Kapan Hari Raya Haji 2026? Cek Prediksi Tanggalnya

Kapan Hari Raya Haji 2026? Cek Prediksi Tanggalnya

Daffa Ichyaul Majid Sarja - detikHikmah
Kamis, 02 Apr 2026 11:00 WIB
Ilustrasi Idul Adha
Ilustrasi Hari Raya Haji 2026. Foto: iStock
Jakarta -

Kerinduan umat Islam untuk menyambut Hari Raya Haji atau Idul Adha sudah mulai terasa. Kepastian jatuhnya 10 Zulhijah menjadi hal yang paling dinantikan, terutama bagi umat Islam yang akan melaksanakan ibadah kurban.

Lantas, jatuh pada tanggal berapakah Hari Raya Haji 2026 menurut pemerintah dan Muhammadiyah? Mengapa Idul Adha begitu lekat dengan sebutan Hari Raya Haji di Indonesia? Berikut penjelasan selengkapnya.

Prediksi Hari Raya Haji 2026 Pemerintah

Pemerintah belum menetapkan tanggal pasti kapan Hari Raya Haji 2026. Ketetapan resmi baru akan diumumkan melalui sidang isbat yang biasa dilakukan oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI pada akhir bulan Zulkaidah nanti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemerintah akan menggunakan metode hisab dan rukyat dalam menentukan awal Zulhijah termasuk Hari Raya Haji 2026.

Meski begitu, prediksi Hari Raya Haji dapat dilihat melalui Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan oleh Ditjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag RI. Berdasarkan kalender tersebut, Hari Raya Haji diprediksi jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.

ADVERTISEMENT

Hari Raya Haji 2026 Muhammadiyah

Berbeda dengan pemerintah, Muhammadiyah telah menetapkan secara pasti Hari Raya Haji 2026 dari jauh hari. Merujuk pada Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 H, Hari Raya Haji jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menetapkan 10 Zulhijah atau Hari Raya Haji berdasarkan prinsip, syarat, dan parameter Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Jadwal Libur dan Cuti Bersama Hari Raya Haji 2026

Hari Raya Haji 2026 masuk daftar libur nasional. Merujuk pada Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 1497/2025, Nomor 2/2025, dan Nomor 5/2025 tentang Hari Libur dan Cuti Bersama Tahun 2026, akan ada satu hari libur dan satu hari cuti bersama untuk memperingati Hari Raya Haji 2026.

Berdasarkan SKB 3 Menteri, libur nasional Hari Raya Haji jatuh pada 27 Mei 2026. Sementara cuti bersama jatuh satu hari setelahnya, yakni 28 Mei 2026. Berikut rincian libur dan cuti bersama Hari Raya Haji 2026:

  1. Rabu, 27 Mei 2026: Libur nasional Hari Raya Haji 2026
  2. Kamis, 28 Mei 2026: Cuti bersama Hari Raya Haji 2026

Mengapa Idul Adha Disebut Hari Raya Haji?

Hari Raya Idul Adha bertepatan dengan peristiwa Nabi Ibrahim AS menunaikan perintah Allah SWT untuk menyembelih putranya, Ismail AS. Dinukil dari buku Cerita Teladan 25 Nabi dan Rasul susunan Iip Syarifah, dikisahkan suatu malam, Nabi Ibrahim AS bermimpi dalam tidurnya dan mendengar suara menggema, "Hai Ibrahim, sesungguhnya Allah memerintahkan untuk menyembelih putramu dengan tanganmu sendiri."

Ketika terbangun dari tidurnya, hati Nabi Ibrahim AS sangatlah gelisah. Selama tujuh hari tujuh malam berturut-turut, Nabi Ibrahim AS memimpikan hal yang sama. Hingga akhirnya ia meyakini mimpi tersebut benar-benar perintah Allah SWT.

Tentunya hal ini menjadi ujian terberat dalam hidup Nabi Ibrahim AS. Seorang ayah yang sangat merindukan keturunan, begitu mendapatkan, harus mengorbankannya.

Ketika Nabi Ibrahim AS menceritakan mimpinya itu kepada putranya Ismail. Dengan tenang, Ismail menjawab, "Wahai Ayah, lakukanlah apa yang diperintahkan Allah kepadamu, insyaallah, kau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar."

Iblis tidak hanya diam melihat ketaatan keluarga Nabi Ibrahim AS akan perintah Allah SWT. Iblis mencoba menggoda Nabi Ibrahim AS, istrinya Hajar, dan Ismail, tapi semua sia-sia.

Hingga akhirnya, Nabi Ibrahim AS menatap anaknya dalam-dalam. Ismail dibaringkan di atas batu dengan mata tertutup, tetapi ternyata pisau yang digunakan Nabi Ibrahim AS tidak bisa menggores tubuh Ismail.

Lalu, terdengar suara, "Hai Ibrahim, sesungguhnya engkau telah membenarkan mimpimu itu. Sudah cukup ujian bagimu. Dan, kami ganti anak itu dengan sembelihan yang besar."

Saat itulah, Allah SWT menggantikan Ismail dengan seekor domba. Domba yang besar yang akhirnya menjadi hewan kurban. Peristiwa itu terjadi 10 Zulhijah di Mina. Dari situlah awal mula disyariatkannya menyembelih hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha.

Peristiwa tersebut telah Allah SWT abadikan dalam Al-Qur'an surah As-Shafaat ayat 104-107.

Di Indonesia, istilah Idul Adha dikenal juga dengan sebutan Hari Raya Haji. Hal ini dikarenakan momen Idul Adha bertepatan dengan pelaksanaan puncak ibadah haji. Dengan begitu muncullah istilah Hari Raya Haji di Indonesia.




(kri/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads