Sholat tasbih menjadi amalan yang kerap dikerjakan banyak muslim pada waktu-waktu tertentu, salah satunya malam 1 Muharram. Benarkah ada dalil yang menganjurkan hal ini?
Sholat tasbih dilakukan untuk meyakini kesucian Allah SWT dari segala sesuatu yang tak layak bagi-Nya dan segala sifat kekurangan. Penamaan sholat tasbih merujuk pada banyaknya bacaan tasbih yang terdapat dalam sholat tersebut.
Hukum Sholat Tasbih
Ulama berbeda pendapat terkait pelaksanaan sholat tasbih. Ada yang menyatakan hadits landasannya gharib, ada yang bilang dhaif dan tidak punya legalitas sama sekali mengenai keshahihan ataupun hasannya, dan ada juga yang tetap menganjurkan mengerjakannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ulama mazhab Syafi'i, Imam an-Nawawi, dalam al-Adzkar mengatakan sejumlah ulama mazhabnya menganjurkan pelaksanaan sholat tasbih. Di antara ulama yang mendukung pendapat ini adalah Abu Muhammad Al-Baghawi dan Abu Al-Mahasin Ar-Ruyani.
"Ketahuilah, sesungguhnya sholat tasbih adalah dianjurkan. Dianjurkan untuk senantiasa mengerjakannya setiap saat dan tidak melalaikannya," kata Ar-Ruyani dalam Al-Bahr-nya pada akhir Kitab Al-Jana'iz. Imam an-Nawawi mengakui Ar-Ruyani adalah salah satu ulama terkemuka dan cerdas dalam mazhab Syafi'i.
Sementara itu, Imam Ahmad berpendapat sholat tasbih tidak termasuk sholat sunnah karena tidak ada hadits yang menerangkan tentang sholat tersebut. Akan tetapi, menurut Wahbah az-Zuhaili dalam Fiqhul Islam wa Adillatuhu, tidak apa-apa melaksanakan sholat tasbih karena ibadah nawafil dan masalah fadhaa'il tidak perlu menggunakan hadits shahih sebagai landasannya.
Tata Cara Sholat Tasbih
Mengacu pada riwayat Imam At-Tirmidzi sebagaimana dipaparkan Imam an-Nawawi dalam al-Adzkar, berikut tata cara sholat tasbih:
- Takbiratul ihram
- Membaca tasbih 15 kali
- Membaca taawudz, basmalah, Al Fatihah dan surah dalam Al-Qur'an
- Membaca tasbih 10 kali
- Rukuk, baca tasbih 10 kali
- Iktidal, baca tasbih 10 kali
- Sujud, baca tasbih 10 kali
- Bangun dari sujud, baca tasbih 10 kali
- Sujud kedua, baca tasbih 10 kali
- Lanjutkan rakaat kedua hingga empat dengan tata cara seperti di atas sehingga genap 300 kali bacaan tasbih (75 tasbih setiap rakaat)
Bacaan Tasbih
سُبْحَانَ اللهُ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
Subhaanallahi wal hamdu lillaahi walaa ilaaha illallah wallaahu akbar
Artinya: "Mahasuci Allah, segala puja dan puji hanya untuk Allah, tidak ada llah yang berhak disembah melainkan Allah, Allah Mahabesar."
Niat Sholat Tasbih
أَصَلَّى سُنَّةَ التَّسْبِيحِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat tasbīhi arba'a rak'ātin lillāhi ta'ālā
Artinya: "Saya berniat sholat sunnah tasbih empat rakaat karena Allah Ta'ala."
Dalil Sholat Tasbih Malam 1 Muharam, Sunnah Bukan?
detikHikmah tidak menemukan dalil anjuran sholat tasbih pada malam 1 Muharram. Yahya Zainul Ma'arif atau Buya Yahya mengatakan tidak ada amalan khusus yang dilakukan Rasulullah SAW pada malam 1 Muharram. Kata Buya Yahya, hadits shahih terkait amalan bulan Muharram adalah puasa Muharram.
"Kalau untuk amalan bulan Muharram cukup hadits shahih yang berbunyi afdholu siyami ba'da ramadhan siyamu syahrillahil muharram, puasa yang paling bagus setelah bulan Ramadan adalah puasa bulan Muharram secara utuh, ini sudah cukup nggak usah pakai riwayat-riwayat palsu, riwayat aneh," kata Buya Yahya dalam unggahan di YouTube-nya. detikHikmah telah mendapat izin dari tim media Buya Yahya untuk mengutip ceramah YouTube Al-Bahjah.
Namun, kata Buya Yahya, seseorang boleh mengerjakan berbagai amalan saleh pada malam 1 Muharram asalkan tidak dinisbatkan pada Nabi SAW.

Komentar Terbanyak
Kutip Al-Qur'an dalam Khotbah, Masjid di Paris Ditutup 6 Bulan
Islam Masuk Nusantara Ketika Nabi Muhammad Masih Hidup
Viral Challenge Hafalan Al-Qur'an Hadiah Miras, MC Minta Maaf-Penyelenggara Marah