Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hassan menyebut konsep halal kini telah mengalami pergeseran makna secara global. Halal tidak lagi hanya dipandang sebagai urusan agama Islam semata, melainkan sudah menjadi simbol kesehatan dan gaya hidup berkualitas.
"Halal itu for all ya, untuk semua. Halal bukan hanya untuk umat Islam saja," kata Haikal Hassan acara Puncak Festival Syawal LPPOM 1447 H di Palmerah, Jakarta Barat, Kamis (30/4/2026) di Palmerah.
"Karena halal telah bergeser menjadi pengertian symbol of health, symbol of clean, symbol elite food," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Haikal membeberkan bagaimana berbagai negara di dunia memandang produk halal. Di Eropa, halal dikenal sebagai makanan elit (elite food), sementara di China menjadi mesin pertumbuhan ekonomi (growth economic engine).
"Dan halal di dunia telah berkembang pengertiannya. Sebagaimana di Eropa itu disebut elite food. Di Cina disebut growth economic engine, mesin pertumbuhan ekonomi," tutur Haikal Hassan.
"Di Korea disebut double clean, di Amerika symbol of health, di Australia halal itu customer satisfaction. Jadi halal itu sudah menjadi kebutuhan," tambahnya.
Bahkan, ia menyebut standar kesehatan dunia (WHO) secara tersirat mengakui prinsip halal. Seperti proses penyembelihan yang memastikan darah terpisah dari daging untuk menjamin kualitas kesehatan makanan.
Bukan hanya urusan agama Islam semata, tapi juga urusan kesehatan, kebutuhan hidup. WHO telah mencatumkan, mungkin bukan kata-kata halal di WHO dunia ya, badan kesehatan dunia. Tapi disebutkan bahwa makanan sehat itu darah terpisah dari dagingnya ketika sembelih," tukasnya.
(lus/lus)












































Komentar Terbanyak
JK Bertemu Tokoh Ormas Islam, Bahas Kasus Dugaan Penistaan Agama
Saat Petugas Haji Ganti Popok Lansia di Bandara Madinah
Jemaah Bisa Curhat dan Langsung Adukan Masalah di Aplikasi Kawal Haji