- 8 Tips Puasa Anti Haus Saat Ramadan 1. Minum Air Putih Sesuai Kebutuhan 2. Hindari Minuman yang Memicu Dehidrasi 3. Memilih Makanan dengan Kandungan Air Tinggi 4. Hindari Makanan yang Terlalu Asin 5. Memilih Makanan yang Tepat saat Sahur 6. Mengurangi Aktivitas Berat 7. Hindari Olahraga yang Berat 8. Memahami Tanda-Tanda Dehidrasi
- Doa Agar Tidak Lapar dan Haus saat Puasa
Pada saat puasa Ramadan, umat Islam diwajibkan untuk tidak makan dan minum dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Kondisi ini tentunya dapat membuat tubuh merasa haus dan juga lapar.
Agar terhindar dari rasa haus yang berlebih pada saat puasa Ramadan, berikut ulasan lengkap mengenai tips puasa anti haus yang dapat umat Islam terapkan selama melaksanakan ibadah puasa.
8 Tips Puasa Anti Haus Saat Ramadan
Agar umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa Ramadan secara maksimal, tanpa merasakan haus yang berlebih, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan. Untuk itu, berikut delapan tips puasa anti haus sebagaimana dikutip dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Ditjen Kesehatan Lanjutan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Minum Air Putih Sesuai Kebutuhan
Cara pertama agar umat Islam tidak merasakan haus yang berlebih ketika puasa adalah memenuhi kebutuhan air dalam tubuh. Rata-rata orang dewasa membutuhkan dua liter air perhari yang dapat dibagi menjadi delapan gelas air perhari.
Saat puasa, umat Islam dapat menerapkan pola 2-4-2, yang berarti dua gelas saat sahur, 4 gelas saat buka puasa, dan dua gelas sebelum tidur atau menjelang sahur.
2. Hindari Minuman yang Memicu Dehidrasi
Langkah berikutnya ialah, menghindari minuman yang dapat memicu dehidrasi. Terdapat beberapa jenis minuman yang dapat mengganggu keseimbangan elektrolit, sehingga menyebabkan dehidrasi. Umat islam dapat mengurangi atau bahkan menghindari minuman berkafein, minuman manis dan soda, serta minuman energi.
3. Memilih Makanan dengan Kandungan Air Tinggi
Pada saat berbuka atau sahur, umat Islam dapat memilih untuk mengkonsumsi makanan dengan kandungan air yang tinggi, seperti buah buahan dan sayuran yang kaya akan air.
4. Hindari Makanan yang Terlalu Asin
Sering kali umat Islam merasa haus padahal baru saja menjalani beberapa jam puasa, itu bisa jadi dikarenakan mengonsumsi makanan yang terlalu asin pada saat sahur. Makanan asin dapat membuat tubuh menjadi cepat haus dan kekurangan banyak cairan.
5. Memilih Makanan yang Tepat saat Sahur
Selain menghindari makanan yang terlalu asin, umat Islam juga harus menghindari makanan yang memiliki kandungan protein tinggi seperti daging sapi, telur, dan gandum.
Untuk mencegah rasa haus berlebih saat puasa, umat Islam dapat seimbangkan asupan gizi pada saat sahur dan berbuka. Perbanyak minum air putih apabila sudah mengkonsumsi makanan berprotein tinggi.
6. Mengurangi Aktivitas Berat
Umat Islam dapat mengurangi aktivitas berat pada saat puasa. Aktifitas yang berat dapat menguras banyak energi, sehingga menyebabkan dehidrasi.
7. Hindari Olahraga yang Berat
Selain menghindari aktivitas yang berat, umat Islam juga dapat menghindari berbagai jenis olahraga yang berat dan dilakukan secara berlebihan. Meski begitu, bukan berarti selama puasa kita dilarang untuk berolahraga. Pilihlah olahraga yang ringan, seperti jalan kaki, jogging, yoga, atau zumba.
8. Memahami Tanda-Tanda Dehidrasi
Umat Islam dapat memahami tanda-tanda dehidrasi sebagai langkah antisipasi, antara lain sebagai berikut:
- Rasa haus berlebih
- Mulut kering dan lengket
- Urine yang berwarna gelap
- Kelelahan yang berlebih
- Sakit kepala dan pusing
- Kulit kering
- Kram otot
- Penurunan konsentrasi
Selain menerapkan delapan tips di atas sebagai bentuk ikhtiar, umat Islam juga dapat memanjatkan doa agar ibadah puasa Ramadan tidak terasa haus dan lapar.
Doa Agar Tidak Lapar dan Haus saat Puasa
Dinukil dari buku Pintar Ibadah oleh Ustadz H. Fatkhur Rahman, berikut bacaan doa menahan rasa lapar dan haus yang merupakan ayat 78-79 surah Asy Syu'ara:
الَّذِيْ خَلَقَنِيْ فَهُوَ يَهْدِيْنِ ۙ وَالَّذِيْ هُوَ يُطْعِمُنِيْ وَيَسْقِيْنِ ۙ
Latin: Allażī khalaqanī fa huwa yahdīn(i). Wal-lażī huwa yuṭ'imunī wa yasqīn(i).
Artinya: (Allah) yang telah menciptakanku. Maka, Dia (pula) yang memberi petunjuk kepadaku. Dia (pula) yang memberiku makan dan minum.
(inf/inf)












































Komentar Terbanyak
Eks Menag Kritik Rencana War Tiket Haji Kemenhaj
Kemenhaj Wacanakan War Tiket Jadi Mekanisme Naik Haji Tanpa Antre
Prabowo Ingin Hapus Antrean Haji, Kemenhaj Kaji Sistem "War Ticket"