Masjid yang Dibangun dalam Semalam, Benarkah Ada?

Masjid yang Dibangun dalam Semalam, Benarkah Ada?

Hanif Hawari - detikHikmah
Kamis, 11 Jun 2026 07:15 WIB
Masjid Al Alam atau biasa disebut Masjid Si Pitung merupakan salah satu situs cagar budaya di Jakarta Utara. Yuk kita lihat.
Masjid Al Alam atau biasa disebut Masjid Si Pitung merupakan salah satu situs cagar budaya di Jakarta Utara. (Foto: Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Pernahkah Anda mendengar kisah tentang bangunan megah yang berdiri hanya dalam waktu satu malam? Di Indonesia, cerita legenda semacam ini ternyata tidak hanya milik Candi Prambanan atau Tangkuban Perahu. Sejumlah masjid bersejarah di Tanah Air juga diselimuti kisah misterius serupa.

Mulai dari Jakarta, Cirebon, Tegal, hingga Malang, mitos pembangunan kilat ini begitu melekat di tengah masyarakat. Namun, benarkah ada masjid yang dibangun hanya dalam semalam? Bagaimana fakta sejarah di baliknya?

4 Masjid yang Kabarnya Dibangun dalam Semalam

Berikut ini beberapa masjid yang sering disebut dibangun dalam semalam. Beserta penjelasan mengenai analisis sejarahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Masjid Al Alam Marunda, Jakarta

Umat Islam beribadah di Masjid Al Alam Marunda, Cilincing, Jakarta, Rabu (20/3/2024). Masjid yang dikenal dengan Masjid Si Pitung itu merupakan masjid tua di Jakarta yang didirikan pada abad ke-17 yang arsitekturnya mengandung empat unsur kebudayaan yakni Jawa, Betawi, Eropa, dan Tionghoa. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nym.Masjid yang dikenal dengan Masjid Si Pitung itu merupakan masjid tua di Jakarta yang didirikan pada abad ke-17 yang arsitekturnya mengandung empat unsur kebudayaan yakni Jawa, Betawi, Eropa, dan Tionghoa. (Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)

Jakarta ternyata menyimpan cerita masjid gaib. Adalah Masjid Al Alam di Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, yang dikenal sebagai salah satu masjid tertua di ibu kota. Letaknya tersembunyi di pinggiran Pantai Marunda.

Dilansir dari detikTravel, salah satu pengurus Masjid Al Alam, Kusnadi, menceritakan bahwa menurut kisah turun-temurun dari para tetua kampung, masjid yang awalnya berbentuk surau ini didirikan oleh para wali (aulia) hanya dalam waktu satu malam. Karena itu, masjid ini dulunya sempat dinamakan Masjid Agung Aulia.

ADVERTISEMENT

"Sejarah (pembangunan) Masjid Al Marunda itu sangat singkat, Masjid Aulia Al Marunda dibangun dalam waktu semalam. Itu cerita dari orang tua kita bahwa didirikan dalam waktu semalam oleh para aulia," kata Kusnadi.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kemudian menetapkan masjid ini sebagai cagar budaya pada tahun 1975. Berdasarkan penelitian Dinas Kepurbakalaan pada tahun 1982, masjid dengan perpaduan arsitektur Jawa, Tionghoa, Eropa, dan Betawi ini diperkirakan dibangun pada abad ke-16, bertepatan dengan kedatangan Pasukan Fatahillah ke Batavia untuk menyerang Sunda Kelapa.

Masjid ini juga dikenal dengan nama Masjid Si Pitung karena letaknya dekat dengan Rumah Si Pitung dan diyakini pernah menjadi tempat napak tilas sang jawara Betawi tersebut. Uniknya lagi, di sini terdapat sumur "tiga rasa" yang airnya bisa terasa asin, tawar, atau manis bagi peziarah yang berbeda.

2. Masjid Agung Sang Cipta Rasa, Cirebon

Masjid Agung Sang Cipta RasaMasjid Agung Sang Cipta Rasa (Foto: Sudirman Wamad)

Beralih ke Jawa Barat, ada Masjid Agung Sang Cipta Rasa yang terletak di kawasan Keraton Kasepuhan Cirebon. Berbeda dengan masjid lainnya, kisah pembangunan semalam di masjid yang berdiri sejak tahun 1489 ini dinilai cukup masuk akal secara teknis.

Dikutip dari laporan detikTravel, seluruh warga Cirebon mengenal kisah bahwa Sunan Kalijaga memimpin langsung pembangunan masjid ini dari waktu magrib hingga subuh menjelang.

Meski terdengar mustahil, seorang wisatawan bernama Fitriani menilai hal itu bisa saja terjadi karena kejeniusan arsitektur zaman dulu. Jika diperhatikan, bangunan utama masjid ini dirancang menggunakan tiang-tiang kayu besar yang disetel menggunakan pasak tanpa paku sama sekali.

"Ini kan tiangnya disambung-sambung dengan pasak, kalau istilah sekarang ini namanya bangunan knock down. Dirakitnya kan cepat, mungkin saja memang dibangun dalam semalam," ujarnya.

Salah satu tiang yang terkenal di sini adalah 'Saka Tatal', yaitu tiang unik yang terbuat dari rangkaian potongan-potongan kayu (tatal) yang diikat menjadi satu kesatuan. Selain arsitekturnya yang menyerupai bangunan majapahit dan pintu masuk utama yang sengaja dibuat pendek agar jamaah membungkuk tanda hormat, masjid ini juga terkenal dengan tradisi 'Adzan Pitu'-kumandang azan jumat yang dilakukan oleh tujuh orang sekaligus.

3. Masjid Pangeran Purbaya, Tegal

Masjid Pangeran Purbaya, Tegal, Minggu (26/5/2019).Masjid Pangeran Purbaya, Tegal. (Foto: Imam Suripto/detikcom)

Kisah serupa juga dapat ditemukan di Desa Kalisoka, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Di sana berdiri Masjid Kasepuhan Pangeran Purbaya yang sangat erat kaitannya dengan sejarah berdirinya Kota Slawi.

Mengutip detikNews, salah satu tokoh keluarga Kasepuhan Kalisoka, Zamzami, mengungkapkan bahwa konon menurut cerita masyarakat, pembangunan masjid ini hanya memakan waktu sehari semalam tanpa ada masyarakat yang tahu.

Sejarah mencatat, pada 18 May 1601, pendiri Tegal bernama Ki Gede Sebayu menggelar sayembara untuk menebang pohon jati raksasa yang akan digunakan untuk membangun masjid. Sayembara itu diikuti oleh 25 peserta (dalam bahasa Jawa: selawe, yang menjadi asal-usul nama Slawi).

Sayembara dimenangkan oleh Pangeran Purbaya yang kemudian dinikahkan dengan anak Ki Gede Sebayu dan diutus menjadi ulama syiar Islam di sana. Hingga kini, bangunan masjid tersebut masih mempertahankan keaslian arsitekturnya yang unik, yaitu tidak memiliki kubah melainkan sebuah menara yang di bawahnya terdapat sumur untuk berwudhu.

4. Masjid Tiban, Malang

Masjid Tiban Malang mitosnya dibangun oleh jin dalam semalamMasjid Tiban Malang mitosnya dibangun oleh jin dalam semalam (Foto: Muhammad Aminudin)

Jika tiga masjid sebelumnya kental dengan nuansa kuno, lain halnya dengan Masjid Tiban yang berada di Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Masjid megah berlantai 10 dengan dominasi warna biru-putih ala Timur Tengah ini sempat viral karena dikabarkan dibangun dalam semalam dengan bantuan pasukan jin.

Melansir detikTravel dan jurnal ilmiah berjudul Pengembangan Wisata Religi dan Budaya Multikultural di Masjid Tiban Malang Jawa Timur yang disusun Ahmad Beady Busyrol Basyar, pihak pondok pesantren Salafiah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah (nama asli Masjid Tiban) dengan tegas membantah mitos tersebut. Kata 'Tiban' dalam bahasa Jawa memang berarti 'tiba-tiba', namun faktanya masjid ini tidak dibangun dalam semalam.

Proses pembangunan masjid sejatinya sudah berlangsung sangat lama, dimulai dari peletakan batu pertama pada tahun 1987 berdasarkan hasil istikharah KH Ahmad Bahru Mafdlaluddin Shaleh. Bangunan ini bahkan masih berstatus semi-permanen hingga tahun 1992.

Menariknya, arsitektur megah seluas total 8 hektare ini murni dikerjakan secara gotong royong oleh para santri dan warga sekitar menggunakan material tanah merah, tanah liat, dan lumpur. Kini, bangunan 10 lantai yang dilengkapi akuarium raksasa, kebun binatang mini, hingga area toko tersebut menjadi salah satu destinasi wisata religi paling magnetis di Jawa Timur.




(hnh/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads