Jemaah Tarekat Naqsyabandiyah Padang Gelar Salat Idul Adha Hari Ini

Jemaah Tarekat Naqsyabandiyah Padang Gelar Salat Idul Adha Hari Ini

Antara - detikHikmah
Selasa, 26 Mei 2026 13:39 WIB
Jamaah Tarekat Naqsyabandiyah di Kota Padang, Sumbar melaksanakan Salat Idul Adha 1447 Hijriah di Mushalla Surau Baru, Kecamatan Pauh, Selasa (26/5/2026).
Jamaah Tarekat Naqsyabandiyah di Kota Padang, Sumbar melaksanakan Salat Idul Adha 1447 Hijriah di Mushalla Surau Baru, Kecamatan Pauh, Selasa (26/5/2026). Foto: ANTARA/Muhammad Zulfikar
Jakarta -

Jemaah Tarekat Naqsyabandiyah di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), hari ini telah melaksanakan Salat Idul Adha 1447 Hijriah. Pelaksanaan lebaran haji ini terpaut satu hari lebih awal dibandingkan dengan ketetapan pemerintah yang jatuh pada Rabu besok.

Pengurus Mushalla Surau Baru, Zahar, mengungkapkan bahwa penentuan 10 Zulhijah bagi jemaah Naqsyabandiyah didasarkan pada metode perhitungan internal yang sudah ajek dilakukan secara turun-temurun.

"Dari perhitungan kami, Hari Raya Lebaran Haji jatuh hari ini dan itu sudah kami hitung dari awal Ramadhan," kata Zahar saat ditemui di Mushalla Surau Baru, Kota Padang, Selasa (26/5/2026), dikutip Antara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Zahar menambahkan, jemaah Tarekat Naqsyabandiyah setempat memang memiliki formulasinya sendiri dalam mengalkulasi penanggalan penting Islam, termasuk penetapan 1 Ramadan maupun 1 Syawal.

Ia menekankan bahwa perbedaan jadwal pelaksanaan hari besar ini bukanlah persoalan besar. Bagi jemaah, esensi utama dari ibadah ini adalah ketulusan amalan dan kedekatan kepada Sang Maha Pencipta.

ADVERTISEMENT

"Tidak apa-apa ada perbedaan yang penting tujuannya sama," ujarnya.

Mushalla Surau Baru ini diketahui memiliki nilai sejarah panjang. Sejak berdiri pada tahun 1910 silam, tempat ibadah ini selalu menjadi pusat bagi jemaah Naqsyabandiyah. Jemaahnya pun tak hanya berasal dari wilayah Kecamatan Pauh, melainkan berdatangan dari berbagai penjuru kabupaten/kota di Sumbar.

Salah seorang jemaah, Juni, mengaku sudah rutin mengikuti salat hari raya di mushala tersebut bersama keluarga besarnya sejak ia masih kecil. Ia pun mengaku menghormati keputusan jemaah lain maupun pemerintah yang baru merayakannya esok hari.

"Saya sudah sejak kecil diajak orang tua untuk salat di sini terutama Idul Adha dan Idul Fitri," tutur Juni.

Sebagai informasi, pemerintah melalui Kementerian Agama sebelumnya telah menggelar sidang Isbat dan menetapkan 1 Zulhijah jatuh pada Senin (18/5). Atas dasar tersebut, pemerintah mengumumkan Hari Raya Idul Adha jatuh pada Rabu, 27 Mei.

Langkah pemerintah ini sejalan dengan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Berdasarkan metode Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), Muhammadiyah menetapkan Hari Arafah 9 Zulhijah jatuh pada Selasa (26/5) hari ini, dan menyelenggarakan Salat Idul Adha 10 Zulhijah pada Rabu, 27 Mei besok.



(hnh/inf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads