Niat dan Tata Cara Salat Dhuha, Lengkap Bacaan Doa Setelahnya

Niat dan Tata Cara Salat Dhuha, Lengkap Bacaan Doa Setelahnya

Devi Setya - detikHikmah
Rabu, 22 Jul 2026 08:45 WIB
Ilustrasi sujud dalam sholat.
Foto: Masjid Pogung Dalangan/Unsplash
Jakarta -

Salat Dhuha dilaksanakan pada waktu dhuha, yaitu setelah matahari terbit hingga menjelang masuk waktu zuhur. Umat Islam yang ingin mengerjakannya harus mengetahui bacaan niat serta tata cara pelaksanaannya.

Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk mengerjakan salat Dhuha karena memiliki banyak keutamaan. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah,

أَوْصَانِي خَلِيلِي صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ بثَلَاثٍ: صِيَامِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِن كُلِّ شَهْرٍ، وَرَكْعَتَيِ الضُّحَى، وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَ نامَ

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: "Kekasihku SAW mewasiatkan kepadaku tiga hal, yaitu puasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat salat Dhuha, dan shalat witir sebelum tidur." (HR Bukhari dan Muslim)

ADVERTISEMENT

Dikutip dari Buku Panduan Sholat Lengkap (Wajib & Sunah) karya Saiful Hadi El Sutha, salat Dhuha adalah salat sunnah yang dikerjakan pada waktu dhuha, yakni ketika matahari telah naik sekitar satu tombak setelah terbit hingga sebelum tergelincir ke arah barat (masuk waktu zuhur).

Salat ini termasuk ibadah sunnah yang rutin dikerjakan Rasulullah SAW. Dalam berbagai hadits dijelaskan bahwa beliau menganjurkan para sahabat untuk menjaga amalan ini karena memiliki pahala yang besar.

Waktu pelaksanaan salat Dhuha dimulai sekitar 15-20 menit setelah matahari terbit hingga menjelang masuk waktu zuhur.

Namun, waktu yang paling utama untuk mengerjakannya adalah ketika matahari sudah mulai meninggi dan udara mulai terasa panas. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW, "Salat orang-orang yang kembali kepada Allah adalah ketika anak-anak unta mulai kepanasan." (HR Muslim)

Dalam praktiknya, waktu terbaik biasanya berada di pertengahan pagi, sekitar pukul 08.00-10.30 waktu setempat, bergantung pada posisi matahari di masing-masing daerah.

Jumlah Rakaat Salat Dhuha

Khalifa Zain Nasrullah dalam bukunya yang berjudul Sempurnakan Shalat Fardhu dengan Shalat Sunah menjelaskan salat Dhuha dikerjakan sedikitnya dua rakaat.

Adapun jumlah rakaat yang umum dikerjakan adalah 2 rakaat (minimal), 4 rakaat, 6 rakaat dan 8 rakaat.

Sebagian ulama juga membolehkan mengerjakan salat Dhuha hingga 12 rakaat berdasarkan sejumlah riwayat, meskipun hadits tentang jumlah tersebut diperselisihkan.

Dari Anas RA, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa salat Dhuha sebanyak dua belas rakaat, maka Allah akan membangunkan sebuah istana di surga." (HR Tirmidzi)

Pelaksanaannya dilakukan dua rakaat salam, kemudian dilanjutkan dua rakaat berikutnya jika ingin menambah rakaat.

Bacaan Niat dan Tata Cara Salat Dhuha

Merangkum buku Fikih 4 yang disusun Siti Khomisil Fatatil Aqillah, S.Pd.I, dkk., berikut panduan niat dan tata cara salat Dhuha:

1. Membaca niat salat Dhuha

Adapun niat salat Dhuha yakni sebagai berikut:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Arab latin: Ushallii sunnatadh dhuhaa rak'ataini lillaahi ta'ala.

Artinya: "Aku niat salat sunnah Dhuha dua rakaat karena Allah Ta'ala."

2. Takbiratul ihram dan dilanjutkan dengan membaca doa ifititah

Berikut bacaan doa iftitah:

اَللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا. اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْاَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ. لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Arab latin: Allahu akbar kabiiraa wal hamdu lillahi katsiiraa washub-haanallahi bukratan wa ashiilaa. Inni wajjahtu wajhiya lilladzii fatharassa maawaati wal ardla haniifan musliman wamaa anaa minal musyrikiina. Inna shalaatii wanusukii wamahyaaya wama maati lillahi rabbil aalamiina. Laasyriika lahu wabidzaalika umirtu wa anaa minal muslimin.

Artinya: "Allah Maha Besar lagi sempurna kebesaran-Nya, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, serta Maha Suci Allah sepanjang pagi dan petang. Sesungguhnya aku menghadapkan wajahku kepada Dzat yang telah menciptakan langit dan bumi, dalam keadaan tunduk dan berserah diri dan aku bukanlah termasuk galongan orang yang musyrik. Sesungguhnya shalatku ibadahku, hidupku dan matiku semata hanya untuk Allah semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya dan aku termasuk golongan orang-orang yang berserah diri (kepada-Nya)."

3. Membaca surah Al-Fatihah

Bacaan surah Al-Fatihah:

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ . الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ . الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم . مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ . إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ . اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ . صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

Arab latin: Bismillahirrahmaanirrahiim. Alhamdu lillahi rabbil 'aalamiin. Arrahmaanirrahiim. Maaliki yaumiddiin. Iyyaaka na'budu waiyyaaka nasta'iin. Ihdinash shirraathal musthaqiim. Shiraathal ladziina an'amta 'alaihim. Ghairil maghduubi 'alaihim waladl-dlaalliin.

Artinya : "Dengan nama Allah yang maha pengasih dan penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam. Yang maha pengasih dan penyayang. Yang menguasai hari kemudian. Pada-Mu lah aku mengabdi dan kepada-Mu lah aku meminta pertologan. Tunjukilah kami ke jalan yang lurus. Bagaikan jalannya orang-orang yang telah Engkau beri ni'mat. Bukan jalan mereka yang pernah Engkau murkai, atau jalannya orang-orang yang sesat."

4. Membaca salah satu ayat Al-Qur'an yang dihafal

5. Rukuk

Disertai dengan melafalkan bacaan berikut ini sebanyak 3 kali:

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ

Arab latin: Subhaana rabbiyal 'adzhiimi wabihamdihi.

Artinya: "Maha suci Tuhan Maha Agung serta memujilah aku kepada-Nya."

6. Iktidal

Setelah rukuk, lalu bangkit dengan tegak, dan mengangkat kedua belah tangan seperti saat takbir. Seraya membaca;

سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

Arab latin: Sami'allaahu liman hamidah

Artinya: "Allah mendengar orang yang memuji-Nya."

Pada waktu berdiri tegak (iktidal) terus membaca:

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَىْءٍ بَعْدُ

Arab latin: Rabbanaa lakal hamdu mil ussamawaati wamil ul ardli wamil u maa syi'ta min syai'in ba'du.

Artinya: "Ya Allah Tuhan kami, bagi-Mu segala puji, sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh barang yang Kau kehendaki sesudah itu."

7. Sujud

Setelah iktidal kemudian lakukan posisi sujud sambil membaca takbir. Lafal yang dibaca ketika sujud yakni sebagai berikut:

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Arab latin: Subhaana rabbiyal a'laa wabihamdihi (3 kali)

Artinya: "Maha Suci Tuhan, serta memujilah aku kepada-Nya."

8. Duduk di antara dua sujud

Usai sujud, bangkit dengan mengucapkan takbir lalu duduk di antara dua sujud dan membaca lafal berikut ini:

رب اغْفِرلي وَارْحَمْنِى واجبرني وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِى وَاهْدِنِى وَعَافِنِى وَاعْفُ عَنِّى

Arab latin: Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa'aafinii wa'fuannii.

Artinya: "Wahai Tuhanku, ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku, cukupilah kekuranganku, angkatlah derajatku, berilah rejeki kepadaku, berilah petunjuk kepadaku, berilah kesehatan kepadaku, dan berilah ampunan kepadaku."

9. Sujud kedua

Lakukan sujud kedua dengan posisi dan lafal yang sama dengan sujud pertama. Setelah itu berdiri sambil mengucapkan takbir untuk melanjutkan rakaat kedua seperti gerakan di atas.

10. Duduk tahiyat atau tasyahud akhir

Adapun bacaan duduk tasyahud akhir yakni sebagai berikut:

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَّعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَآلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَآلَ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Arab latin: Attahiyyatul mubaarakaatush shalawatuth thayyibaatus lillaahi asalaamu 'alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wabarakaatuhu, Assalaamu 'alainaa wa 'alaa 'ibaadillaahish shaalihiin, asyhadu an laa ilaaha illa Allah wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuuluhu Allaahumma shalli 'alaa muhammadin wa 'alaa aali muhammad, kamaa shallaita 'alaa ibraahiima wa aali ibrahiim, wa baarik 'alaa muhammadin wa 'alaa aali muhammad, kamaa baarakta 'alaa ibraahiima wa aali ibraahiim, innaka hamiidum majiid

Artinya: "Segala penghormatan, keberkahan, sholawat dan kebaikan-kebaikan diperuntukkan hanya kepada Allah semata. Semoga salam sejahtera, rahmat Allah dan keberkahan-Nya senantiasa terlimpahkan kepadamu wahai Sang Nabi. Semoga salam sejahtera terlimpahkan kepada kami dan hamba-hamba Allah yang baik. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi-Nya. Sedangkan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah seorang hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, limpahkanlah sholawat kepada Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah limpahkan kepada Ibrahim dan keluarganya. Berkahilah Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah berkahi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia."

11. Salam

Untuk mengakhiri salat, lakukan salam dengan cara menoleh ke kiri dan ke kanan sambil membaca lafal salam seperti berikut ini:

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

Arab latin: Assalaamu alaikum wa rahmatullah

Artinya: "Semoga keselamatan dan rahmat Allah dilimpahkan kepadamu."

Doa Setelah Salat Dhuha

Mengutip buku Keberkahan Sholat Duha, Raih Rezeki Sepanjang Hari Plus Ayat & Doa-Doa Pembuka Rezeki karya Arif Rahman, berikut doa sesudah salat Dhuha lengkap dengan artinya:

اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Arab latin: Allahumma innad-duhaa'a duhaa'uka wal bahaa'a bahaa'uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal-qudrata qudratuka wal 'ismata 'ismatuka. Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa'i fa anzilhu, wa in kaana fil ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu'assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba'iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa'ika wa bahaa'ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita 'ibaadakash-shalihiin.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha itu adalah waktu-Mu, keagungan itu adalah keagungan-Mu, keindahan itu adalah keindahan-Mu, kekuatan itu adalah kekuatan-Mu, dan perlindungan itu adalah perlindungan-Mu. Ya Allah, jika rezekiku masih di atas langit maka turunkanlah. Jika masih di dalam bumi maka keluarkanlah. Jika masih sukar maka mudahkanlah. Jika (ternyata) haram maka sucikanlah. Jika masih jauh maka dekatkanlah. Berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan, dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh."



(dvs/kri)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads