3 Ayat Terakhir Surat Al-Baqarah: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya

3 Ayat Terakhir Surat Al-Baqarah: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya

Devi Setya - detikHikmah
Senin, 03 Agu 2026 07:15 WIB
Ilustrasi Al-Quran.
Foto: ChatGPT
Jakarta -

Surat Al-Baqarah merupakan surat terpanjang dalam Al-Qur'an yang terdiri dari 286 ayat. Diantara ratusan ayatnya, tiga ayat terakhir memiliki keutamaan yang dijelaskan dalam hadits.

Dalam berbagai hadits sahih, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa dua ayat terakhir Surat Al-Baqarah (ayat 285-286) memiliki keutamaan yang besar. Sementara ayat 284 menjadi bagian penting yang melengkapi penutup surat terpanjang dalam Al-Qur'an ini karena berisi penegasan tentang kekuasaan Allah atas segala yang ada di langit dan bumi serta pengetahuan-Nya terhadap isi hati manusia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bacaan 3 Ayat Terakhir Surat Al-Baqarah

1. Ayat 284

لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ ۗ وَاِنْ تُبْدُوْا مَا فِيْٓ اَنْفُسِكُمْ اَوْ تُخْفُوْهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللّٰهُ ۗ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَّشَاۤءُ ۗ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Latin: lillâhi mâ fis-samâwâti wa mâ fil-ardl, wa in tubdû mâ fî anfusikum au tukhfûhu yuḫâsibkum bihillâh, fa yaghfiru limay yasyâ'u wa yu'adzdzibu may yasyâ', wallâhu 'alâ kulli syai'ing qadîr

ADVERTISEMENT

Artinya: "Milik Allah lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Jika kamu menyatakan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah memperhitungkannya bagimu. Dia mengampuni siapa saja yang Dia kehendaki dan mengazab siapa pun yang Dia kehendaki. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." (QS Al-Baqarah: 284)

2. Ayat 285

اٰمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَّبِّهٖ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ كُلٌّ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖۗ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْ رُّسُلِهٖ ۗ وَقَالُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ

Latin: âmanar-rasûlu bimâ unzila ilaihi mir rabbihî wal-mu'minûn, kullun âmana billâhi wa malâ'ikatihî wa kutubihî wa rusulih, lâ nufarriqu baina aḫadim mir rusulih, wa qâlû sami'nâ wa atha'nâ ghufrânaka rabbanâ wa ilaikal-mashîr

Artinya: "Rasul (Muhammad) beriman pada apa (Al-Qur'an) yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang mukmin. Masing-masing beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata,) "Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya." Mereka juga berkata, "Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, wahai Tuhan kami. Hanya kepada-Mu tempat (kami) kembali." (QS Al-Baqarah: 285)

3. Ayat 286

لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا ۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖۚ وَاعْفُ عَنَّاۗ وَاغْفِرْ لَنَاۗ وَارْحَمْنَا ۗ اَنْتَ مَوْلٰىنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ ࣖ

Latin: lâ yukallifullâhu nafsan illâ wus'ahâ, lahâ mâ kasabat wa 'alaihâ maktasabat, rabbanâ lâ tu'âkhidznâ in nasînâ au akhtha'nâ, rabbanâ wa lâ taḫmil 'alainâ ishrang kamâ ḫamaltahû 'alalladzîna ming qablinâ, rabbanâ wa lâ tuḫammilnâ mâ lâ thâqata lanâ bih, wa'fu 'annâ, waghfir lanâ, war-ḫamnâ, anta maulânâ fanshurnâ 'alal-qaumil-kâfirîn

Artinya: "Allah tidak membebani seseorang, kecuali menurut kesanggupannya. Baginya ada sesuatu (pahala) dari (kebajikan) yang diusahakannya dan terhadapnya ada (pula) sesuatu (siksa) atas (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa,) "Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami. Maka, tolonglah kami dalam menghadapi kaum kafir." (QS Al-Baqarah: 286)

Keutamaan 3 Ayat Terakhir Surat Al-Baqarah

1. Dicukupkan oleh Allah bagi yang Membacanya pada Malam Hari

Dikutip dari buku Bisikan Hati, Keimanan, Dan Doa Tafsir Surah Al-Baqarah 284-286 Dalam Dunia Modern (Kecerdasan Artifisial) yang ditulis Moch. Deni Abdul Sho'im, M.Ag dijelaskan dalam riwayat dari Imam Muslim yang menukil hadits dari Ibnu Mas'ud Al-Anshari bahwa Rasulullah SAW bersabda,

"Barang siapa membaca dua ayat terakhir dari Surat Al-Baqarah pada malam hari, maka dua ayat itu akan mencukupinya."

Para ulama menjelaskan bahwa "mencukupi" memiliki makna yang luas, yakni menjadi pelindung dari berbagai keburukan, gangguan setan, serta menjadi sebab datangnya keberkahan dan ketenangan.

2. Dijauhkan dari Setan di Malam Hari

Imam Al-Qurthubi mengatakan bahwa barang siapa membaca tiga ayat terakhir dari surat Al-Baqarah di malam hari, maka setan tidak akan berani mendekati rumahnya selama malam itu.

Bahkan ada riwayat dari Abu Hurairah yang menegaskan bahwa Nabi SAW bersabda, "Ayat-ayat terakhir dari surat Al-Baqarah merupakan harta simpanan dari bawah Arsy."

3. Dijauhkan dari Kelalaian

Dijelaskan oleh Imam Jalaluddin al-Suyuthi dalam buku Al-Itqan fi Ulumil Qur'an.

Ad-Darimi meriwayatkan dari al-Mughirah bin Subai', salah seorang sahabat Rasulullah SAW, beliau berkata, "barangsiapa membaca sepuluh ayat dari surat Al-Baqarah ketika hendak tidur, maka dia tidak melupakan Al-Qur'an, yaitu empat ayat dari awal, Ayat Kursi, dua ayat sesudah Ayat Kursi, serta tiga ayat di akhir surat Al-Baqarah."

4. Dilindungi dari Kejahatan

Diriwayatkan dari Abu Mas'ud Al-Anshari, Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ قَرَأَ بالآيتين مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ فِي لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ

Artinya: "Barangsiapa membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah dalam satu alam, hal itu akan melindunginya dari kejahatan dan hal-hal yang tidak ia sukai." (HR Al-Bukhari dan Muslim).

5. Amalan yang Melindungi Rumah

Mengutip dari buku Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1 karya Dr. 'Abdullah bin Muhammad bin 'Abdurrahman, Imam Ahmad, Muslim, At-Tirmidzi, dan An-Nasai meriwayatkan dari Suhail bin Shalih, dari ayahnya, dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

لَا تَجْعَلُوا بُيُوتِكُمْ قُبُوْرًا فَإِنَّ الْبَيْتَ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُوْرَةُ الْبَقَرَةِ لَا يَدْخُلُهُ الشَّيْطَانُ

Artinya: "Janganlah kalian menjadikan rumah kalian sebagai kuburan. Sesungguhnya rumah yang di dalamnya dibacakan surat Al-Baqarah tidak akan dimasuki syaitan" (HR At-Tirmidzi)

Wallahu a'lam.



(dvs/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads