Ini 5 Dosa yang Membuat Amal Kebaikan Hilang

Ini 5 Dosa yang Membuat Amal Kebaikan Hilang

Devi Setya - detikHikmah
Kamis, 07 Mei 2026 06:30 WIB
ghibah
ilustrasi Foto: Getty Images/Aang Permana
Jakarta -

Setiap ibadah, sedekah, dan perbuatan baik akan dicatat sebagai pahala yang kelak menjadi penolong di akhirat. Namun, tidak semua amal kebaikan akan tetap utuh.

Ada beberapa dosa yang dapat menghapus bahkan menggugurkan pahala yang telah dikumpulkan dengan susah payah. Hal ini menjadi pengingat bagi seorang muslim agar senantiasa menjaga amal baiknya dan menghindari hal yang dapat merusaknya.

Dalam Al-Qur'an surat Al-Kahfi ayat 103-104, Allah SWT berfirman,

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

قُلۡ هَلۡ نُنَبِّئُكُم بِٱلۡأَخۡسَرِينَ أَعۡمَٰلًا ١٠٣ٱلَّذِينَ ضَلَّ سَعۡيُهُمۡ فِي ٱلۡحَيَوٰةِٱلدُّنۡيَا وَهُمۡ يَحۡسَبُونَ أَنَّهُمۡ يُحۡسِنُونَ صُنۡعًا ١٠٤

Artinya; "Katakanlah: "Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya".

ADVERTISEMENT

Dosa yang Membuat Amal Baik Hilang

Mengutip buku Yang Bangkrut dan Yang Untung di Alam Kubur karya Al-Hafizh Taqiyuddin al- Jurjani, berikut beberapa dosa yang menghilangkan pahala kebaikan:

1. Riya' (Pamer)

Riya adalah melakukan ibadah atau kebaikan dengan tujuan ingin dilihat, dipuji, atau diakui oleh orang lain. Secara lahiriah, perbuatan tersebut tampak baik, tetapi niat di dalamnya tercampur dengan kepentingan duniawi.

Dalam Islam, niat merupakan inti dari setiap amal. Ketika niat tidak lagi murni karena Allah SWT, maka pahala dari amal tersebut bisa hilang. Riya termasuk dosa yang sangat halus, karena sering kali tidak disadari.

Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda,

"Sesungguhnya sesuatu yang paling aku khawatirkan pada kalian adalah syirik kecil. Mereka bertanya, "Apakah syirik kecil itu wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, riya. Allah 'Azza Wajalla pada hari kiamat ketika memberi balasan amal para hamba berfirman, pergilah kalian kepada mereka yang kalian riya di hadapan mereka ketika kalian berada di dunia lalu perhatikan apakah kalian mendapatkan pada mereka balasan?" (HR. Ahmad)

2. Mengungkit-ungkit Pemberian

Sedekah adalah salah satu amal yang sangat dianjurkan. Namun, pahala sedekah bisa lenyap jika diiringi dengan sikap mengungkit-ungkit pemberian atau menyakiti hati penerima.

Mengungkit pemberian menunjukkan bahwa seseorang belum sepenuhnya ikhlas. Padahal, keikhlasan adalah syarat utama diterimanya amal.

Seorang yang melakukan kebaikan namun terus mengungkitnya maka pahalanya akan gugur laksana debu yang beterbangan. Dalam Al-Qur'an surat Al-Furqan ayat 23, Allah SWT berfirman,

وَقَدِمْنَآ اِلٰى مَا عَمِلُوْا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنٰهُ هَبَاۤءً مَّنْثُوْرًا ٢٣

Artinya: "Kami perlihatkan segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan."

3. Hasad

Hasad adalah perasaan tidak suka terhadap nikmat yang dimiliki orang lain, bahkan berharap nikmat tersebut hilang darinya. Dalam Islam, sifat ini sangat berbahaya karena dapat menghapus pahala kebaikan.

Allah SWT berfirman dalam surat An-Nisa ayat 32,

وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللّٰهُ بِهٖ بَعْضَكُمْ عَلٰى بَعْضٍ ۗ لِلرِّجَالِ نَصِيْبٌ مِّمَّا اكْتَسَبُوْا ۗ وَلِلنِّسَاۤءِ نَصِيْبٌ مِّمَّا اكْتَسَبْنَ ۗوَسْـَٔلُوا اللّٰهَ مِنْ فَضْلِهٖ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمًا

Artinya: "Janganlah kamu berangan-angan (iri hati) terhadap apa yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain. Bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan dan bagi perempuan (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala sesuatu."

4. Ghibah (Menggunjing)

Ghibah adalah membicarakan keburukan orang lain di belakangnya, meskipun hal tersebut benar adanya. Perbuatan ini sering dianggap sepele, padahal dampaknya sangat besar.

Dalam sebuah perumpamaan, ghibah diibaratkan seperti memakan daging saudara sendiri yang telah meninggal. Gambaran ini menunjukkan betapa buruknya perbuatan tersebut.

Rasulullah SAW bersabda, "Ketika saya dimikrajkan, saya melewati suatu kaum yang memiliki kuku dari tembaga sedang mencakar wajah dan dada mereka. Saya bertanya: 'Siapakah mereka ini wahai Jibril? Jibril menjawab: Mereka adalah orang-orang yang memakan daging manusia (gibah) dan melecehkan kehormatan mereka'." (HR. Abu Daud)

5. Kufur Nikmat

Kufur nikmat adalah tidak mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT. Bentuknya bisa berupa keluhan berlebihan, tidak mengakui karunia Allah, atau menggunakan nikmat untuk hal yang tidak baik.

Sikap ini dapat mengurangi bahkan menghilangkan keberkahan dalam hidup. Amal kebaikan yang dilakukan juga bisa kehilangan nilainya jika seseorang tidak memiliki rasa syukur.




(dvs/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads