Niat Sholat Jenazah Lengkap dengan Hukum dan Tata Caranya

Niat Sholat Jenazah Lengkap dengan Hukum dan Tata Caranya

Daffa Ichyaul Majid Sarja - detikHikmah
Jumat, 03 Apr 2026 13:00 WIB
Close Up Shot of Muslim People Tied Hands. One Persons Hand on Foreground is in Focus and the Others on Background is Out of Focus. Coffins also in front of the People. Islamic Ceremony for Dead People. Whorshippers Standing next to the Coffins and Pray.
Ilustrasi sholat jenazah. Foto: Getty Images/iStockphoto/OzanSatioglu
Jakarta -

Sholat jenazah bukan sekadar ibadah, melainkan bentuk penghormatan terakhir sekaligus doa bagi saudara seiman yang telah meninggal dunia. Ibadah ini memiliki kedudukan mulia dalam Islam, bahkan terdapat keutamaan bagi siapa saja yang melaksanakannya.

Pelaksanaan sholat jenazah berbeda dengan sholat fardhu, dari segi niat dan tata caranya. Untuk itu, berikut ulasan lengkap mengenai hukum, keutamaan, bacaan niat, serta tata cara sholat jenazah sesuai syariat islam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hukum dan Keutamaan Sholat Jenazah

Dinukil dari buku Fikih Sunnah karya Sayyid Sabiq, ulama ahli fiqih sepakat hukum sholat jenazah adalah fardhu kifayah. Fardhu kifayah adalah fardhu yang apabila telah dilakukan oleh sebagian umat Islam, maka gugurlah umat Islam seluruhnya dari dosa. Namun, jika tak ada yang mengerjakannya, seluruh umat Islam akan berdosa.

Dalil sholat jenazah mengacu pada hadits Rasulullah SAW. Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, ia berkata bahwasanya Rasulullah SAW diminta untuk menyolati jenazah yang masih memiliki utang, lalu ia bertanya, "Apakah ia meninggalkan harta yang dapat dipergunakan untuk melunasi utangnya?" Jika mereka menjawab bahwa ia meninggalkan harta untuk melunasi utangnya, maka beliau akan menyolatinya, dan jika tidak, beliau bersabda kepada kaum muslimin, "Sholatlah untuk teman kalian." (HR Bukhari dan Muslim)

ADVERTISEMENT

Dalam hadits lain, telah disebutkan keutamaan dari sholat jenazah. Abu Hurairah RA berkata, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ تَبِعَ جَنَازَةً وَصَلَّى عَلَيْهَا فَلَهُ قِيرَاطٌ وَمَنْ تَبِعَهَا حَتَّى يُفْرَغَ مِنْهَا فَلَهُ قِيرَاطَانِ، أَصْغَرَهُمَا مِثْلُ أُحُدٍ أَوْ أَحَدَهُمَا مِثْلُ أُحُدٍ

Artinya: "Siapa yang mengantar jenazah dan menyolatkanya, maka baginya satu qirath. Siapa mengantar jenazah sampai selesai (proses pemakamannya), maka baginya dua qirath. Yang paling kecil adalah seperti gunung Uhud atau salah satu dari keduanya adalah seperti Gunung Uhud." (HR Bukhari)

Posisi Imam Saat Sholat Jenazah

Dijelaskan dalam buku Panduan Lengkap Ibadah Menurut Al-Qur'an, Al-Sunnah, dan Pendapat Para Ulama karya Muhammad Al-Baqir, imam disunnahkan untuk berdiri di hadapan kepala jenazah laki-laki, seraya menghadap ke arah kiblat. Apabila jenazahnya perempuan, posisi imam berada di hadapan bagian tengah tubuh jenazah, seraya menghadap ke arah kiblat. Kedua hal ini telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Apabila jumlah jenazah yang disholati terdiri dari laki-laki dan perempuan, maka boleh melaksanakan sholat atas keduanya secara bersamaan. Namun, menurut Imam Syafi'i lebih utama jika dilakukan secara satu per satu.

Apabila sholat dilakukan secara bersamaan untuk kedua jenazah, makan jenazah-jenazah tersebut di baris dalam satu shaf, yang laki-laki lebih dekat ke imam, kemudian anak-anak (jika ada) dan kaum perempuan lebih dekat ke arah kiblat.

Bacaan Niat Sholat Jenazah

Dinukil dari buku Merayakan Khilafiyah Menuai Rahmat Ilahiah oleh Zikri Darussamin dan Rahman, berikut bacaan niat sholat jenazah Arab, latin, dan artinya:

Niat Sholat Jenazah Laki-laki

أصلى على هذا الميت اربع تكبرات فرض الكفاية مأْمُوْمًا لِلهِ تعالى

Ushalli 'alā hādzal mayyiti arba'a takbīrātin fardhal kifāyati ma'mūman lillāhi ta'ālā.

Artinya: "Saya niat sholat atas mayat laki-laki empat kali takbir, fardhu kifayah, menjadi makmum karena Allah Ta'ala."

Niat Sholat Jenazah Perempuan

أصلى على هذه الميتة اربع تكبرات فرض الكفاية مأْمُومًا لِلَّهِ تعالى

Ushalli 'alā hādzihi-l-mayyitati arba'a takbīrātin fardhal kifāyati ma'mūman lillāhi ta'ālā.

Artinya: "Saya niat sholat atas mayat perempuan ini empat kali takbir fardhu kifayah, menjadi makmum karena Allah Ta'ala."

Jika niat sholat jenazah menjadi imam, kata ma'muman diganti dengan kata imaman.

Tata Cara Sholat Jenazah

Masih dari sumber sebelumnya, sholat jenazah dilakukan dengan empat kali takbir, kemudian diikuti dengan membaca doa setiap takbirnya. Berikut bacaan doa selengkapnya:

1. Takbir Pertama: Surah Al-Fatihah

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ١ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ ٢ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ ٣ مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ ٤ اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ ٥ اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ ٦ صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ ࣖ ٧

Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm(i). Al-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn(a). Ar-raḥmānir-raḥīm(i). Māliki yaumid-dīn(i). Iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn(u), Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm(a). Ṣirāṭal-lażīna an'amta 'alaihim, gairil-magḍūbi 'alaihim wa laḍ-ḍāllīn(a).

Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Pemilik hari Pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. Bimbinglah kami ke jalan yang lurus. Yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat."

2. Takbir Kedua: Sholawat Nabi Muhammad SAW

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد كما صليت على سيدنا إبراهيم وعلى آل سيدنا إبراهيم وبارك على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد كما باركت على سيدنا إبراهيم وعلى آل سيدنا إبراهيم في العالمين إنك حميد مجيد

Allāhumma shalli 'alā sayyidinā Muhammad wa 'alā āli sayyidinā Muhammad, kamā shallaita 'alā sayyidinā Ibrāhīm wa 'alā āli sayyidinā Ibrāhim, wa bārik 'alā sayyidinā Muhammad, wa 'alā āli sayyidinā Muhammad, kamā bārakta 'alā sayyidina Ibrāhīm wa 'alā āli sayyidinā Ibrāhīm fil 'ālamīna innaka hamīdun majīd.

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan kepada keluarga junjungan kami Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan rahmat kepada junjungan kami Nabi Ibrahim dan keluarga junjungan kami Nabi Ibrahim. Dan berikanlah keberkahan kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarga junjungan kami Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberikan keberkahan kepada junjungan kami Nabi Ibrahim dan keluarga junjungan kami Nabi Ibrahim, di seluruh alam semesta. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia."

3. Takbir Ketiga: Doa untuk Jenazah

اللهم اغْفِرْ له (ها) وارحمه (ها) وعافيه (ها) واعْفُ عَنْهُ (ها) وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ (ها) ووسع مدخله (ها) واغْسِلْهُ (ها) بِالْمَاءِ والثلج والبرد ونقه (ها) من الخطايا كما ينقى الثوب الابيض من الدنس و ابْدِلْهُ (ها) دارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ (ها) و اهلاً خيرًا مِنْ اهْلِهِ (ها) وزوجا خيرًا مِنْ زَوْجِهِ (ها) وادْخِلْهُ (ها ) الجنّة و اعِذْهُ (ها) مِنْ عذابِ الْقَبْرِ و فِتْنَتِهِ وَ مِنْ عَذابِ النَّارِ

Allahummagfir lahuu (haa) warhamhuu (haa) wa 'afiihi (haa) wa'fu 'anhuu (haa) wa akrim nuzulahuu (haa) wa wassi' madkhalahuu (haa) wa agsilhuu (haa) bilmaa-i wa tsalji wal baradi wa naqqihii (haa) minal khatayaa kamaa yunaqqa tsubul abyadu minad danasi wa abdilhu (haa) daaran khairan min daarihii (haa) wa ahlan khairan min ahlihii (haa) wa zaujan khairan min zaujihi (haa) wa adkhilhuu (haa) aljannata wa a-idzhuu (haa) min adzaabil qabri wa fitnatihi wa min adzaabin naar.

Artinya: "Ya Allah, ampunilah dia dan rahmatilah dia, maafkanlah dia dan selamatkanlah dia dari segala penderitaan. Berilah dia tempat yang terhormat dan lapangkanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air es dan salju, dan bersihkanlah dia dari segala kesalahan, sebagaimana pakaian yang putih dibersihkan dari segala noda. Berilah dia ganti tempat hunian yang lebih utama daripada tempatnya (di dunia), keluarga yang lebih utama daripada keluarganya, pasangan (suami atau istri) yang lebih utama daripada pasangannya, dan selamatkanlah dia dari ujian di kubur serta azab di neraka."

Dalam membaca doa di atas, lafadz (hu) diganti dengan lafadz (haa) jika jenazah perempuan.

4. Takbir Keempat: Doa Memohon Ampun untuk Jenazah dan Diri Sendiri

اللهم لا تحرر منا اجره (ها) و لا تفتنا بعده (ها) واغْفِرْ لنا وله (ها) ولإخواننا الذين سبقون بِالْإِيمَانِ و لا تجعل فِي قُلُوبِنَا غِلا للذين آمنوا ربنا إنك رؤوف رحيم

Allahumma laa tahrimnaa ajrahuu (haa) walaa taftinaa ba'dahuu (haa) waghfir lanaa wa lahuu (haa) wali ikhwaninal ladzina sabaquuna bil imaani wa la taj'al fi quluubina ghillal lilladzina amanuu rabbana innaka rauufur rahiim.

Artinya: "Ya Allah, janganlah kiranya pahalanya tidak sampai kepada kami, dan janganlah Engkau memberi kami fitnah sepeninggalnya, dan ampunilah kami dan dia, dan bagi saudara-saudara kita yang mendahului kita dengan iman, dan janganlah Engkau menjadikan unek-unek/gelisah dalam hati kami dan bagi orang- orang yang beriman. Wahai Tuhan kami, sesungguhnya Engkaulah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Sama dengan doa pada takbir sebelumnya, lafadz (hu) diganti dengan lafadz (haa) jika jenazah perempuan.

Kemudian, sholat jenazah diakhiri dengan mengucapkan salam.



(kri/kri)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads