Zikir Bulan Safar Lengkap dengan Bacaan Arab, Latin, dan Artinya

Zikir Bulan Safar Lengkap dengan Bacaan Arab, Latin, dan Artinya

Indah Fitrah Yani - detikHikmah
Kamis, 23 Jul 2026 06:30 WIB
Ilustrasi dzikir
Ilustrasi zikir. Foto: Freepik
Jakarta -

Bulan Safar kerap dianggap sebagai bulan yang membawa kesialan. Padahal, keyakinan tersebut tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam. Karena itu, tidak ada amalan atau zikir bulan Safar yang dikhususkan oleh Rasulullah SAW.

Dalam buku 1001 Pertanyaan Soal Jawab Agama karya Ustaz Abu Muslim dijelaskan bahwa anggapan bulan Safar sebagai bulan sial ditolak dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda:

"Tidak ada penyakit menular (dengan sendirinya), tidak ada thiyarah (menganggap sial sesuatu hingga tidak jadi beramal), tidak ada kesialan karena burung hamah, dan tidak ada kesialan pada bulan Safar." (HR. Bukhari)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari hadits tersebut dapat diketahui bahwa tidak ada keistimewaan maupun kesialan yang melekat pada bulan Safar. Oleh sebab itu, Islam juga tidak menetapkan zikir atau doa khusus yang hanya dibaca pada bulan ini.

Meski demikian, umat Islam tetap dianjurkan memperbanyak zikir dan doa pada setiap waktu, termasuk saat memasuki bulan Safar. Allah SWT berfirman:

ADVERTISEMENT

وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

"Dan berdzikirlah kepada Allah sebanyak-banyaknya agar kalian beruntung." (QS. Al-Anfal: 45)

Berdasarkan ayat tersebut, umat Islam dianjurkan mengisi bulan Safar dengan zikir agar senantiasa mengingat Allah SWT. Berikut zikir yang dapat dibaca pada bulan Safar maupun bulan-bulan lainnya.

Bacaan Zikir Bulan Safar

1. Istighfar

اَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ

Latin: Astaghfirullahal 'adzim

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung."

2. Tasbih

سُبْحَانَ اللهِ

Latin: Subhanallah (dibaca 33 kali)

Artinya: "Maha Suci Allah."

3. Tahmid

الْحَمْدُ لِلَّهِ

Latin: Alhamdulillah (dibaca 33 kali)

Artinya: "Segala puji bagi Allah."

4. Takbir

اللهُ أَكْبَرُ

Latin: Allahu akbar (dibaca 33 kali)

Artinya: "Allah Maha Besar."

5. Tahlil

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ

Latin: Laa ilaaha illallah

Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Allah."

6. Zikir Tauhid

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرُ

Latin: Laa ilaha illallah wahdahu laa syariika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai-in qadiir.

Artinya: "Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan segala puji. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu."

7. Zikir Penghapus Dosa

سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ

Latin: Subhanallahi wa bihamdihi, Subhanallahil 'azhim.

Artinya: "Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya. Maha Suci Allah Yang Maha Agung."

Doa yang Dapat Dibaca pada Bulan Safar

Selain memperbanyak zikir, bulan Safar juga dapat diisi dengan membaca doa-doa yang diajarkan dalam Al-Qur'an dan hadits.

Melansir buku Doa dan Zikir Sepanjang Tahun karya H. Hamdan Hamedan, MA, berikut bacaannya:

1. Doa Perlindungan dari Keburukan

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ

Latin: Allaahumma innii a'uudzu bika minal hammi wal hazani wal 'ajzi wal kasali wal bukhli wal jubni wa ghalabatir rijaal.

Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan, kesedihan, ketidakberdayaan, kemalasan, kebakhilan, kepengecutan, dan penindasan oleh orang lain." (HR. An-Nasa'i)

2. Doa Memohon Perlindungan dari Orang Zalim

Doa ini terdapat dalam Surah Al-Mu'minun ayat 94.

رَبِّ فَلَا تَجْعَلْنِيْ فِى الْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ

Latin: Rabbi falā taj'alnī fil-qaumiẓ-ẓālimīn(a).

Artinya: "Ya Tuhanku, janganlah Engkau jadikan aku termasuk kaum yang zalim."

3. Doa Perlindungan dari Empat Hal Buruk

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْأَرْبَعِ: مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، وَمِنْ دُعَاءٍ لَا يُسْمَعُ.

Latin: Allaahumma innii a'uudzu bika minal arba'i: min 'ilmin laa yanfa'u, wa min qalbin laa yakhsya'u, wa min nafsin laa tasyba'u, wa min du'aa'in laa yusma'.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari empat perkara: ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyuk, jiwa yang tidak pernah merasa puas, dan doa yang tidak didengar." (HR. Abu Dawud)

Bulan Safar dapat diisi dengan berbagai amal ibadah, seperti memperbanyak zikir, istighfar, membaca Al-Qur'an, berdoa, dan mengerjakan amal saleh. Amalan-amalan tersebut dianjurkan untuk dilakukan sepanjang waktu, termasuk pada bulan Safar.



(inf/erd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads