Awal Mula 1 Muharram Ditetapkan sebagai Tahun Baru Islam

Awal Mula 1 Muharram Ditetapkan sebagai Tahun Baru Islam

Devi Setya - detikHikmah
Selasa, 09 Jun 2026 09:30 WIB
ilustrasi
Foto: Getty Images/EyeEm Mobile GmbH
Jakarta -

Tahun Baru Islam diperingati setiap tanggal 1 Muharram dalam kalender Hijriah. Bagi umat Islam di seluruh dunia, momen ini bukan sekadar pergantian tahun, tetapi juga menjadi waktu untuk melakukan introspeksi, memperbaiki diri, dan meningkatkan kualitas ibadah.

Mengapa 1 Muharram dipilih sebagai awal tahun Islam? Padahal peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah tidak terjadi tepat pada bulan Muharram.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejarah Kalender Hijriah

Mengutip buku Mengenal Hari-Hari Besar Islam karya Marfu'ah, S.Ag., dijelaskan pada masa Nabi Muhammad SAW dan awal pemerintahan Abu Bakar Ash-Shiddiq RA, umat Islam belum memiliki sistem penanggalan resmi yang digunakan secara luas.

Masyarakat Arab saat itu mengenal nama-nama bulan seperti Muharram, Safar, Rabiul Awal, dan seterusnya. Namun mereka belum menetapkan sistem tahun yang baku. Sebuah peristiwa biasanya dikenang berdasarkan kejadian besar yang terjadi pada tahun tersebut.

ADVERTISEMENT

Misalnya, kelahiran Nabi Muhammad SAW dikenal terjadi pada Tahun Gajah, yaitu tahun ketika pasukan Abrahah menyerang Ka'bah dengan gajah. Cara penanggalan seperti ini tentu menimbulkan kesulitan ketika wilayah Islam semakin luas dan administrasi pemerintahan semakin berkembang.

Kebutuhan akan sistem kalender yang teratur semakin mendesak pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab RA.

Dr. Muh. Rasywan Syarif dalam bukunya yang berjudul Perkembangan Perumusan Kalender Islam Internasional menjelaskan, dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa gubernur Basrah, Abu Musa Al-Asy'ari RA, pernah mengirim surat kepada Umar bin Khattab. Ia mengeluhkan banyaknya surat resmi dari pusat pemerintahan yang tidak mencantumkan tahun sehingga menimbulkan kebingungan dalam pelaksanaan administrasi.

Karena itulah Umar bin Khattab mengumpulkan para sahabat untuk bermusyawarah menentukan sistem penanggalan resmi bagi umat Islam.

Musyawarah Para Sahabat

Dalam musyawarah tersebut, para sahabat mengajukan beberapa usulan mengenai peristiwa yang layak dijadikan awal perhitungan tahun Islam.

Beberapa usulan yang muncul dari musyawarah ini antara lain:

1. Tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW.
2. Tahun diangkatnya Nabi menjadi rasul.
3. Tahun wafatnya Nabi Muhammad SAW.
4. Tahun hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah.

Setelah melalui pembahasan panjang, para sahabat sepakat memilih peristiwa hijrah sebagai titik awal kalender Islam.

Keputusan ini didasarkan pada pertimbangan bahwa hijrah merupakan peristiwa penting yang menjadi tonggak kebangkitan umat Islam. Dengan hijrah, kaum muslimin tidak lagi hanya menjadi komunitas kecil yang tertindas di Makkah, tetapi mulai membangun masyarakat Islam yang kuat dan mandiri di Madinah.

Muharram Dipilih Sebagai Awal Tahun

Para sahabat memiliki pertimbangan khusus dalam menetapkan Muharram sebagai bulan pertama kalender Islam.

Muharram Datang Setelah Musim Haji

Bulan Zulhijah merupakan bulan pelaksanaan ibadah haji. Setelah haji selesai, umat Islam seolah memulai lembaran baru kehidupan. Karena itu Muharram yang datang setelah Zulhijah dianggap tepat sebagai awal tahun.

Awal Tekad untuk Hijrah

Meskipun hijrah Nabi SAW berlangsung pada bulan Rabiul Awal, persiapan dan tekad untuk berhijrah sebenarnya mulai muncul setelah Baiat Aqabah yang terjadi pada bulan Zulhijah.

Setelah musim haji berakhir, umat Islam mulai mempersiapkan diri untuk hijrah ke Madinah. Oleh karena itu Muharram dianggap sebagai awal dari fase hijrah tersebut.

Termasuk Bulan Haram

Muharram merupakan salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT, yaitu Dzulqa'dah, Zulhijah, Muharram, dan Rajab.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surah At-Taubah ayat 36,

إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِى كِتَٰبِ ٱللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا۟ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ ۚ وَقَٰتِلُوا۟ ٱلْمُشْرِكِينَ كَآفَّةً كَمَا يُقَٰتِلُونَكُمْ كَآفَّةً ۚ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلْمُتَّقِينَ

Artinya: "Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa."

Hasil musyawarah para sahabat akhirnya menetapkan peristiwa hijrah Nabi SAW sebagai titik awal perhitungan tahun dan bulan Muharram sebagai bulan pertama dalam kalender Islam. Keputusan ini diambil pada masa pemerintahan Umar bin Khattab RA sekitar tahun ke-17 Hijriah.

Sejak saat itu umat Islam menggunakan kalender Hijriah untuk berbagai keperluan ibadah maupun administrasi pemerintahan.




(dvs/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads