Hari Tasyrik: Pengertian, Tanggal, dan Hukum Puasa

Hari Tasyrik: Pengertian, Tanggal, dan Hukum Puasa

Devi Setya - detikHikmah
Senin, 30 Mar 2026 09:30 WIB
Hari Tasyrik: Pengertian, Tanggal, dan Hukum Puasa
ilustrasi hari tasyrik Foto: iStock
Jakarta -

Hari Tasyrik merupakan salah satu momen penting dalam kalender Islam yang datang setelah perayaan Idul Adha. Hari Tasyrik termasuk hari raya umat Islam yang jatuh setelah Idul Adha.

Dikutip dari buku Rahasia Dahsyat Energi Sapu Jagat: Petunjuk Nabi Muhammad SAW untuk Terkabulnya Semua Hajat karya M. Ghofur Khalil, hari Tasyrik adalah tiga hari setelah Idul Adha, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah dalam kalender Hijriah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara bahasa, "Tasyrik" berasal dari kata Arab yang berarti "menjemur", karena pada masa Rasulullah SAW, daging kurban dijemur untuk diawetkan.

Dalam konteks syariat, hari Tasyrik merupakan hari untuk menikmati nikmat Allah SWT sekaligus memperbanyak dzikir sebagai bentuk rasa syukur. Di hari Tasyrik, umat Islam dilarang berpuasa, karena hari Tasyrik adalah hari untuk makan dan minum.

ADVERTISEMENT

Kapan Hari Tasyrik Terjadi?

Hari Tasyrik berlangsung selama tiga hari berturut-turut setelah Idul Adha, yaitu:

11 Zulhijah (hari Tasyrik pertama)
12 Zulhijah (hari Tasyrik kedua)
13 Zulhijah (hari Tasyrik ketiga)

Hukum Puasa di Hari Tasyrik

Salah satu hukum penting yang harus diketahui adalah larangan berpuasa pada hari Tasyrik.

Rasulullah SAW bersabda, "Hari-hari Tasyrik adalah hari makan dan minum." (HR Muslim)

Dalam hadits lain dari sahabat Nubaisyah Al-Hudzali, Rasulullah SAW bersabda, "Hari-hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah." (HR Muslim)

Dalam hadits lain dijelaskan, "Hari Arafah, hari Idul Adha dan hari-hari Tasyrik adalah Id kami - kaum muslimin. Hari tersebut (Idul Adha dan hari Tasyrik) adalah hari menyantap makan dan minum."

Amalan yang Dianjurkan pada Hari Tasyrik

Meskipun tidak boleh berpuasa, umat Islam tetap dianjurkan untuk mengisi hari Tasyrik dengan berbagai amalan kebaikan.

Dikutip dari buku Puasa Wajib dan Sunah karya Zainul Arifin, berikut amalan yang bisa dikerjakan di hari Tasyrik:

1. Memperbanyak Dzikir

Hari Tasyrik sangat dianjurkan untuk memperbanyak dzikir, seperti takbir, tahmid dan tahlil. Mayoritas ulama berpendapat bahwa zikir dengan membaca takbir dapat dilakukan usai menunaikan ibadah sholat hari Raya Idul Adha hingga berakhirnya hari Tasyrik.

Berdzikir juga dilakukan oleh orang yang sedang berhaji ketika melempar jumrah di hari Tasyrik.

2. Melaksanakan dan Membagikan Daging Kurban

Hari Tasyrik adalah waktu lanjutan untuk penyembelihan hewan kurban. Selain itu, umat Islam dianjurkan untuk mengonsumsi daging kurban, berbagi kepada fakir miskin dan mempererat hubungan sosial.

3. Melanjutkan Takbir Tasyriq

Takbir tasyriq dibaca setelah sholat fardhu sejak hari Arafah hingga akhir hari Tasyrik (13 Zulhijah). Ini menjadi salah satu syiar Islam yang dianjurkan untuk terus diamalkan.




(dvs/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads