Nabi Ya'kub adalah asal mula terbentuknya Bani Israil yang terbagi menjadi 12 suku. 12 suku Bani Israil ini berasal dari anak-anaknya yang kemudian berkembang menjadi kelompok-kelompok besar dengan identitas masing-masing.
Dalam sejarah Islam, keberadaan 12 suku Bani Israil tidak hanya berkaitan dengan garis keturunan, tetapi juga perjalanan panjang sebuah kaum yang penuh ujian. Kisah mereka banyak diabadikan dalam Al-Qur'an sebagai pelajaran tentang keimanan, kepemimpinan, dan ketaatan kepada Allah.
Memahami 12 suku Bani Israil menjadi penting untuk melihat bagaimana peran para nabi dari keturunan mereka membentuk sejarah peradaban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
12 Suku Bani Israil
Suku Israel merupakan sebutan bagi dua belas kelompok dalam Bani Israil. Pembagian ini didasarkan pada garis keturunan dari dua belas putra Nabi Ya'kub.
Kedua belas putra Nabi Ya'kub tersebut kemudian berkembang menjadi 12 kabilah besar dalam Bani Israil. Hal ini juga disebutkan dalam Al-Qur'an.
وَقَطَّعْنٰهُمُ اثْنَتَيْ عَشْرَةَ اَسْبَاطًا اُمَمًا (الاعراف : ١٦٠)
Artinya: "Dan Kami bagi mereka ke dalam dua belas suku yang masing-masing berjumlah besar" (QS Al-A'raf [7]: 160).
Diceritakan dalam buku The Prophet: Kisah Hikmah 25 Nabi Allah, Nabi Ya'kub memiliki dua istri utama, yaitu Lea dan Rahel, yang merupakan putri dari Laban, pamannya.
Selain itu, ia juga memiliki dua gundik (budak perempuan) bernama Bilha dan Zilpa yang turut melahirkan keturunannya.
Dari Lea, Yakub memiliki enam anak laki-laki, yaitu Ruben, Simeon, Lewi, Yehuda, Isakhar, dan Zebulon, serta seorang anak perempuan bernama Dina. Sementara dari Rahel, ia mendapatkan dua anak terakhir yang sangat dikenal, yaitu Yusuf dan Benyamin.
Adapun dari Bilha, yang merupakan gundik (budak perempuan) Rahel, lahir dua anak bernama Dan dan Naftali. Sedangkan dari Zilpa, yang merupakan gundik Lea, Yakub memiliki dua anak lainnya, yaitu Gad dan Asyer, yang melengkapi total dua belas putra sebagai asal-usul 12 suku Bani Israil.
Daftar Lengkap Anak Nabi Ya'kub
Berikut daftar lengkap anak Nabi Ya'kub yang kemudian berkembang menjadi 12 suku Bani Israil.
1. Ruben
2. Simeon
3. Lewi yang menurunkan banyak nabi dan imam, seperti Musa, Harun, Samuel, Ilyas, Zakariyya, dan Yahya
4. Yehuda, menurunkan nabi sekaligus raja, yaitu Dawud dan Sulaiman
5. Isakhar
6. Zebulon
7. Dan
8. Naftali
9. Gad
10. Asyer
11. Yusuf, menurunkan Nabi Yusya' dan Ilyasa'
12. Benyamin, menurunkan Nabi Yunus
Sebagian ulama berpendapat bahwa Bani Israil merupakan keturunan Nabi Ya'qub yang berasal dari dua belas anaknya. Pada masa Nabi Musa, dua belas kelompok besar ini masih terjaga sebagai satu kesatuan suku yang utuh.
Al-Qur'an mengisahkan saat Bani Israil mengalami kehausan, Nabi Musa memukul batu dengan tongkatnya hingga memancarkan air. Dari peristiwa tersebut, muncul dua belas mata air yang masing-masing diperuntukkan bagi setiap suku secara terpisah.
Setiap suku Israel memperoleh bagian tanah pusaka yang diwariskan secara turun-temurun kepada keturunan laki-laki mereka.
Namun, suku Lewi tidak menerima wilayah khusus karena memiliki peran sebagai kaum imam yang hidup di tengah suku-suku lainnya. Sementara itu, suku Yusuf mendapatkan keistimewaan berupa berkat ganda, sehingga warisannya dibagi kepada dua anaknya, yaitu Efraim dan Manasye.
Dengan pembagian tersebut, wilayah Kanaan akhirnya terbagi menjadi dua belas bagian di antara suku-suku Israel. Pada perkembangannya, kedua belas suku ini mencapai masa kejayaan pada era pemerintahan Nabi Sulaiman sekitar abad ke-10 SM.
Setelah wafatnya Nabi Sulaiman, persatuan 12 suku Bani Israil mulai terpecah menjadi dua wilayah kekuasaan. Sepuluh suku berada di wilayah utara dalam Kerajaan Israel dengan pusat di Samaria, sementara dua suku lainnya menetap di selatan dalam Kerajaan Yehuda yang beribu kota di Yerusalem.
Pada abad ke-8 SM, Kerajaan Israel di wilayah utara diserang oleh bangsa Asyur. Serangan ini menyebabkan kehancuran besar, di mana banyak penduduk terbunuh, ditawan, dan dijadikan budak, sementara sebagian kecil melarikan diri ke selatan.
Akibat peristiwa tersebut, sepuluh suku di utara kemudian dianggap hilang dari catatan sejarah. Bani Israil yang tersisa hanya berasal dari dua suku, yaitu Yehuda dan Benyamin, yang menetap di Kerajaan Yehuda di wilayah selatan.
(lus/lus)












































Komentar Terbanyak
Diskusi Seru DPR dan Kemenhaj soal Strategi Pangkas Antrean Jemaah Haji
Tutup Kekurangan Biaya Haji Rp 1,77 T, Menhaj: Kami Masih Diskusi dengan DPR
Nabi-nabi dari Kalangan Bani Israil, Ini Daftar Lengkapnya