MUI: Persatuan Umat Tidak Berarti Menghilangkan Jati Diri Ormas Islam

MUI: Persatuan Umat Tidak Berarti Menghilangkan Jati Diri Ormas Islam

Indah Fitrah Yani - detikHikmah
Senin, 27 Jul 2026 14:00 WIB
Wakil Rais Aam PBNU KH Anwar Iskandar
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar. Foto: Dok PBNU
Jakarta -

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar menegaskan bahwa persatuan umat Islam tidak berarti menghapus identitas masing-masing organisasi kemasyarakatan (ormas). Setiap ormas, menurutnya, tetap dapat mempertahankan jati dirinya dan hidup rukun dalam keberagaman.

"Ketika kita bersatu, itu juga berarti kemudian merukun. Yang NU biarlah menjadi NU, yang Muhammadiyah biarlah menjadi Muhammadiyah, yang Al-Washliyah ya Al-Washliyah, Al-Wahdah biarlah menjadi mereka. Tidak usah yang NU harus jadi Muhammadiyah atau yang sebaliknya," ujar Kiai Anwar dalam penutupan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII di Jakarta, Minggu (26/7/2026), dilansir dari kantor berita Antara.

Ia mengibaratkan keberagaman ormas Islam seperti sapu lidi. Menurutnya, sebatang lidi tidak memiliki kekuatan. Namun, ketika banyak lidi disatukan menjadi sapu, semuanya dapat memberikan manfaat yang lebih besar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menambahkan, semangat kebersamaan itu perlu diwujudkan dalam upaya mendukung pembangunan nasional. Persatuan umat, kata dia, dapat menjadi modal untuk mendampingi pemerintah mewujudkan Indonesia yang maju, mandiri, serta bebas dari praktik korupsi, sesuai amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.

Anwar juga mengajak seluruh elemen umat Islam untuk bergotong royong membangun kemandirian ekonomi, meningkatkan kualitas pendidikan, dan melahirkan sumber daya manusia yang menguasai ilmu pengetahuan serta teknologi.

ADVERTISEMENT

Ia menilai persatuan di tengah keberagaman menjadi modal penting untuk mendukung pembangunan dan kemajuan bangsa.



(inf/erd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads