Mengapa Kita Harus Berikhtiar dan Berdoa Secara Sungguh-sungguh?

Mengapa Kita Harus Berikhtiar dan Berdoa Secara Sungguh-sungguh?

Hanif Hawari - detikHikmah
Minggu, 01 Feb 2026 05:00 WIB
Mengapa Kita Harus Berikhtiar dan Berdoa Secara Sungguh-sungguh?
ilustrasi usaha (Foto: Istock)
Jakarta -

Dalam menjalani kehidupan di dunia, setiap manusia tentu memiliki beragam harapan dan keinginan, baik yang berkaitan dengan urusan dunia maupun akhirat. Untuk mewujudkannya, Islam mengajarkan agar tidak hanya berharap, tetapi juga berikhtiar secara maksimal dan memanjatkan doa dengan penuh kesungguhan kepada Allah SWT.

Bahkan, Allah SWT secara tegas memerintahkan hamba-Nya untuk senantiasa berusaha dan berdoa sebagai bentuk tawakal yang benar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengertian Ikhtiar dan Doa

Mengutip buku Diabaikan Allah Dibenci Rasulullah karya Rizem Aizid, setiap manusia diwajibkan untuk berikhtiar sebagai jalan meraih pertolongan Allah SWT. Secara sederhana, ikhtiar dapat dimaknai sebagai usaha atau upaya yang dilakukan seseorang dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

Secara bahasa, ikhtiar berarti mencari hasil yang lebih baik. Sementara itu, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ikhtiar diartikan sebagai alat, syarat untuk mencapai maksud, juga daya upaya. Dengan demikian, ikhtiar adalah proses mengerahkan seluruh kemampuan dan potensi yang dimiliki demi memperoleh hasil terbaik.

ADVERTISEMENT

Adapun secara istilah, ikhtiar merupakan usaha sungguh-sungguh yang dilakukan manusia dengan kesadaran, tanggung jawab, dan keyakinan penuh, disertai sikap tawakal dengan menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah SWT. Ikhtiar juga menjadi wujud keimanan sekaligus pengakuan terhadap sunnatullah atau hukum sebab-akibat yang berlaku di alam semesta.

Sementara itu, doa berasal dari bahasa Arab ad-du'ā' (Ø§Ų„Ø¯ØšØ§ØĄ) yang bermakna permintaan atau permohonan. KH Ahmadi Isa dalam bukunya Doa-Doa Pilihan menjelaskan bahwa doa memiliki pengertian yang mendalam, baik secara bahasa maupun istilah.

Secara bahasa, doa diartikan sebagai bentuk permintaan dan permohonan. Sementara itu, secara istilah, doa merupakan sikap penyerahan diri seorang hamba kepada Allah SWT dengan memohon segala kebaikan serta perlindungan dari hal-hal yang dibenci. Doa juga termasuk ibadah yang utama, karena melalui doa, seorang hamba menunjukkan ketergantungan sepenuhnya kepada Allah SWT dan meraih kecintaan-Nya.

Diriwayatkan oleh At Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda,

Ø§Ų„Ø¯ŲŲ‘ØšŲŽØ§ØĄŲ Ų…ŲØŽŲŲ‘ Ø§Ų„Ų’ØšŲØ¨ŲŽØ§Ø¯ŲŽØŠŲ

Artinya: "Doa itu merupakan inti dari ibadah."

Ibadah tersebut ditujukan semata-mata hanya kepada Allah SWT. Doa pun dipanjatkan dengan sikap rendah hati, penuh ketundukan, serta rasa takut dan harap kepada Allah SWT.

Mengapa Harus Berikhtiar dan Berdoa?

Kembali mengutip buku Diabaikan Allah Dibenci Rasulullah karya Rizem Aizid, Allah SWT mengatakan secara tegas kepada manusia untuk selalu berikhtiar. Dalam surah Ar-rad ayat 11, Allah SWT berfirman,

Ų„ŲŽŲ‡ŲÛĨ Ų…ŲØšŲŽŲ‚ŲŲ‘Ø¨ŲŽŲ°ØĒ، ؅ؐؑ؆Ûĸ Ø¨ŲŽŲŠŲ’Ų†Ų ŲŠŲŽØ¯ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†Ų’ ØŽŲŽŲ„Ų’ŲŲŲ‡ŲÛĻ ŲŠŲŽØ­Ų’ŲŲŽØ¸ŲŲˆŲ†ŲŽŲ‡ŲÛĨ ؅ؐ؆ؒ ØŖŲŽŲ…Ų’ØąŲ ŲąŲ„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡Ų ۗ ØĨŲŲ†ŲŽŲ‘ ŲąŲ„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŽ Ų„ŲŽØ§ ŲŠŲØēŲŽŲŠŲŲ‘ØąŲ Ų…ŲŽØ§ Ø¨ŲŲ‚ŲŽŲˆŲ’Ų…Ų Ø­ŲŽØĒŲŽŲ‘Ų‰Ų° ŲŠŲØēŲŽŲŠŲŲ‘ØąŲŲˆØ§ÛŸ Ų…ŲŽØ§ Ø¨ŲØŖŲŽŲ†ŲŲØŗŲŲ‡ŲŲ…Ų’ ۗ ŲˆŲŽØĨŲØ°ŲŽØĸ ØŖŲŽØąŲŽØ§Ø¯ŲŽ ŲąŲ„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡Ų Ø¨ŲŲ‚ŲŽŲˆŲ’Ų…Ų ØŗŲŲˆŲ“ØĄŲ‹Ø§ ŲŲŽŲ„ŲŽØ§ Ų…ŲŽØąŲŽØ¯ŲŽŲ‘ Ų„ŲŽŲ‡ŲÛĨ ۚ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ Ų„ŲŽŲ‡ŲŲ… ؅ؐؑ؆ Ø¯ŲŲˆŲ†ŲŲ‡ŲÛĻ Ų…ŲŲ† ŲˆŲŽØ§Ų„Ų

Artinya: "Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia."

Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda,

"Berusahalah (berikhtiarlah) untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu, minta tolonglah kepada Allah, dan jangan lemah." (HR Muslim)




(hnh/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads