- Hukum Sholat Idul Adha Menurut Ulama Mazhab 1. Sunnah Muakkad 2. Fardhu Kifayah 3. Wajib
- Pendapat Mana yang Paling Kuat Terkait Hukum Sholat Idul Adha?
- Apakah Sholat Idul Adha Harus Berjamaah?
- Tata Cara Mengerjakan Sholat Idul Adha
- Bacaan Niat Sholat Idul Adha 1. Niat Sholat Idul Adha Sendiri 2. Niat Sholat Idul Adha sebagai Makmum 3. Niat Sholat Idul Adha sebagai Imam
Sholat Idul Adha dilakukan setiap 10 Zulhijah kalender Hijriah. Tahun ini, sholat Idul Adha berlangsung pada Rabu, 27 Mei 2026.
Biasanya, sholat Idul Adha dilakukan pagi hari tepatnya ketika matahari terbit setinggi tombak hingga sebelum masuk waktu zawal atau saat matahari mulai condong ke arah barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sholat Idul Adha disunnahkan dimulai lebih awal. Ini dikarenakan setelah sholat ada proses penyembelihan hewan kurban.
Dengan begitu, mengerjakan sholat Idul Adha lebih awal membuat muslim memiliki waktu lebih longgar untuk melaksanakan penyembelihan hewan kurban. Selain itu, sholat Idul Adha bisa dilakukan di tanah lapang atau area terbuka.
Dari Abu Said Al Khudri berkata,
"Kami Rasulullah SAW, biasa keluar pada hari Idul Fitri dan Idul Adha menuju tanah lapang." (HR Bukhari)
Meski demikian, muslim tetap boleh mengerjakan sholat Idul Adha di masjid terutama jika memang cuaca tidak mendukung seperti hujan, tempat yang sempit dan kendala lainnya.
Hukum Sholat Idul Adha Menurut Ulama Mazhab
Terdapat perbedaan terkait hukum sholat Idul Adha menurut para ulama mazhab. Dilansir dari buku Panduan Shalat Rasulullah karya Imam Abu Wafa, berikut pembahasannya.
1. Sunnah Muakkad
Mazhab Syafi'i dan mazhab Maliki berpendapat hukum mengerjakan sholat Id, baik itu Idul Fitri atau Idul Adha adalah sunnah muakkad yang berarti sangat dianjurkan. Mereka berdalil pada sabda Rasulullah SAW kepada seorang Arab Badui.
Nabi SAW bersabda,
"Lima kali sholat sehari semalam." Ia berkata, "Apakah ada kewajiban bagiku selainnya?" Beliau menjawab, "Tidak, melainkan jika kamu ingin mengerjakan yang sunnah." (HR Muslim)
2. Fardhu Kifayah
Pendapat kedua adalah fardhu kifayah yang berasal dari mazhab Hanbali. Ibnu Qudamah dalam kitab Al Mughni menyatakan hukum fardhu kifayah pada sholat Idul Adha menurut zahir mazhab merujuk pada dalil Al-Qur'an, yaitu surah Al Kautsar ayat 2.
Allah SWT berfirman,
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنْحَرْ
Artinya: "Maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah."
3. Wajib
Mazhab Hanafi berpandangan sholat Idul Adha adalah wajib bagi setiap muslim. Mereka berdalil terkait kebiasaan Rasulullah SAW tanpa pernah meninggalkannya satu kali pun.
Imam Al-Kasani berkata, "Dan yang benar ialah wajib dan ini pendapat teman-teman kami. Mereka berdalil dengan kebiasaan Nabi SAW tanpa pernah meninggalkannya walaupun sekali. Dan beliau tidak pernah sholat sunnah secara berjamaah melainkan sholat malam Ramadan, sholat kusuf dan sholat Idul Fitri dan Idul Adha."
Pendapat Mana yang Paling Kuat Terkait Hukum Sholat Idul Adha?
Masih dari sumber yang sama, pendapat yang terkuat dari ketiga pandangan ulama mazhab adalah sunnah muakkad. Pendapat tersebut jadi pandangan jumhur ulama.
Namun, ada juga yang menguatkan pendapat terkait hukum sholat Idul Adha wajib ain. Menurut mereka, dalil pada surah Al Kautsar ayat 2 menjelaskan perintah sholat Idul Adha. Meski begitu, sebagian ulama lain berpandangan maksud ayat tersebut adalah sholat secara umum, tidak khusus pada sholat Id.
Apakah Sholat Idul Adha Harus Berjamaah?
Sholat Idul Adha tidak harus dilakukan secara berjamaah. Menurut buku Fiqh Al-'Ibadat, 'Ilmiyyan 'Ala Madzhabi Al-Imam Asy-Syafi'i tulisan Syaikh Alauddin Za'tari terjemahan Abdul Rosyad Shiddiq, ibadah ini boleh dikerjakan secara munfarid atau sendiri.
Namun, muslim dianjurkan untuk melakukannya secara berjamaah. Tapi tidak masalah jika memang ingin mengerjakannya sendiri, utamanya ketika ada udzur yang menyebabkan seseorang tak bisa sholat berjamaah atau keluar rumah.
Tata Cara Mengerjakan Sholat Idul Adha
Tata cara sholat Idul Adha terdiri dari dua rakaat dengan 7 kali takbir pada rakaat pertama dan 5 kali takbir pada rakaat kedua. Berikut langkah-langkahnya yang dikutip dari buku Fiqih Islam tulisan Jauharul Eka Mawahib dan Siti Sulaikho.
1. Membaca niat sholat Idul Adha
2. Takbiratul ihram
3. Membaca doa iftitah
4. Takbir tujuh kali pada rakaat pertama, di antara takbir membaca doa berikut:
سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaaha illallah wallahu akbar
Artinya: "Mahasuci Allah, segala puji bagi-Nya, tiada tuhan selain Allah, Allah Mahabesar."
5. Membaca surah Al Fatihah
6. Membaca salah satu surah Al-Qur'an. Surah yang disarankan dibaca pada rakaat pertama salat Idul Adha adalah surah Qaf atau surah Al A'la
7. Lanjutkan dengan rukuk, iktidal, dan seterusnya sampai bangkit untuk rakaat kedua
8. Bertakbir lima kali dengan bacaan di antara tiap takbir yang sama dengan rakaat pertama. Berikut bacaannya,
سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaaha illallah wallahu akbar
Artinya: "Mahasuci Allah, segala puji bagi-Nya, tiada tuhan selain Allah, Allah Mahabesar."
9. Membaca surah Al Fatihah dan salah satu surah atau ayat dalam Al-Qur'an. Surah yang disarankan untuk dibaca pada rakaat kedua adalah surah Al Qamar atau surah Al Ghasyiyah
10. Lanjutkan gerakan sholat seperti biasa sampai salam
Bacaan Niat Sholat Idul Adha
Masih dari sumber yang sama, berikut niat sholat Idul Adha sendiri dan berjamaah.
1. Niat Sholat Idul Adha Sendiri
اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatan li Idil Adha rak'atayni adā'an lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Aku berniat salat sunnah Idul Adha dua rakaat karena Allah Ta'ala."
2. Niat Sholat Idul Adha sebagai Makmum
أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَــــالَى
Usholli sunnatan li'idil Adha rak'atayni ma'muman lillahi ta'ala
Artinya: "Aku berniat salat sunnah Idul Adha dua rakaat menjadi makmum karena Allah ta'ala."
3. Niat Sholat Idul Adha sebagai Imam
أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلهِ تَعَــــالَى
Usholli sunnatan li'idil Adha rak'atayni imaman lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku berniat salat sunnah Idul Adha dua rakaat menjadi imam karena Allah ta'ala."
(aeb/inf)
