meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW.

Semoga nasihat ini memberikan manfaat bagi hadirin sekalian.

Sekian. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Contoh 2: Meneladani Kesabaran dan Keteguhan Hati Rasulullah SAW

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bismillaahir rahmaanir rahiim. Alhamdulillahi rabbil 'aalamiin, wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil ambiyaa-i wal mursaliin, sayyidinaa wa habiibinaa Muhammadin, wa 'alaa aalihii wa shahbihii ajma'iin. Amma ba'du.

Para hadirin yang dirahmati Allah SWT,

Ketika kita memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, sering kali kita membayangkan keagungan beliau sebagai seorang pemimpin dan Nabi yang bijaksana. Namun, kita tidak boleh lupa bahwa Rasulullah SAW sebelum diangkat menjadi rasul, beliau ditempa melalui perjalanan hidup yang penuh tantangan sedari kecil.

Rasulullah SAW lahir dalam keadaan yatim, ayahnya, Abdullah telah wafat semasa beliau di dalam kandungan. Lalu di usianya yang menginjak 6 tahun, ibundanya, Aminah berpulang ke rumah Allah SWT. Kemudian beliau diasuh oleh sang kakek, yang kemudian wafat, sehingga beliau diasuh oleh pamannya dengan kondisi ekonomi yang sederhana.

Kisah masa kecil Rasulullah SAW yang penuh cobaan ini tertulis dalam Al-Qur'an Surah Ad-Dhuha: 6, sebagaimana berikut:

اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ

Artinya: "Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(-mu);"

Ujian hidup yang dialami Rasulullah SAW sedari kecil mengajarkan keteguhan hati beliau. Diriwayatkan dari para sahabat-sahabat beliau, Rasulullah SAW tidak pernah mengeluh, berputus asa, dan senantiasa membalas kesulitan dengan kesabaran hati yang lapang. Rasulullah SAW bersabda yang diriwayatkan oleh Suhaib dalam hadis Muslim:

حَدَّثَنَا هَدَّابُ بْنُ خَالِدٍ الأَزْدِيُّ، وَشَيْبَانُ بْنُ فَرُّوخَ، جَمِيعًا عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ الْمُغِيرَةِ،

- وَاللَّفْظُ لِشَيْبَانَ - حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ، حَدَّثَنَا ثَابِتٌ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى، عَنْ صُهَيْبٍ،

قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ

ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ

خَيْرًا لَهُ " .

"Ajaibnya urusan seorang mukmin, sesungguhnya segala urusannya adalah baik dan itu tidak berlaku kecuali bagi seorang mukmin. Jika ia mendapatkan kesenangan, ia bersyukur, maka itu baik baginya. Dan jika ia mendapatkan kesulitan, ia bersabar, maka itu juga baik baginya." (HR. Muslim No. 2999)

Hadis di atas mengajarkan bahwa ujian bukan merupakan kehinaan, melainkan cara Allah SWT mengangkat derajat hamba-hamba-Nya. Ketika hidup terasa berat, hendaklah bersabar dan teguhkan hati, senantiasa memohon pertolongan hanya kepada Allah SWT.

Hadirin yang berbahagia, dalam peringatan Maulid Nabi ini, hendaknya kita mampu meneladani kesabaran dan keteguhan hati sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW semasa hidupnya. Semoga nasihat ini memberikan manfaat bagi hadirin sekalian.

Sekian. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Contoh 3: Rasulullah SAW Memuliakan Kaum Lemah

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillaahilladzi hada naa lihaadaa wama kunna linnah tadia laulaa an hadaanalloh, asyahdu an lla illaa ha illallah wah dahuu laa syariikalah wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuuluh alladzi laa nabiya ba'da.

Qaalallahu ta'aala fil quraanilkariim a'uudzu billaahi minasy syaithaanirrajiim bismillaahirrahmaanirrahiim: "laqad kaana lakum fi rasulillaahi uswatun hasanah, shadaqallahul 'adzim ma'nana wallahu a'lam.

Hadirin yang dirahmati Allah SWT,

Terdapat salah satu ajaran penting yang dibawa oleh Rasulullah SAW semasa hidupnya, yakni pembelaan terhadap kaum tertindas, fakir miskin, dan anak-anak yatim. Hendaklah senantiasa kita ingat bahwa Rasulullah SAW lahir dalam keadaan yatim.

Allah SWT memperingatkan kita dalam Al-Qur'an Surah Al-Ma'un ayat 1-3, sebagai berikut:


اَرَءَيْتَ الَّذِيْ يُكَذِّبُ بِالدِّيْنِۗ ۝١ فَذٰلِكَ الَّذِيْ يَدُعُّ الْيَتِيْمَۙ ۝٢ وَلَا يَحُضُّ عَلٰى طَعَامِ الْمِسْكِيْنِۗ ۝٣


Artinya: "Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan untuk memberi makan orang miskin." (QS. Al-Ma'un: 1-3)

Disebutkan dalam firman Allah SWT di atas, bahwa menghardik anak yatim termasuk dalam golongan orang-orang yang mendustakan agama. Hal ini seharusnya dapat dijadikan peringatan bagi setiap umat Islam untuk senantiasa menolong dan mengasihi anak yatim.

Adapun ganjaran akan ditempatkan di surga bagi siapa yang mengasuh dan mengasihi anak yatim, sebagaimana hadis berikut:

حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ زُرَارَةَ، أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ أَبِي حَازِمٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ سَهْلٍ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِي الْجَنَّةِ هَكَذَا ". وَأَشَارَ بِالسَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى، وَفَرَّجَ بَيْنَهُمَا شَيْئًا.

Artinya: "Diriwayatkan dari Sahl: Rasulullah SAW bersabda, "Aku dan orang yang mengasuh anak yatim akan seperti ini di surga," sambil menunjukkan jari telunjuk dan jari tengahnya dan memisahkan keduanya." (HR. Bukhari No. 5304)

Peringatan Maulid Nabi hendaknya menjadi pengingat bagi kita, umat Islam untuk senantiasa melihat sekitar, lihatlah kaum-kaum yang membutuhkan pertolongan kita. Mari kita jadikan perayaan kelahiran Rasulullah SAW ini menjadi pengingat untuk senantiasa dapat mengamalkan sifat-sifat baik beliau.

Sekian. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh





(lus/lus)
Maulid Nabi

Maulid Nabi

135 konten
Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi satu hari besar Islam yang jatuh pada September 2024. Peristiwa penting dalam sejarah Islam ini dilakukan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads