Dalam kalender Islam, terdapat hari tasyrik. Hari tasyrik ini berlangsung selama tiga hari setelah perayaan Idul Adha di bulan Zulhijah.
Hari tasyrik adalah salah satu hari spesial dalam Islam karena di dalamnya terdapat amalan yang dianjurkan serta larangan yang perlu diperhatikan. Lantas, mengapa hari ini begitu istimewa bagi Muslim?
Pengertian Hari Tasyrik
Menurut buku Puasa Wajib dan Sunah yang Paling Dianjurkan karya Zainul Arifin, hari Tasyrik merujuk pada tiga hari setelah Idul Adha. Secara etimologis, kata tasyrik berasal dari yusyrikun yang berarti menjemur, sehingga berkaitan dengan tradisi menjemur daging kurban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, pendapat lain menyebutkan bahwa tasyrik berasal dari kata yusyrik yang berarti terbit. Dalam konteks ini, tasyrik dimaknai sebagai waktu ketika hewan kurban mulai disembelih saat matahari terbit.
Hari Tasyrik 2026
Hari Tasyrik merupakan tiga hari yang berlangsung setelah Idul Adha dalam kalender Islam. Idul Adha sendiri diperingati setiap tanggal 10 Zulhijah, sehingga hari Tasyrik jatuh pada 11, 12, dan 13 Zulhijah.
وأيام التشريق ثلاثة بعد يوم النحر سميت بذلك لتشريق الناس لحوم الأضاحى فيها وهو تقديدها ونشرها في الشمس
Hari Tasyrik adalah sebutan bagi tiga hari (11, 12, 13 Dzulhijjah) setelah hari nahar (10 Dzulhijjah). Tiga hari itu dinamai demikian karena orang-orang menjemur daging kurban di waktu tersebut, yaitu mendendeng dan menghampar daging pada terik matahari (Al-Imam An-Nawawi, Al-Minhaj, Syarah Shahih Muslim Ibnil Hajjaj)
Pada tahun ini, berdasarkan kalender Hijriah yang dirilis oleh Kementerian Agama, Idul Adha 10 Zulhijah bertepatan dengan 27 Mei 2026. Oleh karena itu, hari Tasyrik berlangsung pada 28, 29, dan 30 Mei 2026, berikut rinciannya:
- 11 Zulhijjah 1447 H: Kamis, 28 Mei 2026
- 12 Zulhijjah 1447 H: Jumat, 29 Mei 2026
- 13 Zulhijjah 1447 H: Sabtu, 30 Mei 2026
Apa Larangan Hari Tasyrik?
Mengacu pada buku Dahsyatnya Puasa Wajib & Sunah Rekomendasi Rasulullah karya Amirulloh Syarbini dan Sumantri Jamhari, terdapat beberapa larangan yang berlaku selama hari Tasyrik. Larangan tersebut didasarkan pada hadits Rasulullah SAW yang menjelaskan amalan apa saja yang tidak diperbolehkan pada hari-hari tersebut.
"Rasulullah SAW mengutus Abdullah bin Hufadzah untuk berkeliling Mina dan menyeru, "Janganlah kalian puasa pada hari-hari ini (hari tasyrik), karena hari-hari itu merupakan hari-hari untuk makan, minum, dan zikir kepada Allah Azza wa Jalla." (HR Ahmad)
Berdasarkan hadits tersebut, hal yang dilarang pada hari Tasyrik adalah berpuasa bagi umat Muslim. Sebab, hari-hari tersebut ditetapkan sebagai waktu untuk makan, minum, dan memperbanyak zikir kepada Allah SWT.
Amalan pada Hari Tasyrik
Merujuk pada laman Kementerian Agama RI, terdapat beberapa amalan yang dianjurkan untuk dilakukan selama hari Tasyrik.
1. Memperbanyak Takbir
Salah satu amalan yang bisa dilakukan pada hari Tasyrik adalah memperbanyak takbir, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari.
وقال ابنُ عَبَّاسٍ وَاذْكُرُواْ اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَّعْدُودَاتٍ أَيَّامُ العَشْرِ والأَيَّامُ المَعْدُوْدَاتُ أَيَّامُ التَّشْرِيْقِ وكَانَ ابنُ عُمَرُ وأَبُو هُرَيْرَةَ كَانَا يَخْرُجَانِ إِلَى السُّوقِ فِي أيَّامِ العَشْرِ يُكبِّرَانِ، ويُكَبِّرُ النَّاسُ بِتَكْبِيْرِهِمَا وكَبَّرَ مُحَمَّدٌ بْنُ عَلِيٍّ خَلْفَ النَافِلَةِ
Artinya: Ibnu Abbas ra mengatakan, "Sebutlah nama Allah (zikirlah) pada hari tertentu" (Surat Al-Baqarah ayat 203). Hari 10 dan hari-hari tertentu adalah Hari Tasyrik. Sahabat Ibnu Umar dan Abu Hurairah ra keluar ke pasar pada hari 10 sambil bertakbir. Orang-orang pun ikut bertakbir karena takbir keduanya. Muhammad bin Ali juga bertakbir setelah shalat sunnah (HR Bukhari).
2. Melaksanakan Kurban
Bagi umat Islam yang memiliki kemampuan, disarankan untuk melaksanakan ibadah kurban pada hari-hari Tasyrik. Selain sebagai bentuk ketaatan, kurban juga memberikan manfaat bagi masyarakat melalui pembagian daging hasil penyembelihan.
Anjuran untuk berkurban ini juga tercantum dalam Surah Al-Kautsar ayat 2 berikut.
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ
Artinya: "Maka, laksanakanlah shalat karena Tuhanmu dan berqurban lah!"
3. Menikmati Hidangan Makanan dan Minuman
Pada hari Tasyrik, umat Muslim dianjurkan untuk makan dan minum sebagai wujud rasa syukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah SAW berikut.
"Hari-hari Tasyrik adalah hari untuk makan, minum dan berzikir kepada Allah SWT." (HR Muslim)
(hnh/lus)












































Komentar Terbanyak
Kecam Israel Atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon, MUI Minta RI Ambil Langkah Diplomatik
Dubes Saudi: Serangan Iran ke Negara Teluk Berdampak pada Solidaritas Umat Islam
Mengenang Thessaloniki, Kota Muslim di Yunani yang Hilang