6 Cara Minta Maaf kepada Orang Tua yang Sudah Meninggal Dunia

6 Cara Minta Maaf kepada Orang Tua yang Sudah Meninggal Dunia

Salsa Dila Fitria Oktavianti - detikHikmah
Minggu, 22 Mar 2026 05:00 WIB
Peziarah berdoa di samping salah satu makam saat ziarah kubur menjelang Ramadan 1447 Hijriyah di TPU Makam Mataram, Selasa (17/2/2026). (Nathea Citra/detikBali)
Ilustrasi ziarah kubur orang tua. Foto: Nathea Citra/detikBali
Jakarta -

Minta maaf kepada orang tua yang sudah meninggal dunia menjadi hal yang sering dipertanyakan oleh sebagian umat Islam, terutama ketika mengingat kesalahan yang pernah dilakukan kepada mereka semasa masih hidup.

Cara minta maaf kepada orang tua yang telah wafat dapat dilakukan melalui berbagai amalan yang dianjurkan dalam Islam. Beberapa di antaranya berkaitan dengan doa, sedekah, serta perbuatan baik yang pahalanya diniatkan untuk kedua orang tua.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cara Minta Maaf kepada Orang Tua yang Sudah Meninggal

Berikut beberapa cara meminta maaf kepada orang tua yang sudah meninggal dunia yang dirangkum dari laman Kementerian Agama RI dan arsip detikHikmah.

1. Mendoakan Orang Tua

Dalam ajaran Islam, doa memiliki kedudukan yang sangat penting. Oleh karena itu, seorang anak dianjurkan untuk senantiasa memanjatkan doa bagi orang tua yang telah wafat agar mereka mendapatkan keselamatan dan kebaikan di sisi Allah SWT.

ADVERTISEMENT

Melalui doa, seorang anak dapat memohon ampunan kepada Allah SWT atas kesalahan yang pernah dilakukan kepada orang tua semasa hidup. Doa tersebut juga menjadi bentuk penyesalan sekaligus harapan agar Allah mengampuni dosa-dosa orang tua yang kini telah berada di alam barzakh.

Dalam kitab Tuhfatul Habib ala Khatib disebutkan kisah seorang anak yang merasa menyesal setelah kedua orang tuanya meninggal dunia karena semasa hidup ia belum sepenuhnya berbakti. Anak tersebut kemudian bertanya kepada Rasulullah SAW tentang apa yang dapat ia lakukan. Rasulullah SAW menyarankan agar ia terus mendoakan kedua orang tuanya.

Sebagai balasan atas ketulusannya, Allah SWT mencatatnya sebagai anak yang berbakti.

وَرُوِيَ إِنَّ الرَّجُلَ لَيَمُوتُ وَالِدَاهُ وَهُوَ عَاقٌ لَهُمَا فَيَدْعُو اللَّهَ لَهُمَا مِنْ بَعْدِهِمَا فَيَكْتُبُهُ اللَّهُ مِنَ الْبَارِّينَ

Artinya: "Diceritakan bahwa ada seorang anak yang kehilangan kedua orang tuanya, padahal sebelumnya ia pernah berbuat durhaka terhadap keduanya. Setelah kehilangan mereka, ia berdoa kepada Allah, dan dengan itu, Allah menuliskannya sebagai anak yang berbakti."

2. Berusaha Menjadi Anak Saleh

Menjadi anak yang saleh juga termasuk cara untuk memohon maaf kepada orang tua yang telah meninggal dunia.

Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW "Apabila anak Adam (manusia) telah wafat, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya." (HR Muslim)

Anak yang saleh adalah mereka yang berusaha menjalankan ajaran agama dengan baik, mengikuti nasihat orang tua, serta hidup di jalan yang diridhai Allah SWT.

Kesalehan tersebut tidak berhenti ketika orang tua telah meninggal. Seorang anak tetap dapat menunjukkan baktinya dengan terus mendoakan mereka, melaksanakan pesan atau amanah yang pernah disampaikan, serta menjaga hubungan baik dengan kerabat dan sahabat orang tua.

3. Bersedekah atas Nama Orang Tua

Cara lain yang dianjurkan adalah bersedekah atas nama orang tua yang telah meninggal. Sedekah tersebut dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, misalnya membantu pembangunan fasilitas umum, menyediakan sumber air seperti sumur, mendirikan lembaga pendidikan, atau menyumbangkan mushaf Al-Qur'an.

Sedekah yang dilakukan dengan niat untuk orang tua dapat menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir bagi mereka. Amal ini diharapkan dapat membantu meringankan hisab di akhirat sekaligus menjadi bentuk penghormatan dan ungkapan permohonan maaf dari seorang anak.

Dalam kitab Irsyadul 'Ibad, Syekh Zainuddin Al Malibari menjelaskan perkataan Ibnu Umar bahwa menghadiahkan pahala kepada orang tua melalui sedekah, baik ketika mereka masih hidup maupun setelah wafat, diperbolehkan dalam Islam. Pahala tersebut akan sampai kepada mereka meskipun yang melakukannya adalah anaknya.

"Tidak ada kendala bagi kalian untuk memberikan sedekah sunnah karena Allah SWT dengan tujuan membagikan pahala sedekah tersebut kepada kedua orang tua, asalkan keduanya beragama Islam. Dengan demikian, pahala dari sedekah tersebut akan menjadi milik kedua orang tua, dan si pemberi sedekah akan memperoleh pahala sebagaimana kedua orang tuanya tanpa mengurangi sedikit pun dari pahala yang diperoleh kedua orang tuanya."

4. Melakukan Ziarah Kubur

Ziarah kubur juga menjadi salah satu amalan yang dapat dilakukan oleh seorang anak untuk mengenang sekaligus memohonkan ampun bagi orang tuanya yang telah wafat.

Hal ini sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Al-Hakim dari Abu Hurairah RA. Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang menjenguk makam kedua orang tuanya atau salah satu dari keduanya sekali setiap Jumat, pasti Allah mengampuni dosanya. Ia juga dianggap sebagai anak yang berbakti kepada orang tuanya."

Melalui ziarah kubur, seorang anak dapat mendoakan orang tua secara langsung di makam mereka sekaligus mengingatkan diri tentang kehidupan akhirat.

5. Memperbanyak Ibadah

Seorang Muslim juga dianjurkan untuk memperbanyak ibadah sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT. Ibadah tersebut dapat berupa menjalankan salat lima waktu dengan konsisten, berpuasa, maupun menunaikan ibadah haji bagi yang mampu.

Selain itu, ibadah sunnah seperti salat Dhuha dan salat Tahajud juga dapat diamalkan. Setelah melaksanakan ibadah tersebut, seorang anak dapat memanjatkan doa kepada Allah SWT agar mengampuni dosa-dosa orang tuanya serta menerima permohonan maaf atas kesalahan yang pernah dilakukan.

6. Memperbanyak Amal Kebaikan

Cara lainnya adalah dengan memperbanyak perbuatan baik dalam kehidupan sehari-hari. Amal kebaikan tersebut dapat berupa bersedekah, menunaikan zakat, membantu orang yang membutuhkan, atau menunjukkan sikap ramah kepada sesama.

Perilaku baik seperti berbicara dengan tutur kata yang lembut, memberikan senyuman, dan membantu orang lain juga termasuk bentuk amal yang dianjurkan dalam Islam.

Dengan memperbanyak kebaikan, seorang Muslim tidak hanya mendapatkan pahala bagi dirinya sendiri, tetapi juga dapat menghadiahkan doa dan pahala tersebut kepada orang tua yang telah meninggal agar dosa-dosa mereka diampuni oleh Allah SWT.




(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads