Kalender Hijriah memiliki peran penting dalam kehidupan umat Islam, terutama sebagai acuan menentukan waktu ibadah seperti puasa, haji, hingga perayaan hari besar keagamaan. Berbeda dengan kalender Masehi, sistem penanggalan ini didasarkan pada peredaran bulan atau dikenal sebagai sistem Kamariah.
Meski sering digunakan, masih banyak yang belum memahami urutan bulan dalam kalender Hijriah. Salah satu pertanyaan yang cukup sering muncul adalah setelah Syawal bulan apa?
Untuk menjawab hal tersebut, berikut penjelasan lengkap mengenai bulan setelah Syawal beserta urutan nama bulan Hijriah dari awal hingga akhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah Syawal Bulan Apa?
Bulan setelah Syawal dalam kalender Hijriah adalah Zulkaidah. Zulkaidah merupakan bulan ke-11 dalam urutan kalender Islam.
Zulkaidah termasuk salah satu dari empat bulan haram (bulan yang dimuliakan dalam Islam), selain Zulhijah, Muharram, dan Rajab. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur'an surah At-Taubah ayat 36:
اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ
Artinya: "Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauhulmahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu), dan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa."
Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal kebaikan serta menghindari perbuatan dosa. Selain itu, Zulkaidah juga menjadi salah satu bulan persiapan menjelang pelaksanaan ibadah haji yang berlangsung pada bulan berikutnya, yaitu Zulhijah.
Nama Bulan dalam Kalender Islam
Dalam kitab Fathul Baari, Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan penamaan bulan dalam kalender Islam sebenarnya telah dikenal jauh sebelum sistem penanggalan Hijriah ditetapkan. Nama-nama seperti Syakban, Ramadan, dan Syawal sudah digunakan sejak masa jahiliah oleh masyarakat Arab.
Berikut penjelasan 12 bulan dalam kalender Hijriah beserta maknanya:
1. Muharam
Muharam merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah dan menandai awal tahun baru Islam. Secara bahasa, "Muharram" berarti bulan yang diharamkan atau dimuliakan. Pada masa lalu, bulan ini dianggap suci sehingga masyarakat Arab dilarang melakukan peperangan.
2. Safar
Safar berarti "kosong". Penamaan ini berkaitan dengan kebiasaan masyarakat Arab yang meninggalkan rumah mereka dalam keadaan kosong pada bulan tersebut. Selain itu, kata Safar juga dikaitkan dengan warna kuning, yang merujuk pada perubahan warna daun saat musim gugur.
3. Rabiul Awal
Rabiul Awal berarti "musim semi pertama". Kata rabi' berarti musim semi, sementara awal berarti permulaan. Bulan ini menandai datangnya awal musim semi.
4. Rabiul Akhir
Rabiul Akhir masih berada dalam musim semi, namun menandai fase akhir dari musim tersebut. Pada masa lampau, bulan ini juga menjadi waktu yang tepat untuk menggembalakan ternak.
5. Jumadil Awal
Jumadil Awal diartikan sebagai musim kering pertama. Bulan ini identik dengan mulai datangnya musim kemarau di wilayah Arab.
6. Jumadil Akhir
Jumadil Akhir merupakan kelanjutan dari musim kering, yaitu fase kedua atau akhir dari periode tersebut.
7. Rajab
Rajab termasuk bulan yang dimuliakan. Kata "Rajab" berasal dari rajaba yang berarti menghormati. Karena kemuliaannya, masyarakat Arab pada masa itu menahan diri dari peperangan.
8. Syakban
Syakban berarti "berpencar" atau "terbagi". Pada bulan ini, masyarakat Arab biasanya berpencar untuk mencari sumber air sebagai persiapan menghadapi peperangan.
9. Ramadan
Ramadan berasal dari kata ar-Ramda yang berarti panas yang sangat terik. Penamaan ini merujuk pada kondisi cuaca panas ekstrem yang terjadi pada masa itu. Dalam Islam, Ramadan memiliki kedudukan istimewa karena menjadi waktu diwajibkannya puasa bagi umat Islam.
10. Syawal
Syawal memiliki arti "mengangkat" atau "membawa". Pada masa dahulu, bulan ini digunakan sebagai waktu berburu. Selain itu, Syawal juga dikenal sebagai musim unta melahirkan dan membawa anak-anaknya. Idulfitri pun dirayakan pada bulan ini.
11. Zulkaidah
Zulkaidah berarti "duduk" atau "beristirahat". Pada bulan ini, masyarakat Arab biasanya menghentikan aktivitas peperangan dan memilih untuk tinggal di rumah.
12. Zulhijah
Zulhijah dikenal sebagai bulan pelaksanaan ibadah haji. Pada bulan ini, umat Islam dari seluruh dunia menunaikan ibadah haji ke Makkah. Selain itu, Iduladha dan ibadah kurban juga dilaksanakan pada bulan ini.
Sistem Perhitungan Kalender Islam
Kalender Hijriah memiliki sistem perhitungan yang berbeda dengan kalender Masehi. Perbedaan ini terletak pada dasar perhitungannya. Kalender Hijriah menggunakan peredaran bulan (kamariyah) sebagai acuan, sedangkan kalender Masehi didasarkan pada peredaran matahari (syamsiyah).
Dalam kalender Islam, jumlah hari dalam satu bulan berkisar antara 29 hingga 30 hari. Sementara itu, kalender Masehi memiliki jumlah hari antara 28 hingga 31 hari dalam setiap bulannya.
Secara keseluruhan, jumlah hari dalam satu tahun Hijriah adalah 354 hingga 355 hari. Angka ini lebih sedikit dibandingkan kalender Masehi yang berjumlah 365 hingga 366 hari.
Selain itu, penentuan awal hari dalam kalender Islam dimulai sejak terbenamnya matahari (waktu maghrib). Berbeda dengan kalender Masehi yang memulai hari pada pukul 00.00 waktu setempat.
