Apakah Sholat Taubat Harus Dilakukan di Malam Hari?

Apakah Sholat Taubat Harus Dilakukan di Malam Hari?

Daffa Ichyaul Majid Sarja - detikHikmah
Selasa, 06 Jan 2026 15:19 WIB
Apakah Sholat Taubat Harus Dilakukan di Malam Hari?
Ilustrasi salat taubat. Foto: Getty Images/iStockphoto/CreativaImages
Jakarta -

Sebagai manusia, tidak ada satupun di antara kita yang luput dari kesalahan dan dosa. Salah satu cara untuk kembali kepada Allah SWT adalah dengan sholat taubat.

Lantas, bagaimana dalilnya, kapan waktu terbaik untuk melaksanakannya, dan seperti apa bacaan doa yang mustajab? Simak panduan lengkap sholat taubat yang telah detikHikmah rangkum berikut ini.

Dalil Pelaksanaan Sholat Taubat

Dikutip dari buku Panduan Sholat Rasulullah 2 oleh Imam Abu Wafa, dalil pelaksanaan sholat taubat, seperti diriwayatkan oleh Abu Bakar as-Shiddiq RA, ia berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

مَا مِنْ عَبْدٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا، فَيُحْسِنُ الطُّهُورَ، ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ ؛ إِلَّا غَفَرَ اللَّهُ لَهُ

Artinya: "Tidaklah seorang hamba yang melakukan dosa, lalu ia bersuci dengan baik lalu ia berdiri untuk shalat dua rakaat, kemudian ia meminta ampunan kepada Allah melainkan Allah akan mengampuninya". (HR Abu Dawud, Tirmidzi, Ahmad, dan Ibnu Majah)

ADVERTISEMENT

Setelah Abu Bakar RA membacakan hadits di atas, Rasulullah membacakan Al-Qur'an surah Ali Imran ayat 135 sebagai berikut:

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ ، وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ

Artinya: "Dan orang-orang yang berbuat kekejian atau menzalimi diri sendiri, mereka (segera) mengingat Allah, lalu mereka meminta ampunan untuk dosa-dosanya dan tidak ada yang mengampuni dosa melainkan Allah, dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu sedang mereka mengetahui".

Waktu Pelaksanaan Sholat Taubat

Masih dikutip dari buku Panduan Sholat Rosulullah 2, tidak terdapat waktu khusus dalam melaksanakan sholat taubat. Sholat taubat dapat dilakukan di pagi hari, siang hari, atau malam hari. Waktu pelaksanaannya saat seseorang melakukan perbuatan maksiat, maka bersegeralah melaksanakan dua rakaat.

Hal ini diungkapkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullahu Ta'ala, beliau berkata:

وكذلك صلاة التوبة فإذا أذنب فالتوبة واجبة على الفور وهو مندوب إلى أن يصلي ركعتين ثم يتوب كما في حديث أبي بكر الصديق

Artinya: "Demikianlah shalat taubat itu dilakukan ketika seseorang melakukan kesalahan, maka taubat itu wajib disegerakan dan ia dianjurkan melakukan shalat dua rakaat kemudian ia bertaubat sebagaimana hadits Abu Bakar as-Shiddiq." (Kitab Majmu' Fatawa Ibnu Taimiyyah 23/512, cetakan Darul Wafa)

Tata Cara Sholat Taubat

Dinukil dari buku Tuntunan Lengkap Shalat untuk Wanita oleh Raras Huraerah, berikut tata cara dalam melaksanakan sholat taubat:

1. Dalam melaksanakan sholat taubat, sama halnya dengan melaksanakan sholat fardhu, baik dari bacaan maupun gerakannya.

2. Dalam melaksanakan suatu ibadah, umat Islam dianjurkan untuk membaca niat terlebih dahulu. Berikut bacaan niat sholat taubat:

أصَلَّى سُنَةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatat-taubati rak'ataini lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Saya niat shalat sunnah taubat dua raka'at karena Allah Ta'ala."

3. Dilakukan secara perorangan atau sendiri (munfarid)

4. Dikerjakan paling sedikit dua rakaat dan paling banyak enam rakaat. Setiap dua rakaat satu salam.

5. Setelah selesai melaksanakan sholat, umat Islam dianjurkan untuk membaca doa sholat taubat.

Bacaan Doa Sholat Taubat

Dikutip dalam buku Panduan Muslim Sehari-Hari oleh Hamdan Rasyid dan Saiful Hadi El-Sutha, berikut bacaan lengkap doa sholat taubat:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ تَوْبَةَ عَبْدٍ ظَالِم لا يَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًّا وَلاَ نَفْعًا وَلاَ مَوْتًا وَلَا حَيَاةً وَلَا نُشُورًا

Astaghfirullaahal Azhiimal-ladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaihi taubata 'abdin zhaalimin laa yamliku li nafsihi dharran wa laa naf'an wa laa mautan wa laa hayaatan wa laa nusyuuran.

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada Tuhan kecuali Dia yang Maha Hidup lagi Maha Tegak, aku bertaubat (kembali) kepada-Nya selaku taubatnya seorang hamba yang telah berbuat kezaliman, yang tiada lagi mempunyai untuk dirinya sendiri mudharat atau pun manfaat, mati, hidup ataupun kebangkitan dari kematian nanti."

Setelah membaca doa di atas, umat Islam dapat melanjutkan dengan membaca doa sebagai berikut:

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي، لاَ إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى صِدْقِكِ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ. أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ.

Allaahumma anta Rabbii, laa ilaaha illaa anta. Khalaqtanii wa anaa 'ab-duka wa ana 'alaa shidqika wa wa'dika mastatha'tu. A'uudzu bika min syarri maa shana'tu abuu'u laka bi ni'matika 'alayya wa abuu'u bi dzanbii faghfir lii fa innahu laa yaghfirudz-dzunuuba illaa anta.

Artinya: Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tiada Tuhan kecuali Engkau. Engkau telah menciptakan aku, dan aku adalah hamba-Mu. Dan aku akan senantiasa berada dalam ketentuan (kebenaran)-Mu dan janji-Mu semampu yang aku lakukan. Aku berlindung kepada-Mu dari segala keburukan yang telah aku perbuat. Aku datang (bernaung) kepada-Mu dengan segala nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku. Aku datang kepada-Mu dengan segala dosa-dosaku, maka ampunilah aku, karena sesungguhnya tiada yang dapat mengampuni dosa-dosa (hamba) kecuali Engkau.




(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads