Selamat! Putri Gus Dur, Inayah Wahid, Resmi Menikah dengan Ra Mamak

Selamat! Putri Gus Dur, Inayah Wahid, Resmi Menikah dengan Ra Mamak

Indah Fitrah Yani - detikHikmah
Selasa, 07 Apr 2026 11:00 WIB
Pernikahan Putri Gus Dur Inayah Wahid dengan Lora asal Sumenep
Inayah Wahid dan KH Muhammad Shalahuddin A. Warits (Ra Mamak). Foto: Istimewa
Jakarta -

Inayah Wulandari Wahid telah menikah dengan KH Muhammad Shalahuddin A. Warits yang akrab disapa Ra Mamak. Inayah merupakan putri almarhum Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Acara pernikahan keduanya digelar pada 5 April 2026 di Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Raya, Sumenep, Madura, Jawa Timur. Informasi mengenai acara tersebut diketahui dari unggahan yang beredar di media sosial.

Dalam unggahan itu, Inayah terlihat mengenakan busana putih dengan kerudung senada. Ra Mamak juga tampil dengan pakaian bernuansa putih. Acara tersebut dihadiri keluarga serta kerabat dekat kedua mempelai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melansir dari detikJatim, Inayah yang akrab disapa Ning Inayah dipersunting oleh Muhammad Shalahuddin, pengasuh muda Pondok Pesantren Annuqayah yang juga dikenal dengan sebutan Lora Mamak.

Kabar tersebut pun dibenarkan oleh Mohammad Hosnan Nafie yang merupakan bagian dari keluarga besar Pondok Pesantren Annuqayah sekaligus Rektor Universitas Annuqayah Guluk-Guluk.

ADVERTISEMENT

"Ning Inayah Wahid binti KH. Abdurrahman Wahid menikah dengan Muhammad Shalahuddin atau Lora Mamak bin KH. Abd. Warits Ilyas," ujar KH. Hosnan, Selasa (7/4/2026).

KH Hosnan juga menjelaskan bahwa akad nikah keduanya sebenarnya telah berlangsung lebih dulu pada awal tahun 2025 di Ciganjur.

"Keduanya telah diakadkan pada Rabu, 22 Rajab 1446 Hijriah, bertepatan dengan 22 Januari 2025 di Ciganjur dengan wali nikah Umar Wahid," terangnya.

Diketahui Ra Mamak lahir pada 16 April 1982. Ia dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Raya di Sumenep.

Selain mengasuh pesantren, ia juga aktif mengajar sebagai dosen tetap di Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) sejak tahun 2015. Ra Mamak juga dikenal sebagai kiai yang menguasai beberapa bahasa, seperti bahasa Inggris, Arab, dan Prancis.

Sementara itu, Inayah Wulandari Wahid lahir di Jakarta pada 31 Desember 1982. Ia dikenal aktif di berbagai ruang publik sebagai aktivis yang menyuarakan isu gender, keberagaman, hingga lingkungan.

Di luar aktivitas advokasi, Inayah juga pernah terjun ke dunia seni. Ia menempuh jalur seni panggung dan televisi. Atas kiprahnya tersebut, Inayah menerima Apresiasi Perempuan Berpengaruh pada Agustus 2023.

Artikel selengkapnya di detikJatim.



(inf/erd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads