Hikmah Isra Miraj tidak dapat dilepaskan dari perjalanan luar biasa Nabi Muhammad SAW yang disebutkan dalam Al-Qur'an. Peristiwa ini menjadi tonggak penting dalam pembentukan fondasi iman umat Islam, khususnya terkait kewajiban ibadah dan hubungan manusia dengan Allah SWT.
Peristiwa Isra Miraj merupakan salah satu tanda kebesaran Allah SWT yang diperlihatkan kepada Nabi Muhammad SAW. Hal ini ditegaskan secara langsung dalam firman Allah SWT dalam surah Al-Isra' ayat 1:
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya: "Maha Suci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat."
Tafsir Kemenag menjelaskan bahwa Isra Miraj merupakan peristiwa nyata atas kuasa Allah SWT, sebagai bentuk pemuliaan kepada Nabi Muhammad SAW dan penyingkapan tanda-tanda kebesaran-Nya. Sehingga umat Islam dapat menarik berbagai hikmah yang relevan dengan kehidupan beragama dan sosial hingga saat ini.
Hikmah Isra Miraj bagi Umat Islam
Peristiwa Isra Miraj menyimpan banyak hikmah yang dapat dijadikan pedoman bagi umat Islam dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan buku Sejarah Kebudayaan Islam karya Yusak Burhanudin dan Ahmad Fida', beberapa hikmah tersebut antara lain:
1. Ujian Keimanan
Isra Miraj merupakan perjalanan luar biasa yang dialami hanya oleh Nabi Muhammad SAW, dari Makkah ke Masjidil Aqsa hanya dalam satu malam, sebuah hal yang mustahil secara logika manusia, apalagi pada masa tanpa pesawat terbang.
Peristiwa ini menunjukkan kebesaran dan kekuasaan Allah SWT. Bagi umat Islam yang beriman, Isra Miraj menjadi bukti nyata kebesaran Allah dan menguji keimanan setiap individu. Mereka yang benar-benar beriman akan semakin mantap dalam keyakinannya terhadap kekuasaan Allah SWT.
2. Memuliakan Nabi Muhammad SAW
Isra Miraj adalah karunia khusus bagi Nabi Muhammad SAW, yang tidak diberikan kepada nabi lainnya. Dalam peristiwa ini, beliau diperlihatkan akibat perbuatan manusia, baik yang menyalahi maupun yang menunaikan perintah Allah SWT.
Nabi Muhammad SAW juga dapat menyaksikan hal-hal gaib, melihat wajah Malaikat Jibril, serta diberi kesempatan menghadap langsung Allah SWT di Arsy. Semua ini menunjukkan kemuliaan Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah.
3. Penghibur Nabi Muhammad SAW
Isra Miraj terjadi ketika Nabi Muhammad SAW sedang menghadapi kesedihan mendalam karena ditinggal dua sosok yang sangat mendukungnya, yaitu Khadijah dan Abu Thalib. Malaikat Jibril diutus Allah SWT untuk menemani beliau dalam perjalanan Isra Miraj.
Kehadiran Jibril memberikan penghiburan dan semangat baru bagi Nabi Muhammad SAW, terutama ketika beliau diajak singgah di tempat-tempat bersejarah dan mendapat kesempatan menghadap Allah SWT.
4. Perintah Menjalankan Salat Lima Waktu
Dalam peristiwa Isra Miraj, Allah SWT menurunkan perintah salat wajib lima kali sehari kepada Nabi Muhammad SAW. Shalat menjadi kewajiban seluruh umat Islam dan termasuk ibadah yang paling istimewa, sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT serta menunjukkan kepatuhan dan pengabdian seorang muslim.
(kri/kri)












































Komentar Terbanyak
MUI Desak RI Keluar dari Board of Peace Buntut Serangan AS-Israel ke Iran
Pernyataan Soal Zakat Picu Polemik, Menag Sampaikan Klarifikasi
MUI Sebut Perjanjian Dagang RI-AS Bertentangan dengan UU, Ini Poin yang Dikritik