Bolehkah Takbiran Setelah Shalat Idul Fitri?

Bolehkah Takbiran Setelah Shalat Idul Fitri?

Tia Kamilla - detikHikmah
Sabtu, 21 Mar 2026 08:00 WIB
Bolehkah Takbiran Setelah Shalat Idul Fitri?
Foto: Getty Images/iStockphoto/REIMUSS
Jakarta -

Takbir Idul Fitri umumnya dianjurkan sejak malam Lebaran hingga imam shalat Id selesai. Lalu, bolehkah takbiran setelah shalat Idul Fitri?

Takbiran atau membaca takbir saat Idul Fitri ini dianjurkan sebagaimana tertuang dalam firman Allah surah Al Baqarah ayat 185,

ŲˆŲŽŲ„ŲØĒŲŲƒŲ’Ų…ŲŲ„ŲŲˆØ§ Ø§Ų„Ų’ØšŲØ¯Ų‘ŲŽØŠŲŽ ŲˆŲŽŲ„ŲØĒŲŲƒŲŽØ¨Ų‘ŲØąŲŲˆØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŽ

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Arab latin: ...wa litukmilul-'iddata wa litukabbirullÃĸha...

Artinya: "Dan sempurnakanlah bilangan Ramadan dan bertakbirlah kepada Allah..."

ADVERTISEMENT

Bolehkah Takbiran Setelah Shalat Idul Fitri?

Takbiran menjadi salah satu amalan yang dianjurkan dalam perayaan Idul Fitri. Waktu takbiran Idul Fitri adalah sejak malam sebelum hari raya hingga saat imam naik ke mimbar untuk menyampaikan khutbah. Hal ini sesuai dengan pendapat shahih dari Imam An-Nawawi.

Selain itu, melansir dari buku 33 Macam Jenis Shalat Sunnah yang disusun Muhammad Ajib Lc., MA, takbir Idul Fitri dikumandangkan sebagai tanda bahwa Ramadan telah berakhir. Takbir juga menjadi bentuk pengakuan umat Islam atas kebesaran Allah SWT.

Penjelasan serupa terdapat dalam kitab Fathul Qarib yang dikutip dari NU Online. Takbiran disunnahkan sejak malam hari raya bagi semua muslim di mana saja, baik laki-laki maupun perempuan, musafir maupun yang tinggal menetap.

Muhammad bin Qasim Al-Ghazi mengatakan bahwa,

"Disunnahkan takbir bagi laki-laki dan perempuan, musafir dan pemukim, baik yang sedang di rumah, jalan, masjid, ataupun pasar. Dimulai dari terbenam matahari pada malam hari raya berlanjut sampai shalat Idul Fitri. Tidak disunnahkan takbir setelah shalat Idul Fitri atau pada malamnya, akan tetapi menurut An-Nawawi di dalam Al-Azkar hal ini tetap disunnahkan."

Dari penjelasan tersebut, takbiran yang dianjurkan adalah sejak terbenamnya matahari pada malam Idul Fitri hingga pelaksanaan shalat Idul Fitri. Meski begitu, Imam An-Nawawi dalam Al-Azkar mengatakan bahwa takbiran setelah shalat Idul Fitri masih diperbolehkan.

Hal ini berbeda dengan takbiran pada Idul Adha. Pada hari raya tersebut, takbir masih disunnahkan selama hari tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah setelah shalat fardhu.

Jadi, takbiran setelah shalat Idul Fitri pada dasarnya tidak termasuk waktu utama yang dianjurkan. Sementara waktu yang paling dianjurkan untuk bertakbir adalah sejak malam Idul Fitri hingga pelaksanaan shalat Id.

Bacaan Takbir Idul Fitri

Bacaan takbir Idul Fitri yang umum dilantunkan umat Islam adalah sebagai berikut:

Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲØŒ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲØŒ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲØŒ Ų„ŲŽØ§ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‡ŲŽ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‘Ø§ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ŲˆŲŽØ§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲØŒ Ø§Ų„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡Ų ØŖŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ ŲˆŲŽ Ų„ŲŲ„ŲŽŲ‘Ų‡Ų Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯

Arab latin: Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allaahu akbar, laa ilaaha illa Allaahu wa Allaahu akbar, Allaahu akbar wa lillaahil hamd

Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar. Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah."




(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads