Sholawat Nariyah Latin dan Artinya, Lengkap dengan Manfaat dan Waktu Mengamalkannya

Sholawat Nariyah Latin dan Artinya, Lengkap dengan Manfaat dan Waktu Mengamalkannya

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Sabtu, 17 Jan 2026 10:00 WIB
Ilustrasi sholawat nabi.
Foto: Imad Alassiry/Unsplash
Jakarta -

Sholawat nariyah adalah salah satu sholawat yang sering dibaca, khususnya oleh muslim Indonesia. Sama seperti sholawat pada umumnya, sholawat nariyah berisi sanjungan kepada Nabi Muhammad SAW.

Perintah sholawat sendiri disebutkan dalam surah Al Ahzab ayat 56,

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

Pengertian sholawat secara umum adalah doa, memberi berkah dan ibadah. Dari segi istilah, sholawat dimaknai sanjungan serta permohonan hamba kepada Allah SWT lewat ungkapan mulia.

ADVERTISEMENT

Sholawat Nariyah Diciptakan Siapa?

Menurut buku Sholawat Populer karya Suhaidi Ghazali dan Shabri Shaleh Anwar, sosok pencipta sholawat Nariyah merupakan As Sanusy. Namun, ada juga yang berpendapat Syekh Nariyah sebagai orang yang pertama kali menciptakan sholawat Nariyah.

Syekh Nariyah dikatakan sahabat Rasulullah SAW. Dia menekuni ilmu ketauhidan dan selalu berdoa kepada Allah SWT agar Nabi SAW diberi keselamatan serta kesejahteraan.

Sejarah awal mula sholawat Nariyah dimulai ketika Syekh Nariyah melantunkan sholawat yang disusun 4444 kali. Setelahnya, ia mendapat karamah dari Allah SWT.

Sholawat Nariyah Arab, Latin dan Arti

اللَّهُمَّ صَلِّ صَلاَةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلاَماً تَامّاً عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِيْ تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ، وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ، وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ، وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ، فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ

Allâhumma shalli shalâtan kâmilatan wa sallim salâman tâmman 'alâ sayyidinaa Muḫammadinil-ladzi tanhallu bihil 'uqadu wa tanfariju bihil kurabu wa tuqdhâ bihil hawaaiju wa tunâlu bihir raghâ-ibu wa husnul khawaatimi wa yustasqal ghamâmu biwajhihil karîmi wa 'alâ âlihi wa shahbihî fi kulli lamhatin wa nafasin bi-'adadi kulli ma'lûmil laka

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan yang sempurna kepada junjungan kami Nabi Muhammad yang dengan perantaranya dapat melepas segala kerepotan atau ikatan, menghilangkan segala kesusahan, mendatangkan segala hajat, tercapainya husnul khatimah, dan terpenuhi segala keinginan, diturunkan hujan dari awan berkat wajahnya yang mulia dan juga kepada keluarganya dan sahabatnya dalam setiap kedipan mata dan tarikan napas, sebanyak pengetahuan yang Engkau miliki."

Manfaat Membaca Sholawat Nariyah

Diterangkan dalam buku Mukjizat Sholawat terbitan Qultum Media, ada beberapa manfaat yang bisa diraih muslim dari mengamalkan sholawat nariyah yaitu:

  1. Membaca sholawat nariyah 11 kali setelah sholat fardhu akan dilancarkan rezekinya
  2. Membaca sholawat nariyah 4.444 kali dalam satu majelis secara rutin akan dikabulkan hajatnya
  3. Membaca sholawat nariyah 21 kali setelah sholat Subuh dan Maghrib akan dilindungi dari penyakit dan marabahaya

Kapan Waktu Terbaik Membaca Sholawat Nariyah?

Dilansir dari buku Syarah Riyadhus Shalihin karya Muhammad Al Utsaimin terjemahan Munirul Abidin, berikut waktu terbaik membaca sholawat Nariyah.

1. Hari Jumat

Waktu terbaik membaca sholawat adalah hari Jumat, termasuk sholawat nariyah. Ini mengacu pada hadits dari Aus bin Aus RA yang berkata Rasulullah SAW bersabda,

"Di antara hari-hari kalian yang paling utama adalah hari Jumat. Maka perbanyaklah sholawat untukku di hari itu. arena sesungguhnya sholawat kalian itu akan disajikan untukku'. Para sahabat berkata, 'Wahai Rasulullah, bagaimana mungkin sholawat kami akan disajikan untuk engkau setelah berbaur dengan tanah?' Mereka juga ada yang mengatakan, 'Engkau telah rusak'. Beliau bersabda, 'Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla mengharamkan atas bumi untuk merusakkan jasad-jasad para nabi'." (HR Abu Dawud)

2. Waktu Mendengar Nama Nabi SAW Disebut

Nabi SAW bersabda,

"Hinalah orang yang mendengar namaku disebut kemudian dia tidak membaca sholawat untukku." (HR At Tirmidzi)

3. Saat Ziarah Kubur

Nabi Muhammad SAW bersabda,

"Janganlah kalian menjadikan kuburku sebagai tempat perayaan. Dan bacalah sholawat untukku karena sesungguhnya bacaan sholawat kalian itu sampai kepadaku di mana pun kamu berada." (HR Abu Dawud)

4. Usai Azan dan Iqomah

Setelah azan dan iqomah jadi waktu terbaik lainnya untuk membaca sholawat nariyah. Nabi Muhammad SAW bersabda,

"Apabila kamu mendengar muazin menyerukan azan, maka jawablah dengan jawaban yang sama ia baca. Setelah selesai maka bersholawatlah kepadaku." (HR Ahmad dan Muslim)

5. Pada Permulaan dan Akhir Doa

Dari Fadhalah bin Ubaid RA, ia berkata,

"Rasulullah SAW mendengar seseorang berdoa di dalam sholatnya tanpa mengagungkan nama Allah Ta'ala dan tidak membaca sholawat untuk Nabi SAW. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, 'Orang ini sangat tergesa-gesa.' Beliau lantas memanggilnya dan bersabda kepadanya atau juga kepada orang lain, 'Apabila salah seorang di antara kalian berdoa, maka hendaknya ia memulainya dengan memuji dan menyanjung Tuhannya Yang Mahasuci, kemudian membacakan sholawat untuk Nabi SAW, kemudian setelah itu berdoa sekehendaknya'." (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)



(aeb/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads