- Hukum Ziarah Kubur
- Doa Ziarah Kubur Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
- Doa Ziarah Kubur Pendek
- 6 Tata Cara Ziarah Kubur 1. Berwudhu sebelum Melakukan Ziarah Kubur 2. Ucapkan Salam kepada Ahli Kubur 3. Menghadap ke Arah Kiblat Saat Berdoa dan Berzikir 4. Mengirimkan Doa untuk Almarhum 5. Tidak Duduk atau Menginjak Bagian Atas Kuburan 6. Tidak Melakukan Perbuatan Berlebihan
Ziarah kubur merupakan salah satu praktik yang dikenal dalam tradisi keislaman. Amalan ini dilakukan oleh umat Islam dengan memperhatikan adab dan tata cara tertentu sebagaimana diajarkan dalam ajaran Islam.
Dalam pelaksanaannya, ziarah kubur tidak hanya dimaknai sebagai kunjungan ke makam, tetapi juga sebagai momen untuk berdoa dan mengingat kehidupan akhirat. Oleh karena itu, terdapat bacaan dan doa-doa tertentu yang biasa diamalkan saat ziarah kubur sebagai bagian dari adab yang dianjurkan.
Hukum Ziarah Kubur
Ziarah kubur dalam Islam merupakan amalan yang memiliki landasan kuat dalam hadits Nabi Muhammad SAW. Anjuran untuk berziarah kubur menunjukkan bahwa praktik ini dibenarkan dalam syariat, selama dilakukan sesuai dengan adab dan ketentuan yang diajarkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
عَنْ بَرِيْدَةَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: قَدْ كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَقَدْ أَذِنَ لِمُحَمَّدٍ فِي زِيَارَةِ قَبْرِ أُمَّةٍ فَزُوْرُوهَا فَإِنَّهَا تُذَكَّرُ الآخِرة. (رواه الترمذي. ۹۷۰)
Dari Buraidah, ia berkata Rasulullah SAW bersabda, "Saya pernah melarang kamu berziarah kubur. Namun sekarang Muhammad telah diberi izin untuk berziarah ke makam ibunya. Maka sekarang berziarahlah, karena perbuatan itu dapat mengingatkan kamu pada akhirat."
Selain sebagai bentuk ketaatan terhadap sunnah Rasulullah SAW, ziarah kubur juga disebutkan memiliki keutamaan bagi orang yang melakukannya. Dikutip dalam buku 3 Golongan Musuh Allah Pada Hari Kiamat karya Rizem Aizid, dijelaskan bahwa seorang mukmin yang berziarah kubur memperoleh pahala yang besar, bahkan disebutkan bahwa pahalanya sebanding dengan pahala orang yang diziarahi.
Lebih lanjut, disebutkan pula bahwa orang yang membiasakan diri berziarah kubur mendapatkan jaminan keselamatan di akhirat. Dalam salah satu riwayat hadits, Imam Ali ar-Ridha menyampaikan bahwa siapa pun yang mendatangi makam saudaranya sesama mukmin, kemudian meletakkan tangannya di atas makam tersebut sambil membaca Surah Al-Qadr sebanyak tujuh kali, maka ia akan diselamatkan pada hari musibah terbesar, yaitu hari kiamat.
Dalam riwayat lain yang sejalan, amalan tersebut disertai dengan anjuran agar dilakukan sambil menghadap ke arah kiblat. Penegasan serupa juga disampaikan oleh Syekh Abbas al-Qummi yang menyatakan bahwa di antara golongan yang memperoleh keselamatan pada hari kiamat, bisa jadi berasal dari orang-orang yang berziarah kubur atau mereka yang diziarahi.
Doa Ziarah Kubur Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Berikut doa ziarah kubur yang dapat diamalkan:
1. Membaca salam
السَّلامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ وَأَتاكُمْ ما تُوعَدُونَ غَداً مُؤَجَّلُونَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحِقُونَ
Latin: Assalamu'alaikum dara qaumìn mu'minin wa ataakum maa tuu'aduna ghadan mu-ajjaluun, wa inna insyaa allahu bikum lahiquun
Artinya: "Assalamualaikum, hai tempat bersemayam kaum mukmin. Telah datang kepada kalian janji Allah yang sempat ditangguhkan besok, dan kami insyaallah akan menyusul kalian."
2. Membaca istighfar
أسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ
Latin: Astaghfirullah Hal Adzim Alladzi La ilaha Illa Huwal Hayyul Qoyyumu Wa atubu llaihi
Artinya: "Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya."
3. Membaca surat Al Fatihah
4. Membaca surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas
5. Membaca kalimat tahlil
لَا إِلَهَ إِلَّا الله
Arab-latin: Laailaaha Illallah
Artinya: "Tiada Tuhan selain Allah."
6. Membaca doa ziarah kubur
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقَّهِ مِنَ الذُّنُوبِ وَالْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ
الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأُدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ, وَافْسَحْ لَهُ فِي قَبْرِهِ، وَنَوْرُ لَهُ فِيهِ
Latin: Allahummaghfirlahu war hamhu wa 'aafihii wa'fu anhu, wa akrim nuzuulahu wawassi' mud kholahu, waghsilhu bil maa'i watssalji walbaradi, wa naqqìhì, mìnaddzzunubi wal khathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu mìnad danasì.
Wa abdilhu daaran khairan mìn daarìhì wa zaujan khairan mìn zaujìhì. Wa adkhilhul jannata wa aidz-hu mìn adzabil qabri wa mìn adzabinnaari wafsaḥ lahu fi qabrìhì wa nawwìr lahu fihì.
Artinya: "Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran."
"Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, isteri yang lebih baik dari isterinya. Masukkanlah dia ke dalam surga, berikanlah perlindungan kepadanya dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya." (HR Muslim)
Doa Ziarah Kubur Pendek
Dikutip dari buku Pintar Doa untuk Anak karya Abu Ezza, dijelaskan bahwa dalam pelaksanaan ziarah kubur terdapat adab dan bacaan doa yang dianjurkan. Salah satu di antaranya adalah doa ziarah kubur dengan lafaz yang singkat dan mudah diamalkan.
السَّلامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الديار منَ الْمُؤْمِنِينَ والمسلمين وإنا إن شاء الله بكم لاحقون نَسْأَلُ اللهِ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِية
Arab Latin: "Assalaamu'alaikum ahlad diyaari minal mu'miniina wal muslimiin, wa innaa in syaa allaahu bikum laahiquun, nas'alullaaha lanaa wa lakumul'aafiyah"
Artinya: "Keselamatan semoga tetap tercurahkan kepada para penghuni kubur dari golongan orang-orang mukmin dan orang-orang muslim, dan sesungguhnya Insya Allah kami akan menyusul kalian. Kami memohon kepada Allah keselamatan untuk kamu dan untuk kalian semua." (HR Ibnu Majah)
6 Tata Cara Ziarah Kubur
Dikutip dalam buku Panduan Fardu Kifayah Beserta Doa karya H. Sopian Riduan, ziarah kubur dalam Islam memiliki tata cara yang perlu diperhatikan agar pelaksanaannya sesuai dengan adab dan tuntunan syariat. Berikut beberapa tata cara ziarah kubur yang dianjurkan.
1. Berwudhu sebelum Melakukan Ziarah Kubur
Tata cara ziarah kubur yang pertama adalah berwudhu. Sebelum berangkat ke pemakaman, seorang muslim dianjurkan untuk bersuci terlebih dahulu. Wudhu dilakukan sebagai bentuk penyempurnaan niat dan upaya mensucikan diri sebelum berdoa dan berzikir di area pemakaman.
2. Ucapkan Salam kepada Ahli Kubur
Setibanya di makam, dianjurkan untuk mengucapkan salam kepada ahli kubur. Salam ini tidak hanya sebagai bentuk sapaan, tetapi juga doa yang diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW ketika memasuki pemakaman kaum muslimin.
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ يَا أَهْلَ الْقُبُورِ يَغْفِرُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُمْ وَأَنْتُمْ سَلَفْنَا وَنَحْنَ بِالْأَثَرِ
Latin: As-salaamu 'alaikum yaa ahlal-qubuur, Yaghfirullaahu lana walakum, Wa antum salafuna wanaḥnu bil-atsar.
Artinya: "Salam sejahtera semoga tercurahkan kepada kalian wahai penduduk alam kubur, semoga Allah memberikan ampunan kepada kita dan kepada kalian, dan kalian telah mendahului kami dan kelak kami akan menyusul."
Ucapan salam ini mencerminkan adab seorang muslim dalam menghormati orang-orang yang telah meninggal dunia.
3. Menghadap ke Arah Kiblat Saat Berdoa dan Berzikir
Tata cara ziarah kubur selanjutnya adalah menghadap ke arah kiblat ketika berdoa untuk almarhum atau almarhumah. Selain memanjatkan doa, peziarah dianjurkan memperbanyak zikir seperti tasbih, takbir, dan tahmid sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT.
"Assalaamu 'alaa ahlad diyaari minal mu'miniina wal muslimiin wa innaa insyaa allahu bikum laahiquun asalullaha lanaa walakumul aafiyah." (Riwayat Zuhair bin Harb)
Artinya: "Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur dari golongan orang-orang beriman dan muslim. Semoga Allah merahmati orang-orang yang telah mendahului kami dan orang-orang yang datang kemudian. Kami insyaallah akan menyusul kalian. Aku memohon keselamatan untuk kami dan kalian."
4. Mengirimkan Doa untuk Almarhum
Setelah mengucapkan salam dan berzikir, tata cara ziarah kubur berikutnya adalah mengirimkan doa kepada almarhum. Doa dapat diisi dengan bacaan tasbih, takbir, tahmid, serta doa-doa khusus untuk jenazah. Biasanya, rangkaian doa ditutup dengan membaca Surat Al-Fatihah.
Pengantar Al-Fatihah
إِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَآلِهِ وصَحْبِهِ شَيْءٌ لِلَّهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ
Latin: Ilā ḥaḍratin-nabiyyi ṣallallāhu 'alaihi wa sallam wa ālihī wa ṣaḥbihī syai'un lillāhi lahumul fātiḥah.
Artinya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Untuk junjungan Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabatnya. Bacaan Al-Fatihah ini kami hadiahkan pahalanya kepada mereka."
Al-Fatihah
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ. أَمِينٌ
Latin: Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm. Al-ḥamdu lillāhi rabbil 'ālamīn. Ar-raḥmānir-raḥīm. Māliki yaumid-dīn. Iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn. Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm. Ṣirāṭallażīna an'amta 'alaihim ghairil-maghḍūbi 'alaihim wa laḍ-ḍāllīn. Āmīn.
Artinya: "Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolongan. Tunjukkanlah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat."
Doa kemudian dapat dilanjutkan dengan pujian kepada Allah SWT serta permohonan ampun dan rahmat bagi ahli kubur sebagaimana bacaan berikut:
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِيءُ مَزِيْدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلال وجهك وعظيم سلطانك، سُبْحَانَكَ لا تحصي ثناء عَلَيْكَ أنت كما أثنيت على نفسك، فلك الحَمْدُ قَبْلَ الرِّضَى وَلَكَ الحَمْدُ بَعْدَ الرَّضَى وَلَكَ الْحَمْدُ إِذَا رَضِيْتَ عَنَّا دَائِمًا أَبَدًا . اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ بِالقُرْآنِ العَظِيمِ رَحْمَةً وَاسِعَةً، وَاغْفِرْ لَهُ مغفرة جامعة يَا مَالِكَ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ يَا رَبُّ العَالَمِينَ . اللهُمَّ اغْفِرْ لهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِها وَاعْفُ عَنْهَا يَا رَبَّ العَالَمِينَ وَاجْعَل. اللهم ثوَابًا مثل ثواب ذالك فِي صَحَائِفِنَا وَفِي صَحَائِفِ وَالِدِينَا وَمَشَائِخِنَا وَالسَّادَاتِ الحَاضِرِينَ وَوَالِدِيهِمْ وَمَشَائِخِهِمْ خَاصَّةً وَإِلَى أَمْوَاتِ الْمُسْلِمِينَ عَامَّةً.
Artinya: "Aku berlindung kepada Allah dari setan yang dilontar. Dengan nama Allah yang maha pengasih, lagi maha penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam sebagai pujian orang yang bersyukur, pujian orang yang memperoleh nikmat sama memuji, pujian yang memadai nikmat-Nya, dan pujian yang memungkinkan tambahannya. Tuhan kami, hanya bagi-Mu segala puji sebagaimana pujian yang layak bagi kemuliaan dan keagungan kekuasaan-Mu. Maha suci Engkau, kami tidak (dapat) menghitung pujian atas diri-Mu sebagaimana Kaupuji diri sendiri. Hanya bagi-Mu pujian sebelum ridha. Hanya bagi-Mu pujian setelah ridha. Hanya bagi-Mu pujian ketika Kau meridhai kami selamanya." "Ya Allah, turunkanlah rahmat yang luas kepadanya (arwah ahli kubur) dengan berkat Al-Qur'an yang agung, ampunilah ia dengan ampunan yang luas, wahai Penguasa dunia dan akhirat, Tuhan sekalian alam." "Ya Allah, ampunilah dirinya (perempuan), kasihanilah dirinya, afiatkan dirinya, dan maafkanlah dirinya, wahai Tuhan sekalian alam."
Selain itu, dianjurkan pula membaca ayat-ayat pendek. Dalam riwayat al-Marwazi dari Imam Ahmad bin Hanbal disebutkan bahwa ketika memasuki area pemakaman, dianjurkan membaca Al-Fatihah dan surat-surat pendek dari Al-Qur'an.
5. Tidak Duduk atau Menginjak Bagian Atas Kuburan
Tata cara ziarah kubur selanjutnya adalah menjaga adab dengan tidak duduk, berdiri, atau menginjak bagian atas kuburan. Hal ini merupakan bentuk penghormatan kepada orang yang telah meninggal dunia. Rasulullah SAW bersabda:
"Janganlah kalian shalat menghadap kuburan dan janganlah kalian duduk di atasnya." (HR. Muslim)
6. Tidak Melakukan Perbuatan Berlebihan
Dalam ziarah kubur, seorang muslim juga dianjurkan untuk menghindari perbuatan yang berlebihan. Ziarah kubur dilakukan untuk mendoakan dan mengingat kematian, bukan untuk melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan ajaran Islam atau melampaui batas adab yang telah ditentukan.
(inf/inf)

Komentar Terbanyak
Ramai Keluhan soal Tahlilan, Begini Penjelasan soal Jamuan di Rumah Duka
BEM Psikologi UI Sebut Homoseksual Bukan Penyimpangan, MUI Sentil Moral Kampus
Bukan Muslim, 5 Karakter Cristiano Ronaldo Ini Justru Sesuai Syariat Islam