Surat Al-Fatihah merupakan surat pertama dalam Al-Qur'an sekaligus salah satu surat yang paling sering dibaca oleh setiap muslim. Dalam salat lima waktu saja, seorang muslim membacanya minimal 17 kali sehari. Hal ini menunjukkan betapa istimewanya kedudukan Surat Al-Fatihah dalam ajaran Islam.
Al-Fatihah tidak hanya menjadi pembuka Al-Qur'an, tetapi juga menjadi rukun dalam salat. Tanpa membacanya, salat seseorang tidak sah menurut mayoritas ulama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di balik tujuh ayat yang singkat tersebut, terkandung pujian kepada Allah SWT, pengakuan atas keesaan-Nya, permohonan pertolongan, serta doa agar diberi petunjuk menuju jalan yang lurus.
Dikutip dari buku Inspirasi Surat Al-Fatihah karya N. Faqih Syarif, Al Fatihah memiliki dua belas nama, tiga di antaranya adalah Fatihah al-kitab, Ummu al-Kitab, dan Ummu Al-Qur'an.
Dalam hadits dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang salat lalu tidak membaca Ummul Qur'an (yaitu Al Fatihah), maka salatnya kurang (tidak sah) -beliau mengulanginya tiga kali-, maksudnya tidak sempurna."
Maka dikatakan pada Abu Hurairah bahwa kami salat di belakang imam.
Abu Hurairah berkata, "Bacalah Al Fatihah untuk diri kalian sendiri karena aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Allah Ta'ala berfirman: Aku membagi salat (maksudnya: Al Fatihah) menjadi dua bagian, yaitu antara diri-Ku dan hamba-Ku dua bagian dan bagi hamba-Ku apa yang ia minta. Jika hamba mengucapkan 'Al-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn (segala puji hanya milik Allah)', Allah Ta'ala berfirman: Hamba-Ku telah memuji-Ku. Ketika hamba tersebut mengucapkan 'Ar-raḥmānir-raḥīm (Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)', Allah Ta'ala berfirman: Hamba-Ku telah menyanjung-Ku. Ketika hamba tersebut mengucapkan 'Māliki yaumid-dīn (Yang Menguasai hari pembalasan)', Allah berfirman: Hamba-Ku telah mengagungkan-Ku. Beliau berkata sesekali: Hamba-Ku telah memberi kuasa penuh pada-Ku. Jika ia mengucapkan 'Iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn (hanya kepada-Mu kami menyebah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan)', Allah berfirman: Ini antara-Ku dan hamba-Ku, bagi hamba-Ku apa yang ia minta. Jika ia mengucapkan 'Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm, Ṣirāṭal-lażīna an'amta 'alaihim, gairil-magḍūbi 'alaihim wa laḍ-ḍāllīn' (tunjukkanlah pada kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalan orang yang dimurkai dan bukan jalan orang yang sesat), Allah berfirman: Ini untuk hamba-Ku, bagi hamba-Ku apa yang ia minta." (HR Muslim)
Mengenal Surat Al-Fatihah
Mengutip buku Hidup Di Pusaran Al-Fatihah karya Muhammad Muhyidin, Al-Fatihah berasal dari kata al-fath yang berarti pembukaan. Surat ini menjadi pembuka mushaf Al-Qur'an dan terdiri atas tujuh ayat.
Ayat pertama Surat Al-Fatihah berbunyi, "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang."
Maknanya adalah, "Aku memulai dengan nama Allah, memohon keberkahan, pertolongan, dan petunjuk untuk menunaikan semua urusan dan supaya Allah mengabulkan."
Keutamaan Surat Al-Fatihah
1. Paling Utama
Abu Sa'id Rafi' bin Al Mu'alla RA berkata, "Rasulullah SAW berkata padaku,
أَلاَ أُعَلِّمُكَ أَعْظَمَ سُورَةٍ فِى الْقُرْآنِ قَبْلَ أَنْ تَخْرُجَ مِنَ الْمَسْجِدِ » . فَأَخَذَ بِيَدِى فَلَمَّا أَرَدْنَا أَنْ نَخْرُجَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّكَ قُلْتَ لأُعَلِّمَنَّكَ أَعْظَمَ سُورَةٍ مِنَ الْقُرْآنِ . قَالَ ( الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ) هِىَ السَّبْعُ الْمَثَانِى وَالْقُرْآنُ الْعَظِيمُ الَّذِى أُوتِيتُهُ »
Artinya: "Maukah aku ajarkan engkau surat yang paling mulia dalam Al-Qur'an sebelum engkau keluar masjid?"
Lalu beliau memegang tanganku, maka ketika kami hendak keluar, aku berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau mengatakan, "Aku akan mengajarkanmu surat yang paling agung dalam Al-Qur'an?"
Beliau menjawab, "Alhamdulillahi rabbil 'alamin (segala puji bagi Allah Rabb semesta alam) dan Al-Qur'an Al 'Azhim (Al-Qur'an yang mulia) yang telah diberikan kepadaku." (HR Bukhari)
2. Menjadi Rukun Salat
Dalam buku Mukjizat Al-Fatihah yang ditulis Muhammad Syafi'ie, keutamaan terbesar Surat Al-Fatihah adalah menjadi rukun dalam salat. Rasulullah SAW bersabda, "Tidak sah salat seseorang yang tidak membaca Fatihatul Kitab (Surat Al-Fatihah)." (HR Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menjadi dasar bahwa membaca Al-Fatihah merupakan bagian yang tidak boleh ditinggalkan dalam setiap rakaat salat, baik salat fardu maupun salat sunah.
Mayoritas ulama dari mazhab Syafi'i, Maliki, dan Hanbali berpendapat setiap orang yang salat wajib membaca Al-Fatihah pada setiap rakaat.
3. Mengandung Intisari Seluruh Al-Qur'an
Para ulama tafsir menjelaskan kandungan Al-Qur'an secara garis besar tercermin dalam Surat Al-Fatihah.
Di dalamnya terdapat:
- Pujian kepada Allah SWT.
- Penegasan tentang tauhid.
- Pengakuan hari pembalasan.
- Penghambaan hanya kepada Allah.
- Permohonan pertolongan.
- Doa memohon petunjuk.
- Penjelasan tentang jalan orang-orang yang mendapat nikmat serta jalan orang yang dimurkai dan sesat.
Karena itu, Al-Fatihah sering disebut sebagai Ummul Qur'an, yaitu induk atau inti kandungan Al-Qur'an.
4. Menjadi Doa Memohon Hidayah
Setiap hari seorang muslim memohon kepada Allah melalui ayat ke-6:
ٱهْدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلْمُسْتَقِيمَ
ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm
Artinya: Tunjukilah kami jalan yang lurus,
Permohonan ini tidak hanya berarti meminta petunjuk untuk masuk Islam, tetapi juga memohon agar tetap istiqamah dalam keimanan, dijauhkan dari kesesatan, serta diberi kemudahan menjalankan perintah Allah.
5. Menjadi Ruqyah dan Penyembuh
Salah satu keutamaan Al-Fatihah adalah dapat dijadikan bacaan ruqyah.
Dalam hadits riwayat Bukhari dikisahkan bahwa sekelompok sahabat Rasulullah SAW pernah meruqyah seorang kepala suku yang tersengat binatang berbisa dengan membaca Surat Al-Fatihah.
Atas izin Allah SWT, orang tersebut sembuh.
Ketika kisah itu disampaikan kepada Rasulullah SAW, beliau membenarkannya dan bersabda: "Bagaimana engkau mengetahui bahwa Al-Fatihah adalah ruqyah?"
Hadits ini menjadi dalil bahwa Surat Al-Fatihah dapat dibaca sebagai doa memohon kesembuhan, dengan keyakinan bahwa yang menyembuhkan hanyalah Allah SWT.
(dvs/kri)
