Umat Islam akan melaksanakan puasa Ramadan dua kali dalam satu tahun. Fenomena ini diprediksi akan terjadi pada 2030 mendatang.
Berlangsungnya puasa dua kali dalam setahun adalah siklus langka yang terjadi sekitar 30 tahun sekali. Bagaimana peristiwa itu bisa terjadi? Berikut penjelasannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kenapa Puasa Ramadan Berjalan 2 Kali di Tahun 2030?
Dilansir Al Arabiya, ahli astronomi asal Arab Saudi, Khaled al-Zaqaq, memprediksi umat Islam di dunia akan menjalankan puasa Ramadan dua kali dalam setahun pada 2030.
Fenomena ini terjadi karena perbedaan siklus kalender Islam dan Gregorian. Kalender Hijriah Islam didasarkan pada siklus bulan, sementara kalender Gregorian menandai perputaran bumi mengelilingi matahari.
"Perbedaan antara kedua kalender tersebut, membuat puasa Ramadan akan jatuh dua kali selama satu tahun Gregorian, kira-kira setiap 30 tahun," ucap Khaled al-Zaqaq, sebagaimana dikutip dari Al Arabiya, Sabtu (28/3/2026).
Fenomena ini terakhir kali terjadi pada 1965 dan 1997. Hal ini diperkirakan akan terjadi lagi pada 2030 dan 2063. Pada 1451 H, Ramadan akan dimulai sekitar 5 Januari 2030, dan pada 1452 H puasa akan jatuh sekitar 26 Desember 2030.
Hal ini membuat umat Islam akan puasa selama 36 hari pada 2030. Satu bulan penuh selama 30 hari untuk tahun 1451 H dan sekitar enam hari untuk tahun 1452 H.
Tahun Hijriah berlangsung selama 354 atau 355 hari, artinya tidak sama dengan kalender Gregorian yang memiliki 365 hari dalam satu tahun. Ini juga berarti bahwa Ramadan jatuh pada musim yang berbeda setiap tahunnya, mengikuti siklus sekitar 32 tahun.
Ramadan 1449 H, yang akan dimulai pada 2028, akan berlangsung pada pertengahan musim dingin. Pada 1466 H, yang bertepatan dengan 2044, bulan suci tersebut diperkirakan akan dimulai pada puncak musim panas.
Puasa selama Ramadan dilakukan dari matahari terbit hingga matahari terbenam, artinya periode puasa terpanjang akan terjadi ketika Ramadan jatuh pada musim panas, dan terpendek ketika jatuh pada musim dingin.
(kri/kri)












































Komentar Terbanyak
Dubes Saudi: Serangan Iran ke Negara Teluk Berdampak pada Solidaritas Umat Islam
Mengenang Thessaloniki, Kota Muslim di Yunani yang Hilang
Kisah Wanita Pemberani 'Sang Perisai Rasulullah' di Perang Uhud