Bukan di Rumah Kosong, Setan Paling Bahaya Justru Ada di Tempat Ini

Bukan di Rumah Kosong, Setan Paling Bahaya Justru Ada di Tempat Ini

Aulia Retno Utami - detikHikmah
Jumat, 14 Agu 2026 15:30 WIB
A man looking up at a huge ghostly horned demon appearing out the mist. On a moody day in the countryside. With a grunge, blurred edit.
Ilustrasi setan. Foto: Getty Images/David Wall
Jakarta -

Setan identik dengan tempat-tempat kosong, terpencil, dan terbengkalai. Namun sesungguhnya, ancaman setan paling berbahaya bukan terletak pada tempat-tempat tersebut.

Dalam Islam, ancaman setan yang paling nyata dan berbahaya justru terletak dan bersarang di hati manusia. Mengapa demikian?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bisikan Setan Bersarang di Hati Manusia

Merujuk kepada Al-Qur'an Surah An-Nas, manusia dianjurkan memohon perlindungan kepada Allah SWT dari setan pembisik kejahatan dan kesesatan manusia yang berasal dari golong jin.

Allah berfirman dalam Al-Qur'an Surah An-Nas ayat 4-6,

ADVERTISEMENT

مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ ٤ الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ ٥ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ࣖ ٦

Artinya: "dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia."

Menurut Tafsir Kementerian Agama (Kemenag) RI, Allah SWT menerangkan dalam ayat-ayat Al-Qur'an Surah An-Nas mengenai bisikan setan yang bersembunyi di hati manusia. Bisikan kejahatan itu bisa datang dari jin atau manusia.

Mengapa Hati Jadi Tempat Setan?

Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih Al-Bukhari, Kitab I'tikaf, Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa setan mengalir di dalam diri manusia layaknya darah yang mengalir dalam tubuh. Beliau khawatir setan akan menyisipkan pikiran buruk pada hati manusia.

حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ عُفَيْرٍ، قَالَ حَدَّثَنِي اللَّيْثُ، قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ خَالِدٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ الْحُسَيْنِ ـ رضى الله عنهما ـ أَنَّ صَفِيَّةَ، زَوْجَ النَّبِيِّ ﷺ أَخْبَرَتْهُ. حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا هِشَامٌ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عَلِيِّ بْنِ الْحُسَيْنِ كَانَ النَّبِيُّ ﷺ فِي الْمَسْجِدِ، وَعِنْدَهُ أَزْوَاجُهُ، فَرُحْنَ، فَقَالَ لِصَفِيَّةَ بِنْتِ حُيَىٍّ " لاَ تَعْجَلِي حَتَّى أَنْصَرِفَ مَعَكِ ". وَكَانَ بَيْتُهَا فِي دَارِ أُسَامَةَ، فَخَرَجَ النَّبِيُّ ﷺ مَعَهَا، فَلَقِيَهُ رَجُلاَنِ مِنَ الأَنْصَارِ، فَنَظَرَا إِلَى النَّبِيِّ ﷺ ثُمَّ أَجَازَا وَقَالَ لَهُمَا النَّبِيُّ ﷺ " تَعَالَيَا، إِنَّهَا صَفِيَّةُ بِنْتُ حُيَىٍّ ". قَالاَ سُبْحَانَ اللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ " إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنَ الإِنْسَانِ مَجْرَى الدَّمِ، وَإِنِّي خَشِيتُ أَنْ يُلْقِيَ فِي أَنْفُسِكُمَا شَيْئًا ".

Artinya: "Ali bin Al-Husain (dari Shafiyyah, istri Nabi) berkata: istri-istri Rasulullah sedang bersamanya di masjid (saat beliau dalam iktikaf) dan kemudian mereka pergi, dan Rasulullah SAW berkata kepada Shafiyyah binti Huyay, "Jangan terburu-buru, karena aku akan menemanimu," (dan tempat tinggalnya berada di rumah Usama). Rasulullah SAW keluar dan di tengah jalan dua orang laki-laki dari Ansar bertemu dengannya dan mereka melihat Rasulullah SAW dan melewatinya. Rasulullah SAW berkata kepada mereka, "datanglah ke sini. Dia adalah (istriku) Shafiyyah binti Huyay." Mereka menjawab, "Subhanallah, (bagaimana mungkin kami berpikir buruk) wahai Rasulullah! (kami tidak pernah mengharapkan hal buruk dari Anda)." Rasulullah SAW menjawab, "Setan mengalir dalam diri manusia seperti darah mengalir dalam tubuh, dan aku khawatir setan akan menyisipkan pikiran buruk dalam hati kalian." (HR Bukhari No. 2038)

Cara Setan Masuk Hati Manusia

Ada banyak cara setan masuk hati manusia. Hujjatul Islam Imam al-Ghazali dalam kitab Mukasyafatul Qulub terjemahan Jamaluddin mengatakan setan bisa masuk melalui amarah dan syahwat. Amarah merupakan bencana yang melemahkan akal, kemudian setan akan menyerang dan mempermainkan kelemahan akal manusia layaknya anak kecil main bola.

Setan juga bisa masuk hati manusia lewat sifat ambisi dan tamak. Setan akan mencari celah ketika manusia bersikap tamak terhadap sesuatu yang menyebabkan mereka buta dan tuli.

Perut kenyang sekalipun dari makanan halal dan baik juga bisa menjadi pintu masuk setan. Hal ini karena kenyang menguatkan syahwat, sementara syahwat merupakan senjata yang digunakan setan untuk masuk ke dalam hati manusia.

Selanjutnya, berhias dengan perabotan, pakaian, dan rumah yang mewah juga dapat menjadi celah yang melenggangkan setan masuk ke dalam hati manusia. Setan akan melihat kegemaran manusia dan akan diam dan menempel di sana, membujuk untuk semakin menghiasi rumahnya hingga manusia merugi seumur hidupnya.

Setan akan terus-menerus merayu manusia agar mengingkari Allah SWT dengan iming-iming akan membantu manusia apabila kesusahan. Sesungguhnya apabila malapetaka datang kepada manusia, setan akan meninggalkan mereka dan berkata, "Sesungguhnya aku takut kepada Allah Tuhan Semesta alam."

Hal ini sebagaimana disebutkan Al-Qur'an Surah Al-Hasyr ayat 16. Allah SWT berfirman,

كَمَثَلِ الشَّيْطٰنِ اِذْ قَالَ لِلْاِنْسَانِ اكْفُرْۚ فَلَمَّا كَفَرَ قَالَ اِنِّيْ بَرِيْۤءٌ مِّنْكَ اِنِّيْٓ اَخَافُ اللّٰهَ رَبَّ الْعٰلَمِيْنَ

Artinya: "(Perumpamaan bujukan orang-orang munafik kepada kaum Yahudi) seperti setan ketika berkata kepada manusia, "Kufurlah kamu!" Ketika orang itu kufur, ia berkata, "Sesungguhnya aku berlepas diri darimu karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan semesta alam."

Doa Terhindar dari Godaan Setan

Menjaga hati dari bisikan setan merupakan suatu kewajiban bagi setiap umat Islam. Disebutkan dalam buku Sukses Dunia Akhirat dengan Doa-doa Harian karya Mahmud Asy-Syafrowi, setan gemar bersarang di kamar mandi lantaran tempatnya yang kotor dan sepi, sehingga umat Islam hendaknya melafalkan doa berikut:

أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ.

Arab-latin: A'udzubillahi minal khubutsi wal khobaits

Artinya: "Aku berlindung kepada Allah dari (gangguan/kejahatan) setan-setan laki-laki dan setan-setan perempuan." (HR Ahmad, Abu Daud, an-Nasa'i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, dan lainnya)

Dalam buku Keutamaan Doa & Dzikir untuk Hidup Bahagia Sejahtera karya M. Khalilurrahman Al Mahfani juga terdapat doa yang bisa diamalkan untuk mengusir setan.

أعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللّٰهِ الثَّامَاتِ الَّتِي لَا يُجَاوِزُهُنَّ بَرٌّ وَلَا فَاجِرٌ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ ، وَذَرَا وَبَرَا وَمِن شَرِّ مَا يَنزِلُ مِنَ السَّمَآءِ وَمِنْ شَرِّ مَا يَعْرُجُ فِيهَا، وَمِن شَرِّ مَا ذَرَأَ فِى الْأَرْضِ ، وَمِنْ شَرِّ مَا يَخْرُجُ مِنْهَا، وَمِنْ شَرِّ فِتَنِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ، وَمِنْ شَرِّ كُلِّ طَارِقٍ أِلَّا طَارِ قًا يَطْرُقُ بِخَيْرٍ يَارَ حْمٰنُ . رواه أحمد عن عبد الرحمن بن عنبى

Arab-latin: A'uudzu bi kalimaatil laahit taammaatillatii laa yujaawizuhunna barruw wa laa faajirum min syarri maa khalaq, wa dzara-a wa bara-a wa min syarri maa yunazzilu minas samaa-i wa min syarri maa ya'ruju fiihaa, wa min syarri maa dzara-a fil ardh, wa min syarri ma yakhruju minhaa, wa min syarri fitanil laili wan nahaar, wa min syarri fattanilaili wannahaar wa min syarri kulli thaariqin illaa thaariqan yathruqu bi khairin yaa rahmaan.

Artinya: "Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna, yang tidak ada kebajikan dan kejahatan yang dapat melampauinya dari kejahatan makhluk-Nya, dari kejahatan yang turun dari langit, dari kejahatan sesuatu yang naik di dalamnya, dari kejahatan sesuatu yang diciptakan di muka bumi, dari kejahatan yang keluar dari padanya, dari kejahatan fitnah pada waktu malam dan pada waktu siang, dan dari kejahatan setiap jalan, kecuali jalan menuju kepada kebaikan, ya Allah Tuhan Yang Maha Pengasih." (HR Ahmad dari Abdurrahman)

Umat Islam juga bisa mengamalkan doa sebagaimana terdapat dalam buku Panduan Lengkap Doa untuk Muslimah karya Fathuri Ahza Mumtaza untuk berlindung dari godaan setan dan sekutunya.

اللَّهُمَّ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ، عَالِمَ الغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِي وَشَرِالشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ.

Arab-latin: Allaahumma faathiras samawaati wal ardhi, 'aalimal ghaibi was syahaadah, rabba kulli syai'in wa maliikah, asyhadu an laa ilaaha illaa anta. A'uudzu bika min syarri nafsii wa syarris syathaani wa syirkih.

Artinya: "Tuhanku, pencipta langit dan bumi, yang mengetahui hal yang gaib dan nyata, Tuhan dan penguasa segala sesuatu. Aku bersaksi tiada Tuhan selain Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan nafsuku, kejahatan setan, dan sekutunya." (HR Abu Dawud dan At-Timidzi)

Anjuran Jaga Keimanan agar Setan Tidak Mendekat

Allah SWT berfirman dalam Surah An-Nahl ayat 99 bahwa setan tidak akan masuk ke dalam hati orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada-Nya.

اِنَّهٗ لَيْسَ لَهٗ سُلْطٰنٌ عَلَى الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَ

Artinya: "Sesungguhnya ia (setan) tidak memiliki pengaruh terhadap orang-orang yang beriman dan bertawakal hanya kepada Tuhan mereka." (QS An-Nahl: 99)

Menurut Tafsir Kementerian Agama RI, setan tidak memiliki pengaruh terhadap orang-orang yang beriman, orang-orang yang berserah diri kepada Allah SWT, dan sabar serta tawakal menahan derita dalam perjuangan menegakkan agama. Dikatakan, orang-orang tersebut mampu melawan godaan setan dan menolak untuk mengikuti langkah-langkah tipu daya setan yang menjerumuskan mereka ke dalam hal keji.

Wallahu a'lam.



(kri/kri)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads