Surat Al-Waqiah menduduki urutan ke-56 dan terdiri atas 96 ayat. Surah yang tergolong Makkiyah ini sangat masyhur di kalangan umat Islam. Al-Waqiah dipercaya sebagai amalan yang dibaca sebagai rutinitas harian pelancar rezeki.
Al-Waqiah sejatinya adalah alarm spiritual yang melukiskan dahsyatnya peristiwa hari kiamat dengan sangat detail dan berbobot. Nama Al-Wāqi'ah sendiri diambil dari ayat pertamanya yang bermakna "peristiwa yang pasti terjadi", yakni hari kiamat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bacaan Surat Al-Waqiah
اِذَا وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُۙ
Iżā waqa'atil-wāqi'ah(tu)
1. "Apabila terjadi hari Kiamat (yang pasti terjadi)"
لَيْسَ لِوَقْعَتِهَا كَاذِبَةٌۘ
Laisa liwaq'atihā kāżibah(tun)
2. "Tidak ada seorang pun yang (dapat) mendustakan terjadinya"
خَافِضَةٌ رَّافِعَةٌ
Khāfiḍatur rāfi'ah(tun)
3. "(Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain)"
اِذَا رُجَّتِ الْاَرْضُ رَجًّاۙ
Iżā rujjatil-arḍu rajjā(n)
4. "Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya"
وَّبُسَّتِ الْجِبَالُ بَسًّاۙ
Wa bussatil-jibālu bassā(n)
5. "Dan gunung-gunung dihancurkan sehancur-hancurnya"
فَكَانَتْ هَبَاۤءً مُّنْۢبَثًّاۙ
Fa kānat habā'am mumbaṡṡā(n)
6. "Jadilah ia debu yang beterbangan"
وَّكُنْتُمْ اَزْوَاجًا ثَلٰثَةًۗ
Wa kuntum azwājan ṡalāṡah(tan)
7. "Kamu menjadi tiga golongan"
فَاَصْحٰبُ الْمَيْمَنَةِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الْمَيْمَنَةِۗ
Fa aṣḥābul-maimanah(ti), mā aṣḥābul-maimanah(ti)
8. "Yaitu golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu"
وَاَصْحٰبُ الْمَشْـَٔمَةِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الْمَشْـَٔمَةِۗ
Wa aṣḥābul-masy'amah(ti), mā aṣḥābul-masy'amah(ti)
9. "Dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu"
وَالسّٰبِقُوْنَ السّٰبِقُوْنَۙ
Was-sābiqūnas-sābiqūn(a)
10. "Selain itu, (golongan ketiga adalah) orang-orang yang paling dahulu (beriman). Merekalah yang paling dahulu (masuk surga)"
اُولٰۤىِٕكَ الْمُقَرَّبُوْنَۚ
Ulā'ikal-muqarrabūn(a)
11. "Mereka itulah orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)"
فِيْ جَنّٰتِ النَّعِيْمِ
Fī jannātin-na'īm(i)
12. "(Mereka) berada dalam surga (yang penuh) kenikmatan"
ثُلَّةٌ مِّنَ الْاَوَّلِيْنَۙ
Ṡullatum minal-awwalīn(a)
13. "(Mereka adalah) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu"
وَقَلِيْلٌ مِّنَ الْاٰخِرِيْنَۗ
Wa qalīlum minal-ākhirīn(a)
14. "Dan sedikit dari orang-orang yang (datang) kemudian"
عَلٰى سُرُرٍ مَّوْضُوْنَةٍۙ
'Alā sururim mauḍūnah(tin)
15. "(Mereka berada) di atas dipan-dipan yang bertatahkan emas dan permata"
مُّتَّكِـِٕيْنَ عَلَيْهَا مُتَقٰبِلِيْنَ
Muttaki'īna 'alaihā mutaqābilīn(a)
16. "Seraya bersandar di atasnya saling berhadapan"
يَطُوْفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَانٌ مُّخَلَّدُوْنَۙ
Yaṭūfu 'alaihim wildānum mukhalladūn(a)
17. "Mereka dikelilingi oleh anak-anak yang selalu muda"
بِاَكْوَابٍ وَّاَبَارِيْقَۙ وَكَأْسٍ مِّنْ مَّعِيْنٍۙ
Bi'akwābiw wa abārīq(a), wa ka'sim mim ma'īn(in)
18. "Dengan (membawa) gelas, kendi, dan seloki (berisi minuman yang diambil) dari sumber yang mengalir"
لَّا يُصَدَّعُوْنَ عَنْهَا وَلَا يُنْزِفُوْنَۙ
Lā yuṣadda'ūna 'anhā wa lā yunzifūn(a)
19. "Mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk"
وَفَاكِهَةٍ مِّمَّا يَتَخَيَّرُوْنَۙ
Wa fākihatim mimmā yatakhayyarūn(a)
20. "(Mereka menyuguhkan pula) buah-buahan yang mereka pilih"
وَلَحْمِ طَيْرٍ مِّمَّا يَشْتَهُوْنَۗ
Wa laḥmi ṭairim mimmā yasytahūn(a)
21. "Dan daging burung yang mereka sukai"
وَحُوْرٌ عِيْنٌۙ
Wa ḥūrun 'īn(un)
22. "Ada bidadari yang bermata indah"
كَاَمْثَالِ اللُّؤْلُؤِ الْمَكْنُوْنِۚ
Ka'amṡālil-lu'lu'il-maknūn(i)
23. "Laksana mutiara yang tersimpan dengan baik
جَزَاۤءًۢ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
Jazā'am bimā kānū ya'malūn(a)
24. "Sebagai balasan atas apa yang selama ini mereka kerjakan.
لَا يَسْمَعُوْنَ فِيْهَا لَغْوًا وَّلَا تَأْثِيْمًاۙ
Lā yasma'ūna fīhā lagwaw wa lā ta'ṡīmā(n)
25. "Di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia dan tidak (pula) percakapan yang menimbulkan dosa"
اِلَّا قِيْلًا سَلٰمًا سَلٰمًا
Illā qīlan salāman salāmā(n)
26. "Kecuali (yang mereka dengar hanyalah) ucapan, "Salam... salam.""
وَاَصْحٰبُ الْيَمِينِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الْيَمِيْنِۗ
Wa aṣḥābul-yamīn(i), mā aṣḥābul-yamīn(i)
27. "Golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu"
فِيْ سِدْرٍ مَّخْضُوْدٍۙ
Fī sidrim makhḍūd(in)
28. "(Mereka) berada di antara pohon bidara yang tidak berduri"
وَّطَلْحٍ مَّنْضُوْدٍۙ
Wa ṭalḥim manḍūd(in)
29. "Pohon pisang yang (buahnya) bersusun-susun,
وَّظِلٍّ مَّمْدُوْدٍۙ
Wa ẓillim mamdūd(in)
30. "Naungan yang terbentang luas"
وَّمَاۤءٍ مَّسْكُوْبٍۙ
Wa mā'im maskūb(in)
31. "Air yang tercurah"
وَّفَاكِهَةٍ كَثِيْرَةٍۙ
Wa fākihatin kaṡīrah(tin)
32. "Buah-buahan yang banyak"
لَّا مَقْطُوْعَةٍ وَّلَا مَمْنُوْعَةٍۙ
Lā maqṭū'atiw wa lā mamnū'ah(tin)
33. "Yang tidak berhenti berbuah dan tidak terlarang memetiknya"
وَّفُرُشٍ مَّرْفُوْعَةٍۗ
Wa furusyim marfū'ah(tin)
34. "Dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk"
اِنَّآ اَنْشَأْنٰهُنَّ اِنْشَاۤءًۙ
Innā ansya'nāhunna insyā'ā(n)
35. "Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari itu) secara langsung"
فَجَعَلْنٰهُنَّ اَبْكَارًاۙ
Faja'alnāhunna abkārā(n)
36. "Lalu Kami jadikan mereka perawan-perawan"
عُرُبًا اَتْرَابًاۙ
'Uruban atrābā(n)
37. "Yang penuh cinta (lagi) sebaya umurnya"
لِّاَصْحٰبِ الْيَمِيْنِۗࣖ
Li'aṣḥābil-yamīn(i)
38. "(Diperuntukkan) bagi golongan kanan"
ثُلَّةٌ مِّنَ الْاَوَّلِيْنَۙ
Ṡullatum minal-awwalīn(a)
39. "(Yaitu) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu"
وَثُلَّةٌ مِّنَ الْاٰخِرِيْنَۗ
Wa ṡullatum minal-ākhirīn(a)
40. "Dan segolongan besar (pula) dari orang-orang yang kemudian"
وَاَصْحٰبُ الشِّمَالِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الشِّمَالِۗ
Wa aṣḥābusy-syimāl(i), mā aṣḥābusy-syimāl(i)
41. "Golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu"
فِيْ سَمُوْمٍ وَّحَمِيْمٍۙ
Fī samūmiw wa ḥamīm(in)
42. "(Mereka berada) dalam siksaan angin yang sangat panas, air yang mendidih"
وَّظِلٍّ مِّنْ يَّحْمُوْمٍۙ
Wa ẓillim miy yaḥmūm(in)
43. "Dan naungan asap hitam"
لَّا بَارِدٍ وَّلَا كَرِيْمٍ
Lā bāridiw wa lā karīm(in)
44. "Yang tidak sejuk dan tidak menyenangkan"
اِنَّهُمْ كَانُوْا قَبْلَ ذٰلِكَ مُتْرَفِيْنَۚ
Innahum kānū qabla żālika mutrafīn(a)
45. "Sesungguhnya mereka sebelum itu hidup bermewah-mewah"
وَكَانُوْا يُصِرُّوْنَ عَلَى الْحِنْثِ الْعَظِيْمِۚ
Wa kānū yuṣirrūna 'alal-ḥinṡil-'aẓīm(i)
46. "Mereka terus-menerus mengerjakan dosa yang besar"
وَكَانُوْا يَقُوْلُوْنَ ەۙ اَىِٕذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَّعِظَامًا ءَاِنَّا لَمَبْعُوْثُوْنَۙ
Wa kānū yaqūlūn(a), a'iżā mitnā wa kunnā turābaw wa 'iẓāman a'innā lamab'ūṡūn(a)
47. "Mereka berkata, "Apabila kami telahmati menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan (kembali)?"
اَوَاٰبَاۤؤُنَا الْاَوَّلُوْنَ
Awa'ābā'unal-awwalūn(a)
48. "Apakah nenek moyang kami yang terdahulu (akan dibangkitkan pula)?"
قُلْ اِنَّ الْاَوَّلِيْنَ وَالْاٰخِرِيْنَۙ
Qul innal-awwalīna wal-ākhirīn(a)
49. "Katakanlah (Nabi Muhammad), "Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan yang kemudian"
لَمَجْمُوْعُوْنَۙ اِلٰى مِيْقَاتِ يَوْمٍ مَّعْلُوْمٍ
Lamajmū'ūn(a), ilā mīqāti yaumim ma'lūm(in)
50. "Benar-benar akan dikumpulkan pada waktu tertentu, yaitu hari yang sudah diketahui"
ثُمَّ اِنَّكُمْ اَيُّهَا الضَّاۤ لُّوْنَ الْمُكَذِّبُوْنَۙ
Ṡumma innakum ayyuhaḍ-ḍāllūnal-mukażżibūn(a)
51. "Kemudian, sesungguhnya kamu, wahai orang-orang sesat lagi pendusta"
لَاٰكِلُوْنَ مِنْ شَجَرٍ مِّنْ زَقُّوْمٍۙ
La'ākilūna min syajarim min zaqqūm(in)
52. "Pasti akan memakan pohon zaqum"
فَمَالِـُٔوْنَ مِنْهَا الْبُطُوْنَۚ
Fa māli'ūna minhal-buṭūn(a)
53. "Lalu, kamu akan memenuhi perut-perutmu dengannya"
فَشٰرِبُوْنَ عَلَيْهِ مِنَ الْحَمِيْمِۚ
Fasyāribūna 'alaihi minal-ḥamīm(i)
54. "Setelah itu, untuk penawarnya (zaqum) kamu akan meminum air yang sangat panas"
فَشٰرِبُوْنَ شُرْبَ الْهِيْمِۗ
Fa syāribūna syurbal-hīm(i)
55. "Maka, kamu minum bagaikan unta yang sangat haus"
هٰذَا نُزُلُهُمْ يَوْمَ الدِّيْنِۗ
Hāżā nuzuluhum yaumad-dīn(i)
56. "Inilah hidangan (untuk) mereka pada hari Pembalasan."
نَحْنُ خَلَقْنٰكُمْ فَلَوْلَا تُصَدِّقُوْنَ
Naḥnu khalaqnākum falau lā tuṣaddiqūn(a)
57. "Kami telah menciptakanmu. Mengapa kamu tidak membenarkan (hari Kebangkitan)?"
اَفَرَءَيْتُمْ مَّا تُمْنُوْنَۗ
Afa ra'aitum mā tumnūn(a)
58. "Apakah kamu memperhatikan apa yang kamu pancarkan (sperma)?"
ءَاَنْتُمْ تَخْلُقُوْنَهٗٓ اَمْ نَحْنُ الْخٰلِقُوْنَ
A'antum takhluqūnahū am naḥnul-khāliqūn(a)
59. "Apakah kamu yang menciptakannya atau Kami Penciptanya?"
نَحْنُ قَدَّرْنَا بَيْنَكُمُ الْمَوْتَ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوْقِيْنَۙ
Naḥnu qaddarnā bainakumul-mauta wa mā naḥnu bimasbūqīn(a)
60. "Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami tidak lemah"
عَلٰٓى اَنْ نُّبَدِّلَ اَمْثَالَكُمْ وَنُنْشِئَكُمْ فِيْ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ
'Alā an nubaddila amṡālakum wa nunsyi'akum fī mā lā ta'lamūn(a)
61. "Untuk mengubah bentukmu (di hari Kiamat) dan menciptakanmu kelak dalam keadaan yang tidak kamu ketahui"
وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ النَّشْاَةَ الْاُوْلٰى فَلَوْلَا تَذَكَّرُوْنَ
Wa laqad 'alimtumun-nasy'atal-ūlā falau lā tażakkarūn(a)
62. "Sungguh, kamu benar-benar telah mengetahui penciptaan yang pertama. Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?"
اَفَرَءَيْتُمْ مَّا تَحْرُثُوْنَۗ
Afara'aitum mā taḥruṡūn(a)
63. "Apakah kamu memperhatikan benih yang kamu tanam?"
ءَاَنْتُمْ تَزْرَعُوْنَهٗٓ اَمْ نَحْنُ الزّٰرِعُوْنَ
A'antum tazra'ūnahū am naḥnuz-zāri'ūn(a)
64. "Apakah kamu yang menumbuhkannya atau Kami yang menumbuhkan?"
لَوْ نَشَاۤءُ لَجَعَلْنٰهُ حُطَامًا فَظَلْتُمْ تَفَكَّهُوْنَۙ
65. Lau nasyā'u laja'alnāhu ḥuṭāman fa ẓaltum tafakkahūn(a)
"Seandainya Kami berkehendak, Kami benar-benar menjadikannya hancur sehingga kamu menjadi heran tercengang"
اِنَّا لَمُغْرَمُوْنَۙ
Innā lamugramūn(a)
66. "(Sambil berkata,) "Sesungguhnya kami benar-benar menderita kerugian"
بَلْ نَحْنُ مَحْرُوْمُوْنَ
Bal naḥnu maḥrūmūn(a)
67. "Bahkan, kami tidak mendapat hasil apa pun."
اَفَرَءَيْتُمُ الْمَاۤءَ الَّذِيْ تَشْرَبُوْنَۗ
Afa ra'aitumul-mā'al-lażī tasyrabūn(a)
68. "Apakah kamu memperhatikan air yang kamu minum?"
ءَاَنْتُمْ اَنْزَلْتُمُوْهُ مِنَ الْمُزْنِ اَمْ نَحْنُ الْمُنْزِلُوْنَ
A'antum anzaltumūhu minal-muzni am naḥnul-munzilūn(a)
69. "Apakah kamu yang menurunkannya dari awan atau Kami yang menurunkan?"
لَوْ نَشَاۤءُ جَعَلْنٰهُ اُجَاجًا فَلَوْلَا تَشْكُرُوْنَ
Lau nasyā'u ja'alnāhu ujājan falau lā tasykurūn(a)
70. "Seandainya Kami berkehendak, Kami menjadikannya asin. Mengapa kamu tidak bersyukur?"
اَفَرَءَيْتُمُ النَّارَ الَّتِيْ تُوْرُوْنَۗ
Afa ra'aitumun-nāral-latī tūrūn(a)
71. "Apakah kamu memperhatikan api yang kamu nyalakan?"
ءَاَنْتُمْ اَنْشَأْتُمْ شَجَرَتَهَآ اَمْ نَحْنُ الْمُنْشِـُٔوْنَ
A'antum ansya'tum syajaratahā am naḥnul-munsyi'ūn(a)
72. "Apakah kamu yang menumbuhkan kayunya atau Kami yang menumbuhkan?"
نَحْنُ جَعَلْنٰهَا تَذْكِرَةً وَّمَتَاعًا لِّلْمُقْوِيْنَۚ
Naḥnu ja'alnāhā tażkirataw wa matā'al lil-muqwīn(a)
73. "Kami menjadikannya (api itu) sebagai peringatan dan manfaat bagi para musafir"
فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيْمِࣖ
Fa sabbiḥ bismi rabbikal-'aẓīm(i)
74. "Maka, bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Agung"
فَلَآ اُقْسِمُ بِمَوٰقِعِ النُّجُوْمِ
Falā uqsimu bimawāqi'in-nujūm(i)
75. "Aku bersumpah demi tempat beredarnya bintang-bintang"
وَاِنَّهٗ لَقَسَمٌ لَّوْ تَعْلَمُوْنَ عَظِيْمٌۙ
Wa innahū laqasamul lau ta'lamūna 'aẓīm(un)
76. "Sesungguhnya itu benar-benar sumpah yang sangat besar seandainya kamu mengetahui"
اِنَّهٗ لَقُرْاٰنٌ كَرِيْمٌۙ
Innahū laqur'ānun karīm(un)
77. "Sesungguhnya ia benar-benar Al-Qur'an yang sangat mulia,"
فِيْ كِتٰبٍ مَّكْنُوْنٍۙ
Fī kitābim maknūn(in)
78. "Dalam Kitab yang terpelihara"
لَّا يَمَسُّهٗٓ اِلَّا الْمُطَهَّرُوْنَۙ
Lā yamassuhū illal-muṭahharūn(a)
79. "Tidak ada yang menyentuhnya, kecuali para hamba (Allah) yang disucikan"
تَنْزِيْلٌ مِّنْ رَّبِّ الْعٰلَمِيْنَ
Tanzīlum mir rabbil-'ālamīn(a)
80. "(Al-Qur'an) diturunkan dari Tuhan seluruh alam"
اَفَبِهٰذَا الْحَدِيْثِ اَنْتُمْ مُّدْهِنُوْنَ
Afa biḥāżal-ḥadīṡi antum mudhinūn(a)
81. "Apakah kamu menganggap remeh berita ini (Al-Qur'an)"
وَتَجْعَلُوْنَ رِزْقَكُمْ اَنَّكُمْ تُكَذِّبُوْنَ
Wa taj'alūna rizqakum annakum tukażżibūn(a)
82. "Dan kamu menjadikan rezeki yang kamu terima (dari Allah) justru untuk mendustakan (Al-Qur'an)?"
فَلَوْلَآ اِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُوْمَۙ
Falau lā iżā balagatil-ḥulqūm(a)
83. "Kalau begitu, mengapa (kamu) tidak (menahan nyawa) ketika telah sampai di kerongkongan"
وَاَنْتُمْ حِيْنَىِٕذٍ تَنْظُرُوْنَۙ
Wa antum ḥīna'iżin tanẓurūn(a)
84. "Padahal kamu ketika itu melihat (orang yang sedang sekarat)?"
وَنَحْنُ اَقْرَبُ اِلَيْهِ مِنْكُمْ وَلٰكِنْ لَّا تُبْصِرُوْنَ
Wa naḥnu aqrabu ilaihi minkum wa lākil lā tubṣirūn(a)
85. "Kami lebih dekat kepadanya (orang yang sedang sekarat) daripada kamu, tetapi kamu tidak melihat"
فَلَوْلَآ اِنْ كُنْتُمْ غَيْرَ مَدِيْنِيْنَۙ
Falau lā in kuntum gaira madīnīn(a)
86. "Maka, mengapa jika kamu tidak diberi balasan"
تَرْجِعُوْنَهَآ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
Tarji'ūnahā in kuntum ṣādiqīn(a)
87. "Kamu tidak mengembalikannya (nyawa itu) jika kamu orang-orang yang benar?"
فَاَمَّآ اِنْ كَانَ مِنَ الْمُقَرَّبِيْنَۙ
Fa ammā in kāna minal-muqarrabīn(a)
88. "Jika dia (orang yang mati) itu termasuk yang didekatkan (kepada Allah)"
فَرَوْحٌ وَّرَيْحَانٌ ەۙ وَّجَنَّتُ نَعِيْمٍ
Fa rauḥuw wa raiḥān(un), wa jannatu na'īm(in)
89. "Dia memperoleh ketenteraman, rezeki, dan surga (yang penuh) kenikmatan"
وَاَمَّآ اِنْ كَانَ مِنْ اَصْحٰبِ الْيَمِيْنِۙ
Wa ammā in kāna min aṣḥābil-yamīn(i)
90. "Jika dia (termasuk) golongan kanan"
فَسَلٰمٌ لَّكَ مِنْ اَصْحٰبِ الْيَمِيْنِۗ
Fa salāmul laka min aṣḥābil-yamīn(i)
91. "Salam bagimu" dari (sahabatmu,) golongan kanan"
وَاَمَّآ اِنْ كَانَ مِنَ الْمُكَذِّبِيْنَ الضَّاۤلِّيْنَۙ
Wa ammā in kāna minal-mukażżibīnaḍ-ḍāllīn(a)
92. "Jika dia termasuk golongan para pendusta lagi sesat"
فَنُزُلٌ مِّنْ حَمِيْمٍۙ
Fa nuzulum min ḥamīm(in)
93. "Jamuannya berupa air mendidih"
وَّتَصْلِيَةُ جَحِيْمٍ
Wa taṣliyatu jaḥīm(in)
94. "Dan dibakar oleh (neraka) Jahim"
اِنَّ هٰذَا لَهُوَ حَقُّ الْيَقِيْنِۚ
Inna hāżā lahuwa ḥaqqul-yaqīn(i)
95. "Sesungguhnya ini benar-benar merupakan hakulyakin"
فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيْمِࣖ
Fa sabbiḥ bismi rabbikal-'aẓīm(i)
96. "Maka, bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Agung"
Asbabun Nuzul dan Tafsir Surat Al-Waqiah
Asbabun nuzul dari surat Al-Waqiah menceritakan tentang hari kiamat. Selain itu, surat ini juga menceritakan tentang penciptaan manusia, api, dan semua jenis tumbuhan sebagai tanda kebesaran Allah SWT.
Surat Al-Waqiah diturunkan untuk memperingatkan manusia akan terjadinya hari akhir, lalu adanya Hari Kebangkitan dan Pembalasan. Barangsiapa yang tidak mempercayai akan peristiwa yang pasti terjadi ini, niscaya akan akan menjadi penghuni neraka dan mendapat ganjaran siksa.
Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar memberikan ulasan tentang tafsir Surat Al-Waqiah, bahwa surat ini membagi seluruh umat manusia pada hari kiamat menjadi tiga golongan besar:
Golongan Kanan
Yaitu orang-orang beriman yang menerima catatan amal dengan tangan kanannya. Mereka adalah hamba-hamba saleh yang menikmati ganjaran surga dengan segala kenikmatan alamiah yang tak pernah putus.
Golongan Kiri
Yaitu mereka yang durhaka, mengingkari hari kiamat, dan tenggelam dalam kemewahan yang menipu. Buya Hamka menggambarkan penyesalan golongan ini yang disiksa dengan angin yang sangat panas, air mendidih, serta naungan asap hitam yang pekat.
Golongan yang Paling Dahulu Beriman
Inilah kelompok paling istimewa yang kedudukannya paling dekat di sisi Allah (al-muqarrabūn). Mereka adalah pelopor kebajikan, para nabi, rasul, syuhada, serta orang-orang beriman yang bersegera menyambut seruan tauhid tanpa ragu.
Keutamaan Surat Al-Waqiah
Mengutip buku Rahasia Dahsyat Al-Fatihah, Ayat Kursi, dan Al-Waqiah untuk Kesuksesan Karier dan Bisnis karya Ustad Ramadhan, terdapat 5 keutamaan Surat Al-Waqiah:
Surat Mahabbah
Surat Al-Waqiah merupakan surat mahabbah yang maknanya adalah penunjukkan rasa cinta kepada Allah SWT. Imam Ja'far Ash-Shadiq mengatakan, "Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqiah pada malam Jumat, ia akan dicintai oleh Allah, dicintai oleh manusia, tidak melihat kesengsaraan, kefakiran, kebutuhan, dan penyakit dunia."
Bukti Merindukan Surga
Imam Ja'far Ash-Shadiq dalam Tsawabul A'mal berkata, "Barangsiapa yang merindukan surga dan sifatnya, maka bacalah surat Al-Waqiah; dan barangsiapa ingin melihat sifat neraka, maka bacalah surat As-Sajadah."
Wajah Bersinar
Imam Muhammad al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husain bin Ali bin Abu Thalid menjelaskan bahwa orang yang mengamalkan membaca Surat Al-Waqiah sebelum tidur, niscaya akan berjumpa dengan Allah SWT dalam keadaan wajah bersinar seperti purnama.
Cahaya Orang Beriman
Sebagaimana dijelaskan bahwa Surat Al-Waqiah tertulis adanya golongan kanan, yaitu orang-orang yang mempercayai adanya hari akhir dan pembalasannya. Orang dari golongan ini merupakan bagian daripada yang sering membaca dan mengamalkan surat Al-Waqiah sehingga cahaya keimanannya akan tetap terjaga.
Surat Warisan
Dari Abu Zhobiyah berkata ketika Abdullah bin Mas'ud menderita sakit dan dijenguk oleh Utsman bin Affan, ia mengatakan bahwa Surat Al-Waqiah diwariskan kepada putri-putrinya agar dijauhkan dari kemiskinan
