Mengapa Air Telaga Rasulullah Disebut Lebih Putih dari Susu?

Mengapa Air Telaga Rasulullah Disebut Lebih Putih dari Susu?

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Sabtu, 06 Jun 2026 10:00 WIB
Beautiful lotus flower on the water in a park close-up.
Ilustrasi Telaga Rasulullah SAW (Foto: Getty Images/iStockphoto/cooperr007)
Jakarta -

Air telaga Rasulullah SAW disebut lebih putih dari susu. Sebagaimana diketahui, telaga ini diperuntukkan bagi orang-orang beriman.

Menukil dari At Tadzhib fi Adillati Matnil Ghaya wa Taqrib karya Imam Abu Husain Muslim bin Hajjaj al Qusyairi An Naisaburi terjemahan Abu Ahsan Usman, gelas-gelas telah disediakan di telaga tersebut. Jumlah gelasnya dikatakan melebihi banyaknya bintang di langit.

Terkait hal tersebut diterangkan dalam hadits dari Jabir bin Samurah RA, Rasulullah SAW bersabda:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ketahuilah bahwasanya aku adalah orang pertama yang akan tiba di telaga untuk memberi minum kalian. Jarak antara kedua telaga tersebut adalah seperti jarak antara Shan'a dan Ailah sedangkan gelas-gelasnya bagaikan hitungan bintang." (HR Muslim)

ADVERTISEMENT

Benarkah Air di Telaga Rasulullah Lebih Putih dari Susu?

Masih dari sumber yang sama, warna air di Telaga Rasulullah SAW yang disebut lebih putih dari susu dijelaskan dalam hadits dari Abdullah bin Amr. Berikut bunyi sabda Nabi SAW,

"Telagaku sejauh perjalanan sebulan; sisi-sisinya sama, airnya lebih putih dari susu, semerbaknya lebih wangi dari minyak kasturi dan wadahnya laksana bintang-bintang langit. Orang yang minum air di telaga itu tidak akan pernah merasa dahaga selama-lamanya." (HR Muttafaq 'Alaih)

Penyebutan lebih putih dari susu itu jadi kiasan metaforik dari sabda Nabi SAW. Maksudnya, putih susu digambarkan sebagai kesucian serta kenikmatan yang tidak bisa disamakan dengan apapun di bumi.

Warna putih pada susu kerap diartikan dengan kebersihan dan kemurnian. Dengan begitu, dapat dimaknai air telaga tersebut sangat jernih dan bersih.

Buya Yahya dalam ceramahnya juga menjelaskan terkait sifat-sifat dari Telaga Nabi Muhammad SAW, termasuk rasanya yang manis.

"Jangan berkata setelah itu, aduh gimana saya nggak suka manis nih. Di sana jadi suka, maksudnya apa ini gambaran bahasanya? Itu telaga sangat disenangi, yang meminumnya semua senang biarpun di dunia nggak suka manis," katanya dalam YouTube Al Bahjah TV. detikHikmah telah mendapat izin mengutip channel tersebut.

Telaga Nabi SAW Jadi yang Paling Besar

Dilansir dari Syarah Riyadhus Shalihin Imam Nawawi oleh Syaikh Muhammad Al Utsaimin terjemahan Munirul Abidin, Telaga Rasulullah SAW jadi yang paling besar di antara telaga para nabi lainnya. Setiap nabi memiliki telaga yang dijadikan tempat minum bagi umat-umatnya, tetapi tidak sebesar milik Nabi Muhammad SAW.

Hal itu dikarenakan umat Rasulullah SAW kelak mencapai sepertiga dari penghuni surga. Oleh sebab itu, telaga miliknya lebih besar dibanding yang lain.

Di Mana Lokasi Telaga Nabi Muhammad SAW?

Para ulama berbeda pendapat terkait lokasi telaga Rasulullah SAW. Menurut buku Al Madkhal ila Diarasah Al Akidah Al Islamiyyah susunan Sulaiman Abdullah Al Asyqar terjemahan Muhammad Misbah, lokasi telaga Rasulullah SAW adalah sebelum tempat lewat di atas Shirath.

Shirath adalah sebuah jembatan yang dibentangkan di atas Neraka sekaligus tempat manusia melintas menuju Surga. Sementara itu, Ibnu Hajar mengatakan bahwa mazhab Al Bukhari memiliki pendapat kalau Telaga Rasulullah SAW berada setelah Shirath.

Wallahu a'lam.




(aeb/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads