Surat Ali Imran ayat 26-27 banyak dicari muslim. Ali Imran sendiri jadi surat ketiga dalam Al-Qur'an dan tergolong surat Madaniyah.
Jumlah ayat surat Ali Imran ayat 200 ayat dan berisi tentang kisah keluarga Ali Imran. Karenanya, surat tersebut dinamakan surat Ali Imran.
Keluarga Ali Imran memiliki anak perempuan yang bernama Maryam. Sebagaimana diketahui, Maryam merupakan sosok wanita mulia sekaligus ibu dari Nabi Isa AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir dari Asbabun Nuzul: Sebab-sebab Turunnya Ayat Al-Qur'an yang ditulis oleh Imam As-Suyuthi, Ibnu Ishaq pernah bercerita kepada Muhammad bin Sahal bin Abi Umamah tentang asbabun nuzul atau sebab turun dari surat ini. Ia berkata,
"Ketika penduduk Najran datang kepada Rasulullah SAW menanyakan tentang Isa bin Maryam, turun pada mereka ayat awal dari surat Ali Imran hingga ayat delapan puluhan," (HR Al Baihaqi, Kitab Dalail An Nubuwwah).
Bacaan Surat Ali Imran Ayat 26-27
قُلِ اللّٰهُمَّ مٰلِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِى الْمُلْكَ مَنْ تَشَاۤءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاۤءُۖ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاۤءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاۤءُ ۗ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۗ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Qulillāhumma mālikal-mulki tu'til-mulka man tasyā'u wa tanzi'ul-mulka mim man tasyā'(u), wa tu'izzu man tasyā'u wa tużillu man tasyā'(u), biyadikal-khair(u), innaka 'alā kulli syai'in qadīr(un).
Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), "Wahai Allah, Pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa yang Engkau kehendaki. Di tangan-Mulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu." (QS Ali Imran: 26)
تُوْلِجُ الَّيْلَ فِى النَّهَارِ وَتُوْلِجُ النَّهَارَ فِى الَّيْلِ وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَاۤءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Tūlijul-laila fin-nahāri wa tūlijun-nahāra fil-laili wa tukhrijul-ḥayya minal-mayyiti wa tukhrijul-mayyita minal-ḥayyi wa tarzuqu man tasyā'u bigairi ḥisāb(in).
Artinya: "Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Engkau berikan rezeki kepada siapa yang Engkau kehendaki tanpa perhitungan." (QS Ali Imran: 27)
Isi Kandungan Surat Ali Imran Ayat 26-27
Menurut buku Allah Yuhadditsu Ibadahu an Nafsihi yang ditulis Umar Sulaiman Al Asyqar terjemahan Agus Waluyo, isi kandungan surat Ali Imran ayat 26-27 adalah Allah SWT memperkenalkan hamba-Nya kepada Dia yang memberikan kekuasan di antara hamba-hambaNya yang Dia kehendaki. Allah SWT juga yang mengatur urusan di jagat raya.
Menurut Tafsir Kementerian Agama RI, surat Ali Imran ayat 26 menekankan kemahakuasaan Allah SWT dalam urusan dunia. Nabi Muhammad SAW diperintahkan untuk menyampaikan bahwa Allah adalah pemilik kekuasaan mutlak.
Dia memberikan kekuasaan kepada siapa yang Dia kehendaki, mencabutnya dari siapa yang Dia kehendaki, memuliakan siapa yang Dia kehendaki, dan menghinakan siapa yang Dia kehendaki. Segala kebajikan ada di tangan-Nya, dan tidak ada seorang pun yang mampu menaikkan derajat atau menjatuhkan orang lain tanpa izin-Nya.
Allah SWT menegaskan bahwa Dia memiliki kekuasaan tertinggi dan kebijaksanaan sempurna dalam mengatur seluruh urusan di alam ini. Kekuasaan bisa diberikan bersamaan dengan pangkat kenabian, seperti pada keluarga Nabi Ibrahim AS atau hanya berupa pengaturan pemerintahan masyarakat. Sebaliknya, kekuasaan dapat dicabut dari mereka yang berpaling dari jalan lurus dan berlaku zalim.
Sementara itu, dalam surat Ali Imran ayat 27 ditafsirkan bagian malam dimasukkan kepada siang, sehingga waktu malam menjadi lebih pendek dibanding dengan waktu siang. Allah memasukkan bagian siang ke dalam malam, yang menyebabkan waktu malam menjadi panjang dan waktu siang menjadi pendek. Hal ini biasa terjadi di negara-negara yang mempunyai empat musim, sehingga malam lebih panjang daripada siang pada musim dingin.
Setelah adanya kenyataan tersebut, Allah SWT memberi kenabian atau kerajaan kepada siapa saja yang Dia kehendaki atau mencabut kenabian serta kerajan itu dari siapa yang Dia kehendaki pula. Allah SWT mengatur segala urusan manusia, sebagaimana halnya Sang Khalik mengurus perubahan siang dan malam.
"Allah mengeluarkan yang hidup dari yang mati seperti mengeluarkan batang kelapa dari bijinya, mengeluarkan manusia dari nutfah, atau mengeluarkan unggas dari telur. Demikian Allah mengeluarkan yang mati dari yang hidup seperti mengeluarkan anak yang bodoh dari orang yang alim, orang kafir dari orang yang mukmin." tulis Tafsir Kemenag RI pada surat Ali Imran ayat 27.
Surat Ali Imran Ayat 26-27 Sebagai Doa Pelunas Utang
Dinukil dari buku Doa Para Nabi karya Nurul Huda, surat Ali Imran ayat 26-27 berisi doa agar diberi kemampuan melunasi utang. Nabi SAW pernah mengajarkan sahabatnya dari kalangan Muaz RA terkait doa tersebut agar diberikan kemampuan membayar utang.
Diceritakan, bahwa sahabat tersebut pernah mengadu pada Rasulullah SAW tentang utangnya kepada seorang Yahudi. Rasulullah kemudian mengajarkannya untuk membaca ayat dalam Al Quran surat Ali Imran ayat 26-27. Hal ini diriwayatkan Al Tabrani dalam salah satu haditsnya.
MuhdNasruddin dalam bukunya Rosul 100 Jejak Peribadi Rasulullah menyarankan untuk membaca surat Ali Imran ayat 26-27 sebelum tidur.
"Ayat ini (surat Ali Imran ayat 26-27) boleh dibaca sebelum tidur. Mudah-mudahan mendapat jalan untuk menyelesaikan bebanan utang. Di samping berdoa, kita juga perlu berusaha dengan cara apa sekalipun baik segi fisik atau mental untuk melunaskan utang," tulisnya.
Wallahu a'lam.

Komentar Terbanyak
Korupsi Makin Parah, MUI Dorong Pemerintah Terapkan Hukuman Mati bagi Koruptor
5 Hewan yang Boleh Dibunuh dalam Islam
Muhammadiyah Jadi Organisasi Indonesia Pertama di Dewan Muslim Inggris