- Tata Cara Sholat Subuh 1. Berdiri Tegak Jika Mampu 2. Melafalkan Niat Sholat Subuh 3. Melakukan Takbiratul Ihram 4. Bersedekap 5. Membaca Doa Iftitah 6. Membaca Surah Al-Fatihah 7. Membaca Surah Al-Qur'an atau Sepotong Ayat 8. Rukuk 9. I'tidal 10. Sujud Pertama 11. Duduk di Antara Dua Sujud 12. Sujud Kedua 13. Bangkit untuk Rakaat Kedua 14. Membaca Doa Qunut saat I'tidal 15. Duduk Tasyahud Akhir 16. Membaca Tasyahud Akhir 17. Salam
- Bacaan Dzikir Setelah Sholat Subuh Dzikir Pertama Dzikir Kedua Membaca Tasbih, Tahmid, dan Takbir Melanjutkan Dzikir Membaca Ayat Kursi Membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas Dzikir yang Dibaca 10 Kali Dzikir Penutup
Sholat Subuh merupakan salah satu sholat wajib yang dikerjakan oleh umat Islam setiap hari pada waktu fajar. Ibadah ini terdiri dari dua rakaat dan memiliki keutamaan yang besar dalam Islam. Pelaksanaannya dilakukan dengan mengikuti tuntunan yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW, baik dari segi gerakan maupun bacaannya.
Tata cara sholat Subuh menjadi panduan penting agar ibadah yang dilakukan sesuai dengan syariat. Memahami setiap rangkaian gerakan dan bacaan sholat subuh dapat membantu umat Islam melaksanakan sholat Subuh dengan benar sesuai tuntunan sunnah.
Tata Cara Sholat Subuh
Berikut penjelasan mengenai tata cara sholat Subuh yang dikutip dari Buku Praktis Panduan Sholat Wajib-Sunnah karya Abu Sakhi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Berdiri Tegak Jika Mampu
Sholat dimulai dengan berdiri tegak menghadap kiblat bagi yang mampu melakukannya. Saat berdiri, arahkan pandangan ke tempat sujud agar lebih khusyuk dalam menjalankan sholat.
2. Melafalkan Niat Sholat Subuh
Setelah berdiri dengan sempurna, bacalah niat sholat Subuh dengan mengucapkan:
أُصَلِّي فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُومًا / إِمَامًا) لِلَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أَكْبَرُ
Latin: Ushallī fardhash shubhi rak'ataini mustaqbilal qiblati adā'an (ma'mūman / imāman) lillāhi ta'ālā, Allāhu akbar.
Artinya: "Aku berniat sholat fardhu Subuh dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum/imam karena Allah Ta'ala."
Jika bertindak sebagai imam atau makmum, lafadz niat dapat disesuaikan menjadi imaaman atau makmuuman.
3. Melakukan Takbiratul Ihram
Selanjutnya lakukan takbiratul ihram dengan mengangkat kedua tangan sambil mengucapkan takbir. Bagi laki-laki, tangan diangkat sejajar telinga, sedangkan perempuan sejajar dada.
اللهُ أَكْبَرُ
Latin: Allaahu Akbar
Artinya: "Allah Maha Besar."
4. Bersedekap
Setelah takbir, letakkan tangan kanan di atas tangan kiri di antara pusar dan dada. Posisi ini disebut bersedekap dan dilakukan saat membaca doa dan surah dalam sholat.
5. Membaca Doa Iftitah
Doa iftitah dibaca setelah bersedekap sebelum melanjutkan bacaan lainnya dalam sholat. Berikut salah satu contoh bacaan doa iftitah:
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا | وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً أعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ مِنْ نَفْخِهِ وَنَفْتِهِ وَهَمْزِهِ
Latin: Allahu akbar kabiiro, allahu akbar kabiiro, allahu akbar kabiiro, walhamdulillahi katsiiro, walhamdulillahi katsiiro, walhamdulillahi katsiiro, wa subhanallahi bukrotaw washilaa, wa subhanallahi bukrotaw washilaa, wa subhanallahi bukrotaw washilla a'udzu billahi minasy syaithooni min nafkhihi, wa naftshihi, wa hamzih.
Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah di waktu pagi dan sore. Maha Suci Allah di waktu pagi dan sore. Maha Suci Allah di waktu pagi dan sore. Aku berlindung kepada Allah dari tiupan, bisikan, dan godaan setan."
6. Membaca Surah Al-Fatihah
Setelah membaca doa iftitah, dilanjutkan dengan membaca surah Al-Fatihah secara sempurna karena surah ini merupakan salah satu rukun dalam sholat.
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ١ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَلَمِينَ ٢ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ مُلِكِ يَوْمِ الدِّيْنُ ٤ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِين اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمُ ٦ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ، غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
Latin: bismillahir-rahmānir-rahīm al-hamdu lillāhi rabbil-'ālamīn ar-rahmānir-rahīm māliki yaumid-dīn iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'in ihdinaş-şirātal-mustaqīm şirāțallażīna an'amta 'alaihim gairil-magdubi 'alaihim wa lad-dāllīn
Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Pemilik hari Pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. Bimbinglah kami ke jalan yang lurus (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat."
7. Membaca Surah Al-Qur'an atau Sepotong Ayat
Setelah membaca Al-Fatihah, dianjurkan membaca surah pendek dari Al-Qur'an seperti Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, atau surah lainnya.
8. Rukuk
Setelah membaca surah, lakukan rukuk dengan membungkukkan badan sambil membaca:
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ
Latin: Subhāna rabbiyal 'azhīm
Artinya: "Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung."
9. I'tidal
Bangkit dari rukuk sambil membaca:
سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
Latin: Sami'allāhu liman hamidah
Kemudian dilanjutkan:
رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ
Latin: Rabbanaa lakal hamd
Artinya: "Wahai Tuhan kami, bagi-Mu segala puji."
10. Sujud Pertama
Setelah i'tidal, lakukan sujud dengan membaca:
سُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى
Latin: Subhāna rabbiyal a'lā
Artinya: "Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi."
11. Duduk di Antara Dua Sujud
Bangkit dari sujud lalu duduk sambil membaca doa:
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي
Latin: Rabbighfir lī warhamnī
Artinya: "Ya Tuhanku, ampunilah aku dan rahmatilah aku."
12. Sujud Kedua
Setelah itu lakukan sujud kedua dengan bacaan yang sama seperti sujud pertama.
13. Bangkit untuk Rakaat Kedua
Setelah sujud kedua pada rakaat pertama, berdirilah kembali sambil bertakbir untuk melanjutkan rakaat kedua. Pada rakaat ini urutan bacaan dan gerakannya sama seperti rakaat pertama, dimulai dari membaca Al-Fatihah, surah pendek, rukuk, hingga i'tidal.
14. Membaca Doa Qunut saat I'tidal
Pada sholat Subuh, setelah i'tidal pada rakaat kedua dianjurkan membaca doa qunut. Berikut bacaan doa qunut:
اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكَ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِى وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ وَإِنَّهُ لا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Latin: Allahummah dini fii man hadait, wa'afini fiman 'afait, wa tawallani fi man tawallait, wa barik li fi ma a'thait, wa qini syarra ma qadhait, fa innaka taqdhi wa la yuqdha 'alaik, wa innahu la yazillu man wa lait, wa la ya'izzu man 'adait, tabarakta rabbana wa ta'alait, fa lakal hamdu a'la ma qadhait, wa astagfiruka wa atubu ilaik, wa shallallahu 'ala sayyidina muhammadin nabiyyil ummiyyi wa 'ala alihi wa shahbihi wa sallam.
Artinya: "Ya Allah tunjukkanlah aku sebagaimana mereka yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah kesehatan kepadaku sebagaimana mereka yang telah Engkau berikan kesehatan. Peliharalah aku sebagaimana orang-orang yang telah Engkau lindungi. Berikanlah keberkahan kepadaku pada apa yang telah Engkau berikan. Selamatkanlah aku dari bahaya kejahatan yang telah Engkau tentukan. Engkaulah yang menghukum dan bukan dihukum. Tidak hina orang yang Engkau jadikan pemimpin. Tidak mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi. Bagi-Mu segala pujian di atas apa yang Engkau tentukan. Aku memohon ampun kepada-Mu dan bertaubat kepada-Mu. Semoga Allah mencurahkan rahmat dan karunia atas junjungan kami Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabatnya."
Setelah membaca doa qunut, lanjutkan gerakan sholat seperti biasa yaitu sujud, duduk di antara dua sujud, lalu sujud kedua.
15. Duduk Tasyahud Akhir
Setelah sujud kedua pada rakaat kedua, duduklah untuk tasyahud akhir dengan posisi tawarruk. Saat duduk, bacalah tasyahud dan shalawat dengan tenang hingga selesai.
16. Membaca Tasyahud Akhir
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ. أَشْهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ صَلَّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِك عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
Latin: At tahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thoyyibaatulillaah. as salaamu'alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullaahi wabarakaatuh, assalaamu'alaina wa'alaa ibaadillaahishaalihiin. Asyhaduallaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna muhammad rasuulullaah.
Allaahumma shalli'alaa muhammad, wa'alaa aali muhammad. kamaa shallaita alaa ibraahiim wa alaa aali ibraahiim. wabaarik'alaa muhammad wa alaa aali muhammad. kamaa baarakta alaa ibraahiim wa alaa aali ibraahiim, fil'aalamiina innaka hamiidum majiid.
Artinya: "Segala ucapan selamat, keberkahan, shalawat, dan kebaikan adalah bagi Allah. Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan kepadamu wahai Nabi beserta rahmat Allah dan barakah-Nya. Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan pula kepada kami dan kepada seluruh hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu adalah hamba-Nya dan utusan-Nya.
Ya Allah, limpahi lah rahmat atas keluarga Nabi Muhammad, seperti rahmat yang Engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahi lah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya, seperti berkah yang Engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya, Engkau lah Tuhan yang sangat terpuji lagi sangat mulia diseluruh alam."
17. Salam
Sholat diakhiri dengan mengucapkan salam sambil menoleh ke kanan dan ke kiri:
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ
Latin: Assalamu 'alaikum wa rohmatullah
Artinya: "Semoga keselamatan dan rahmat Allah tetap pada kamu semua."
Dengan mengikuti tata cara sholat Subuh secara berurutan beserta bacaannya, ibadah sholat dapat dilaksanakan dengan lebih baik dan sesuai tuntunan.
Bacaan Dzikir Setelah Sholat Subuh
Mengamalkan dzikir setelah sholat Subuh merupakan salah satu ibadah yang dianjurkan dalam Islam. Dzikir ini bertujuan untuk mengingat Allah sekaligus memohon ampunan dan keberkahan setelah menunaikan sholat.
Dikutip dari buku Hafalan Luar Kepala Bacaan Shalat: Dzikir dan Doa Pilihan, serta Juz 'Amma karya Abdul Kanzul Makhfi, berikut beberapa bacaan dzikir yang dianjurkan setelah sholat Subuh.
Dzikir Pertama
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ , اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلامُ وَمِنْكَ السَّلامُ، تَبَارَكْتَ ذَا الْجَلالِ وَالْإِكْرَامِ
Latin: Astaghfirullah astaghfirullah astaghfirullah, Allahumma antas salaam wa minkas salaam, tabaarakta dzal jalaali wal ikraam
Artinya: Aku meminta ampun kepada Allah (3x). Ya Allah, Engkau Pemberi keselamatan, dan dari-Mu keselamatan. Maha Suci Engkau, wahai Tuhan Pemilik keagungan dan kemuliaan."
Dzikir Kedua
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِالله لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ. لَهُ لا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلَا النَّعْمَةُ وَلَهُ الفَضْلُ وَلَهُ القَنَاءُ الْحَسَنُ. لَا إِلَهَ إِلَّا النَّعْمَةُ وَلَهُ الفَضْلُ وَلَهُ القَنَاءُ الْحَسَنُ. لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرَة الكَافِرُوْنَ. اَللَّهُمَّ يُنْفَعُ ذَا الجَدَّ مِنْكَ الحد.
Latin: Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalah, lahul mulku wa lahul hamdu wahuwa 'alaa kulli syai-in qadiir. Laa haula wa laa quwwata illa billah. Laa ilaaha illallaahu wa laa na'budu illa iyyaah. Lahun ni'matu wa lahul fadhlu wa lahuts tsanaa-ul hasan. Laa ilaaha illallaahu mukhlishiina lahud diina walau karihal kaafiruun. Allahumma laa maani'a lima a'thaita, wa laa mu'thiya limaa mana'ta, wa laa yanfa'u dzal jaddi minkal jaddu.
Artinya: "Tidak ada Tuhan yang berhak disembah, kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya seluruh kerajaan, kepunyaan-nya pula segala pujian, serta Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu Tidak ada daya dan kekuatan, kecuali dengan izin Allah. Tidak ada Tuhan yang berhal disembah, kecuali Allah. Kami tidak menyembah, kecuali kepada-Nya. Milik-Nya segala nikmat, milik-Nya segala keutamaan, dan milik-Nya segala sanjungan yang baik. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah, kecuali Allah dengan mengikhlaskan agama (ketundukan) untuk-Nya, walaupun orang-orang kafir benci. Ya Allah, tidak ada yang dapat menghalangi sesuatu yang Engkau halangi serta tidak bermanfaat bagi orang yang memiliki kekayaan (dari siksaan-Mu) atas kekayaannya."
Membaca Tasbih, Tahmid, dan Takbir
Setelah itu dianjurkan membaca tasbih, tahmid, dan takbir masing-masing sebanyak 33 kali.
سبحان الله
Subhanallah
Artinya: "Maha Suci Allah"
الحمد لل الله
Alhamdulillah
Artinya: "Segala puji bagi Allah"
الله أكبر
Allahu Akbar
Artinya: "Allah Maha Besar"
Keutamaan membaca tasbih, tahmid, dan takbir setelah sholat dijelaskan dalam hadits berikut.
مَنْ سَبَّحَ الله في دبر كُلِّ صَلَاةٍ ثَلاثًا وَثَلاثِينَ وَحَمِدَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَكَبَّرَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ قَتْلِكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ وَقَالَ تَمَامَ الْمِائَةِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ غُفِرَتْ حَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ
"Siapa yang bertasbih kepada Allah (Subhaanallaah) setiap kali selesai shalat sebanyak 33 kali, memuji Allah (Alhamdulillaah) 33 kali, takbiir kepada Allah (Allaahu akbar) 33 kali maka semuanya berjumlah 99 kali kemudian disempurnakan menjadi 100 dengan mengucapkan: 'Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai'in qadiir', maka di-ampuni dosa-dosanya meskipun dosanya sebanyak buih di lautan." (HR. Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud)
Melanjutkan Dzikir
اَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ
Latin: Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai-in qodiir.
Artinya: "Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu."
Membaca Ayat Kursi
اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا، وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Latin: Allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa'u 'indahū illā bi`iżnih, ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai`im min 'ilmihī illā bimā syā`, wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'aẓīm
Artinya: "Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar."
Membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas
Setelah itu dilanjutkan dengan membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas masing-masing sebanyak tiga kali.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Latin: "Bismillaahirrahmaanirrahiim qul huwallāhu aḥad allāhuṣ-ṣamad lam yalid wa lam yụlad wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad"
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
Latin: "Bismillaahirrahmaanirrahiim qul a'ụżu birabbil-falaq min syarri mā khalaq wa min syarri gāsiqin iżā waqab wa min syarrin-naffāṡāti fil-'uqad wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad"
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَهِ النَّاسِ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ
Latin: "Bismillaahirrahmaanirrahiim qul a'ụżu birabbin-nās malikin-nās ilāhin-nās min syarril-waswāsil-khannās allażī yuwaswisu fī ṣudụrin-nās minal-jinnati wan-nās"
Dzikir yang Dibaca 10 Kali
Selain itu, Rasulullah SAW juga menganjurkan membaca dzikir berikut sebanyak 10 kali.
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Latin: Lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu yuḥyī wa yumīt, wa huwa 'alā kulli syai'in qadīr.
Artinya: "Tiada Ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu baginya. Hanya milik-Nya segala kerajaan. Hanya milik-Nya segala pujian. Dia yang menghidupkan dan Dia yang mematikan. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu."
Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa siapa yang membaca dzikir tersebut 10 kali setelah shalat Maghrib, maka Allah akan menugaskan malaikat untuk menjaganya dari gangguan setan hingga pagi hari. Selain itu, Allah juga menuliskan sepuluh kebaikan, menghapus sepuluh keburukan, dan pahala bacaan tersebut setara dengan memerdekakan sepuluh budak yang beriman.
Dzikir Penutup
Dzikir ditutup dengan membaca kembali:
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ , اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلامُ وَمِنْكَ السَّلامُ، تَبَارَكْتَ ذَا الْجَلالِ وَالْإِكْرَامِ
Latin: Astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah, Allahumma antas salaam wa minkas salaam, tabaarakta dzal jalaali wal ikraam
Artinya: Aku meminta ampun kepada Allah (3x). Ya Allah, Engkau Pemberi keselamatan, dan dari-Mu keselamatan. Maha Suci Engkau, wahai Tuhan Pemilik keagungan dan kemuliaan."
(inf/inf)












































Komentar Terbanyak
Eks Menag Kritik Rencana War Tiket Haji Kemenhaj
Kemenhaj Wacanakan War Tiket Jadi Mekanisme Naik Haji Tanpa Antre
Prabowo Ingin Hapus Antrean Haji, Kemenhaj Kaji Sistem "War Ticket"