Kapan 1 Dzulqodah 2026? Ini Perkiraan Tanggal dan Keutamaannya

Kapan 1 Dzulqodah 2026? Ini Perkiraan Tanggal dan Keutamaannya

Tia Kamilla - detikHikmah
Rabu, 15 Apr 2026 08:45 WIB
Ramadan Kareem greeting. Family at window looking at Islamic city with mosque skyline, crescent moon and stars. Muslim parents and children pray. Mother, father and kids celebrate end of fasting.
Foto: Getty Images/iStockphoto/FamVeld
Jakarta -

Awal bulan Dzulqodah 2026 menjadi pertanyaan banyak umat Islam. Dzulqodah sendiri adalah bulan ke-11 dalam kalender Hijriah.

Bulan ini termasuk bulan suci yang berada sebelum Dzulhijjah. Di dalamnya, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah dan melakukan banyak amalan baik.

Mengutip buku 12 Bulan Mulia: Amalan Sepanjang Tahun oleh Abdurrahman Ahmad As-Sirbuny, dijelaskan bahwa Dzulqodah adalah salah satu dari bulan haram dalam Islam, yaitu bulan yang dimuliakan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini disebutkan dalam firman Allah SWT pada surah At Taubah ayat 36,

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ

ADVERTISEMENT

Inna 'iddatasy-syuhūri 'indallāhiṡnā 'asyara syahran fī kitābillāhi yauma khalaqas-samāwāti wal-arḍa minhā arba'atun ḥurum(un), żālikad-dīnul-qayyim(u), falā taẓlimū fīhinna anfusakum wa qātilul-musyrikīna kāffatan kamā yuqātilūnakum kāffah(tan), wa'lamū annallāha ma'al-muttaqīn(a).

Artinya: "Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauhulmahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu), dan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa.

Nabi Muhammad SAW menjelaskan dalam hadits shahih bahwa empat bulan haram yang tersebut adalah Dzulqodah, Dzulhijjah, Muharam, dan Rajab. Beliau bersabda,

"Sesungguhnya zaman ini telah berjalan (berputar) sebagaimana perjalanan awalnya ketika ketika Allah menciptakan langit dan bumi, yang mana satu tahun itu ada dua belas bulan Diantaranya ada empat bulan haram, tiga bulan yang (letaknya) berurutan, yaitu Zulkaidah, Zulhijah, dan Muharam, kemudian bulan Rajab Mudhar yang berada di antara Jumada (Akhir) dan Sya'ban" (HR Bukhari dan Muslim)

Lalu, kapan 1 Dzulqodah 2026 ini? Apa saja keutamaan dan amalan sunnah yang bisa dilakukan? Ini dia penjelasan lengkapnya.

Kapan 1 Dzulqodah 1447 H/2026 M?

Mengutip buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun karya Ustadz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, dijelaskan bahwa "Dzulqodah" berarti duduk atau berhenti. Disebut demikian karena pada masa dahulu orang Arab mulai berhenti dari peperangan dan lebih banyak beristirahat pada bulan ini.

Dzulqodah juga termasuk bulan haram (bulan suci) yang dilarang untuk peperangan atau pertumpahan darah. Bulan ini sebelumnya dikenal dengan nama bulan Huwa'.

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 terbitan Ditjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama RI, 1 Dzulqodah 1447 H diperkirakan jatuh pada Minggu, 19 April 2026.

Sementara itu, Muhammadiyah telah menetapkan bahwa 1 Zulkaidah 1447 H akan jatuh pada Sabtu, 18 April 2026.

Keutamaan Bulan Dzulqodah

Selain termasuk bulan haram atau bulan suci dalam Islam, Dzulqodah juga memiliki keutamaan lain. Salah satunya, beberapa ibadah umrah yang dilakukan Nabi Muhammad SAW terjadi pada bulan ini, termasuk umrah yang kemudian dilanjutkan dengan ibadah haji.

Walaupun Nabi SAW memulai ihram umrah di bulan Dzulqodah, pelaksanaannya ada yang disempurnakan pada bulan Zulhijah bersamaan dengan haji beliau.

Dalam kitab Jawami' as-Sirah an-Nabawiyah karya Ibnu Hazm al-Andalusi disebutkan bahwa Rasulullah SAW beberapa kali melaksanakan haji dan umrah, baik sebelum maupun sesudah diangkat menjadi nabi, meski jumlah pastinya tidak dirinci secara detail.

Sumber lain juga menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW melakukan umrah sebanyak empat kali, yaitu:

1. Umrah Hudaibiyah

Nabi Muhammad SAW memulai umrah ini, tetapi tidak disempurnakan. Beliau kemudian bertahallul dan kembali.

2. Umrah Qadha

Umrah ini dilakukan untuk mengganti umrah sebelumnya yang belum sempurna.

3. Umrah Ji'ranah

Dilakukan pada masa Fathu Makkah saat pembagian harta rampasan perang Hunain. Sebagian pendapat menyebutkan terjadi di akhir Syawal, sementara yang lain mengatakan pada bulan Dzulqodah.

4. Umrah Haji Wada'

Umrah ini dilaksanakan bersamaan dengan haji Wada'. Hal ini didukung oleh dalil shahih dan menjadi pendapat mayoritas ulama.

Amalan Sunnah Bulan Dzulqodah

Selain melaksanakan umrah, Nabi Muhammad SAW juga mengerjakan puasa sunnah, sebagaimana dijelaskan Abdul Wahid dalam buku Rahasia dan Keutamaan Puasa Sunah.

Rasulullah SAW bersabda, "Berpuasalah pada bulan-bulan haram dan tinggalkanlah, berpuasalah pada bulan pada bulan-bulan haram dan tinggalkanlah, berpuasalah pada bulan-bulan haram dan tinggalkanlah."

Selain itu, umat Islam juga dianjurkan melakukan puasa ayyamul bidh di bulan Dzulqodah, yaitu puasa pada pertengahan bulan Hijriah pada tanggal 13, 14, dan 15.

Niat Puasa Ayyamul Bidh

Dikutip dari buku Koleksi Doa & Dzikir Sepanjang Masa karya Ali Amrin Al Qurawy, berikut ini adalah niat puasa ayyamul bidh yang bisa diamalkan,

نَوَيْتُ صَوْمَ يومَ الْبِيْضُ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Arab latin: Nawaitu shauma yaumul biidh sunnatal lillaahi-ta'aalaa.

Artinya: "Saya niat berpuasa sunah yaumul bidh (hari putih) karena Allah Ta'ala".



(lus/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads