- Tata Cara Mandi Wajib
- Niat Mandi Wajib untuk Pria dan Wanita 1. Niat Mandi Wajib Pria dan Wanita Setelah Berhubungan Badan 2. Niat Mandi Wajib Wanita Setelah Haid 3. Niat Mandi Wajib Wanita Setelah Melahirkan 4. Niat Mandi Wajib Wanita Setelah Nifas
- Mandi Wajib Tanpa Niat Apakah Sah?
- Sampai Kapan Mandi Wajib Boleh Ditunda?
- Doa Setelah Mandi Wajib: Arab, Latin dan Arti
Tata cara mandi wajib perlu diperhatikan oleh muslim. Sebab, terdapat ketentuan tersendiri saat mengerjakannya.
Mandi wajib sendiri bertujuan membersihkan hadats besar. Menurut buku Kajian Fikih dalam Bingkai Aswaja karya Ahwam Hawassy, penyebab hadats besar yang mengharuskan mandi wajib antar lain keluar mani disertai syahwat, berhubungan suami istri, haid dan nifas, serta masuk Islam atau mualaf.
Perintah mandi wajib tertuang dalam surah Al Maidah ayat 6,
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
... وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ ... - 6
Artinya: "...Jika kamu dalam keadaan junub, mandilah..."
Turut dijelaskan dalam buku Tuntunan Lengkap Salat Wajib, Sunah, Doa dan Zikir yang disusun Zakaria R Rachman, sebelum mandi junub muslim juga harus membaca niat. Niat termasuk rukun yang tidak boleh ditinggalkan.
Tata Cara Mandi Wajib
Berikut tata cara mandi wajib bagi pria maupun wanita yang dikutip dari buku Fiqh Ibadah karya Zaenal Abidin.
- Membaca doa mandi junub setelah berhubungan badan
- Bersihkan kedua telapak tangan sebanyak tiga kali
- Mulai membersihkan kotoran-kotoran yang tersembunyi dengan tangan kiri, seperti kemaluan, dubur, bawah ketiak, pusar, dan lain sebagainya
- Mencuci tangan dengan cara menggosokkan ke sabun atau tanah
- Berwudhu
- Menyela pangkal rambut menggunakan jari-jari tangan yang telah dibasuh air hingga menyentuh kulit kepala
- Membasuh seluruh tubuh dengan air yang dimulai dari sisi kanan lalu kiri
- Memastikan seluruh lipatan kulit serta bagian yang tersembunyi ikut dibersihkan
Niat Mandi Wajib untuk Pria dan Wanita
Masih dari sumber yang sama, niat mandi wajib sesuai dengan penyebabnya.
1. Niat Mandi Wajib Pria dan Wanita Setelah Berhubungan Badan
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari fardhal lillaahi ta'aala.
Artinya: "Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar fardhu karena Allah."
Niat ini juga bisa dibaca jika penyebab mandi wajib muslim seperti mimpi basah atau mengeluarkan air mani.
2. Niat Mandi Wajib Wanita Setelah Haid
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ عَنِ الْحَيْضِ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari 'anin haidhi lillaahi ta'aala
Artinya: "Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadats besar yang disebabkan haid karena Allah Ta'ala."
3. Niat Mandi Wajib Wanita Setelah Melahirkan
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ عَنِ الْوِلَادَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari 'anin wilaadati lillaahi ta'aala
Artinya: "Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadats besar yang disebabkan wiladah karena Allah Ta'ala."
4. Niat Mandi Wajib Wanita Setelah Nifas
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ عَنِ النِّفَاسِ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari 'anin nifaasi lillaahi ta'aala
Artinya: "Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadats besar yang disebabkan nifas karena Allah Ta'ala."
Mandi Wajib Tanpa Niat Apakah Sah?
Diterangkan dalam buku Tuntunan Supermudah & Lengkap Shalat Wajib & Sunnah sesuai Tuntunan Rasulullah karya Abd Hamid dkk, jika niat mandi wajib tidak dibaca maka mandinya tidak sah. Sebab, niat mandi wajib jadi salah satu syarat sah dan rukun mandi wajib.
Dalam Islam, niat merupakan penentu sah atau tidaknya suatu ibadah, begitu juga ketika salat. Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya segala perbuatan tergantung pada niat, dan setiap orang akan memperoleh menurut apa yang diniatkannya." (HR Bukhari dan Muslim)
Sampai Kapan Mandi Wajib Boleh Ditunda?
Sejatinya, mandi wajib lebih baik disegerakan. Namun, jika ingin ditunda muslim harus memperhatikan waktu ketika menundanya.
Menurut buku Panduan Muslim Kaffah Sehari-hari karya Muh Hambali, Ibnu Hajar melalui Fathul Bari menuturkan mandi wajib bisa ditunda selama tidak melewati waktu salat. Apabila muslim melakukan hubungan suami istri setelah salat Isya, mandi wajib boleh ditunda sampai akan melakukan salat Subuh.
Dalam Taudhihul Adillah susunan KH M Syafi'i Hadzami dijelaskan muslim dalam keadaan junub karena belum mandi wajib hukumnya makruh untuk minum, tidur, atau mengulangi persetubuhan. Namun, kemakruhan itu hilang jika beristinja atau wudhu lebih dahulu meski belum mandi wajib.
Doa Setelah Mandi Wajib: Arab, Latin dan Arti
Setelah mandi wajib, ada doa yang bisa dibaca. Berikut bacaannya yang dinukil dari buku Praktik Mandi Janabah Rasulullah Menurut Empat Madzhab karya Isnan Ansory.
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ
Asyhadu an laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa Rasuluhu, allahumma-jalni minattawwabina, waj-alni minal-mutathahirrina
Artinya: "Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku pula termasuk orang-orang yang selalu mensucikan diri."

Komentar Terbanyak
MUI Usul Istilah LGBT Diubah Jadi LGSP
MUI Minta Koruptor Segera Tobat agar Tidak Menyesal
MUI Minta Pembayaran Zakat Diakui sebagai Pajak