Ternyata Ada Area di Masjidil Haram yang Dulunya Rumah Nabi

Ternyata Ada Area di Masjidil Haram yang Dulunya Rumah Nabi

Daffa Ichyaul Majid Sarja - detikHikmah
Minggu, 10 Mei 2026 18:00 WIB
Ternyata Ada Area di Masjidil Haram yang Dulunya Rumah Nabi
Perpustakaan Makkah Al Mukarramah. Foto: Getty Images/Yanuar Dani Alfarizi
Jakarta -

Masjidil Haram di Makkah tidak hanya menjadi pusat ibadah bagi seluruh umat Islam di dunia, tetapi juga menyimpan jejak sejarah peradaban.

Di antara gedung-gedung megah yang mengelilinginya, terdapat satu sudut yang sangat istimewa. Sebuah area yang dulunya merupakan rumah tempat kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Area bersejarah ini kini tidak lagi berbentuk rumah tinggal, melainkan telah dialihfungsikan menjadi sebuah perpustakaan. Untuk itu, berikut sejarah dan fakta di balik bangunan sederhana yang sarat makna tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rumah Nabi Muhammad di Area Masjidil Haram

Rumah Nabi Muhammad yang berada di area Masjidil Haram, merujuk pada tempat kelahiran beliau yang juga merupakan rumah Abdul Muthalib. Kini, bangunan bersejarah tersebut dialihfungsikan sebagai perpustakaan publik yang dikenal sebagai Maktabah Makkah Al-Mukarramah.

Dinukil dari buku Situs-Situs dalam Al-Qur'an karya Syahruddin El-Fikri, berdasarkan pendapat Caussin de Percevel dalam Essay sur l'Historie des Arabes, Husein Haykal menyatakan, Nabi Muhammad dilahirkan di Kota Makkah pada bulan Agustus tahun 570 M.

ADVERTISEMENT

Nabi Muhammad dilahirkan di rumah kakeknya yang bernama Abdul Muthalib. Rumah tersebut dipercaya telah dijadikan perpustakaan (Maktabah) Makkah Al-Mukarramah.

Menurut sejumlah pihak, alasan dijadikannya rumah tersebut sebagai perpustakaan adalah untuk menghindari pemujaan oleh sebagian umat Islam terhadap tempat tersebut. Bahkan, kalangan Wahabi sebenarnya bermaksud menghancurkan tempat tersebut, agar tidak dijadikan sebagai berhala-berhala baru.

Hal yang sama direncanakan oleh pemerintah Arab Saudi, mereka juga berniat untuk menghancurkan bangunan tersebut, dengan alasan untuk memperluas Masjidil Haram. Namun, rencana tersebut akhirnya dibatalkan.

Menurut Sirah an-Nabawiyah, tempat kelahiran Nabi Muhammad SAW tersebut dulunya dikenal sebagai lembah Abu Thalib. Namun, ketika Nabi Muhammad hijrah ke Madinah, rumah tersebut ditempati oleh Aqil bin Abi Thalib, yang kemudian dilanjut oleh keturunannya, hingga akhirnya rumah tersebut dibeli oleh Khaizuran.

Dalam perkembangannya, di lokasi tersebut sempat dibangun sebuah masjid oleh Al-Khaizuran yang merupakan ibu dari Khalifah Harun al-Rasyid, khalifah kelima Dinasti Abbasiyah. Namun, bangunan tersebut kemudian dihancurkan dan dijadikan perpustakaan oleh Syekh Abbas Ottoman (1370 H/1950 M).

Kini umat Islam dapat dengan mudah mengenali tempat tersebut, karena di atasnya tertulis Maktabah Makkah al-Mukarramah. Bangunan tersebut memiliki ukuran sekitar 10 x 18 meter, tampak sangat sederhana jika dibandingkan dengan bangunan lainnya.

Bahkan, pemerintah Arab Saudi terkadang membiarkan bangunan tersebut terkunci, karena khawatir akan terjadinya pemujaan terhadap tempat tersebut

Di samping kiri bangunan tersebut, terdapat sebuah gudang yang digunakan untuk menyimpan barang-barang yang tidak terpakai. Sementara pada bagian kanan, langsung berhadapan dengan tempat pengambilan air zam-zam.

Bagian belakangnya berbatasan langsung dengan jalan yang biasa dilalui oleh masyarakat maupun jemaah haji dan umrah yang akan melaksanakan ibadah ke Masjidil Haram.




(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads