Dalam Islam, Allah SWT menurunkan empat kitab suci kepada para nabi sebagai pedoman hidup. Salah satunya adalah kitab Zabur. Kitab ini turun sebelum Al-Qur'an dan menjadi salah satu rukun iman ke-3 yang harus diyakini umat Islam.
Lalu, siapa sebenarnya nabi yang menerima kitab Zabur? Simak sejarah, isi ajaran, dan pentingnya kitab ini dalam keimanan umat Islam.
Kitab Zabur Diturunkan kepada Siapa?
Kitab Zabur adalah kitab suci yang diberikan Allah SWT kepada Nabi Daud AS. Hal ini dikutip dari buku Pendidikan Agama Islam: Akidah Akhlak Untuk Madrasah Tsanawiyah Kelas VIII oleh Drs. H. Masan AF, M.Pd.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kitab ini diturunkan di Yerusalem untuk kaum Bani Israil. Dalam Al-Qur'an, turunnya Zabur disebutkan di surah An Nisa ayat 163,
اِنَّآ اَوْحَيْنَآ اِلَيْكَ كَمَآ اَوْحَيْنَآ اِلٰى نُوْحٍ وَّالنَّبِيّٖنَ مِنْۢ بَعْدِهٖۚ وَاَوْحَيْنَآ اِلٰٓى اِبْرٰهِيْمَ وَاِسْمٰعِيْلَ وَاِسْحٰقَ وَيَعْقُوْبَ وَالْاَسْبَاطِ وَعِيْسٰى وَاَيُّوْبَ وَيُوْنُسَ وَهٰرُوْنَ وَسُلَيْمٰنَ ۚوَاٰتَيْنَا دَاوٗدَ زَبُوْرًاۚ
Innā auḥainā ilaika kamā auḥainā ilā nūḥiw wan-nabiyyīna mim ba'dih(ī), wa auḥainā ilā ibrāhīma wa ismā'īla wa isḥāqa wa ya'qūba wal-asbāṭi wa 'īsā wa ayyūba wa yūnusa wa hārūna wa sulaimān(a), wa ātainā dāwūda zabūrā(n).
Artinya: "Sesungguhnya Kami telah mewahyukan kepadamu (Nabi Muhammad) sebagaimana Kami telah mewahyukan kepada Nuh dan nabi-nabi setelahnya. Kami telah mewahyukan pula kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya'qub dan keturunan(-nya), Isa, Ayyub, Yunus, Harun, dan Sulaiman. Kami telah memberikan (Kitab) Zabur kepada Daud."
Selain itu, Allah SWT juga menegaskan melalui surah Al-Isra ayat 55,
وَرَبُّكَ اَعْلَمُ بِمَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَلَقَدْ فَضَّلْنَا بَعْضَ النَّبِيّٖنَ عَلٰى بَعْضٍ وَّاٰتَيْنَا دَاوٗدَ زَبُوْرًا
Wa rabbuka a'lamu biman fis-samāwāti wal-arḍ(i), wa laqad faḍḍalnā ba'ḍan nabiyyīna 'alā ba'ḍiw wa ātainā dāwūda zabūrā(n).
Artinya: "Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang di langit dan di bumi. Sungguh, Kami telah melebihkan sebagian nabi-nabi atas sebagian (yang lain) dan Kami anugerahkan Zabur kepada Daud."
Menurut tafsir Al-Misbah oleh Prof. Quraish Shihab, Zabur berisi pujian dan doa yang dilantunkan Nabi Daud AS untuk mengingat Allah SWT.
Sejarah Turunnya Kitab Zabur
Dalam Islam, Nabi Daud AS dikenal sebagai nabi sekaligus raja yang mulia. Allah SWT memberinya karunia suara merdu dan kemampuan melunakkan hati dengan dzikir. Nabi Daud diangkat menjadi nabi pada usia 40 tahun, lalu Allah menurunkan kitab Zabur kepadanya.
Menurut buku Aqidah Akhlaq karya Taofik Yusmansyah, kata "Zabur" berasal dari kata zabara yang artinya menulis dengan sempurna. Kitab Zabur ini berisi nyanyian-nyanyian indah yang disebut mazmur, yang berarti nyanyian dan doa. Dalam Zabur terdapat 150 mazmur.
Kitab Zabur juga dikenal sebagai bagian dari Kitab Perjanjian Lama. Namun, tidak semua mazmur dalam Perjanjian Lama berasal dari Nabi Daud AS. Diperkirakan dari sekitar 150 nyanyian, hanya 73 mazmur yang ditulis oleh Nabi Daud AS.
Tujuan turunnya kitab Zabur antara lain:
- Memberi kabar gembira bahwa bumi akan diwariskan kepada hamba yang saleh.
- Memberi peringatan agar manusia tidak mengingkari Allah SWT.
- Menjadi pelajaran agar manusia bisa mengambil hikmah dari pengalaman hidup sehari-hari.
- Mengingatkan manusia untuk selalu memuji dan bersyukur kepada Allah SWT.
- Menunjukkan bahwa kebaikan dibalas dengan pahala, dan kejahatan dibalas dengan siksa atau kesengsaraan.
Isi Kitab Zabur
Kitab Zabur berisi nyanyian-nyanyian suci yang dibagi menjadi lima kelompok:
- Nyanyian untuk memuji Allah SWT.
- Nyanyian sebagai ucapan rasa syukur.
- Nyanyian kesedihan orang banyak (ratapan jemaah).
- Nyanyian ratapan dan doa individu.
- Nyanyian untuk raja.
Selain itu, menurut buku Siapakah Sesungguhnya Golongan Ahlussunnah wal Jamaah? karya Idik Saeful Bahri, Zabur juga memuat doa, zikir, pelajaran, dan hikmah yang menjadi panduan hidup bagi Bani Israil.
Kitab ini diturunkan oleh Allah SWT dalam bahasa Qibti, sama seperti bahasa Taurat, dan menjadi kumpulan firman Allah untuk Bani Israil.
Zabur juga menceritakan pengalaman Nabi Daud AS selama hidupnya, mulai dari kebaikan, kemenangan, hingga dosa dan kekalahan. Selain itu, kitab ini juga memberi kabar tentang kemuliaan nabi dan rasul yang akan datang.
(inf/inf)












































Komentar Terbanyak
Wamenhaj Dahnil Anzar Nilai Presiden Prabowo Layak Jadi Bapak Haji Indonesia
Mengapa Nabi Isa Disebut Belum Wafat dalam Islam?
Secara Hisab, Idul Adha 1447 H Jatuh pada 27 Mei 2026