Bolehkah Wanita Haid Membaca Doa Akhir Tahun?

Bolehkah Wanita Haid Membaca Doa Akhir Tahun?

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Rabu, 31 Des 2025 17:45 WIB
Bolehkah Wanita Haid Membaca Doa Akhir Tahun?
Ilustrasi muslimah berdoa (Foto: Getty Images/Riza Azhari)
Jakarta -

Doa akhir tahun biasa dibaca muslim jelang pergantian tahun. Doa ini dimaksudkan memohon kepada Allah SWT agar tahun selanjutnya diberi keberkahan dan rahmat dari-Nya.

Dalam Islam, perintah berdoa disebutkan dalam surah Gafir ayat 60. Allah SWT berfirman,

ŲˆŲŽŲ‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŲƒŲŲ…Ų ŲąØ¯Ų’ØšŲŲˆŲ†ŲŲ‰Ų“ ØŖŲŽØŗŲ’ØĒŲŽØŦŲØ¨Ų’ Ų„ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ۚ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ ŲąŲ„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ†ŲŽ ŲŠŲŽØŗŲ’ØĒŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲØąŲŲˆŲ†ŲŽ ØšŲŽŲ†Ų’ ØšŲØ¨ŲŽØ§Ø¯ŲŽØĒؐ؉ ØŗŲŽŲŠŲŽØ¯Ų’ØŽŲŲ„ŲŲˆŲ†ŲŽ ØŦŲŽŲ‡ŲŽŲ†Ų‘ŲŽŲ…ŲŽ Ø¯ŲŽØ§ØŽŲØąŲŲŠŲ†ŲŽ

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: "Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina."

ADVERTISEMENT

Adapun terkait doa akhir tahun sebetulnya bukan termasuk sunnah Nabi SAW atau bacaan yang bersumber dari beliau. Walau demikian, muslim tidak dilarang membacanya.

Lantas, bolehkah wanita haid membaca doa akhir tahun?

Hukum Wanita Haid Membaca Doa Akhir Tahun

Wanita haid dilarang melakukan sejumlah ibadah yaitu sholat, puasa dan thawaf. Menurut buku Mencari Pahala di Saat Haid karya Ratu Aprilia Senja, berdoa tidak termasuk hal yang dilarang bagi wanita dalam keadaan haid.

Wanita haid boleh mengerjakan amalan lain seperti berdoa, berzikir, sedekah, dan membaca Al-Qur'an tanpa memegang mushafnya. Dengan begitu, wanita haid diperbolehkan membaca doa akhir tahun.

Doa Akhir Tahun: Arab, Latin dan Arti

1. Doa Akhir Tahun Masehi dan Hijriah

Habib Utsman bin Yahya dalam kitabnya Maslakul Akhyar menuliskan doa akhir tahun yang bisa diamalkan muslim. Berikut bacaannya yang dinukil dari NU Online,

Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ Ų…ŲŽØ§ ØšŲŽŲ…ŲŲ„Ų’ØĒŲ ؅ؐ؆ؒ ØšŲŽŲ…ŲŽŲ„Ų ؁ؐ؊ Ų‡Ų°Ø°ŲŲ‡Ų Ø§Ų„ØŗŲ‘ŲŽŲ†ŲŽØŠŲ Ų…ŲŽØ§ Ų†ŲŽŲ‡ŲŽŲŠŲ’ØĒŲŽŲ†ŲŲŠ ØšŲŽŲ†Ų’Ų‡Ų ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲ…Ų’ ØŖŲŽØĒŲØ¨Ų’ Ų…ŲŲ†Ų’Ų‡Ų ŲˆŲŽØ­ŲŽŲ„ŲŲ…Ų’ØĒŲŽ ŲŲŲŠŲ’Ų‡Ø§ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ‘ŲŽ Ø¨ŲŲŲŽØļŲ’Ų„ŲŲƒŲŽ Ø¨ŲŽØšŲ’Ø¯ŲŽ Ų‚ŲØ¯Ų’ØąŲŽØĒŲŲƒŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØšŲŲ‚ŲŲˆŲ’Ø¨ŲŽØĒŲŲŠŲ’ ŲˆŲŽØ¯ŲŽØšŲŽŲˆŲ’ØĒŲŽŲ†ŲŲŠŲ’ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„ØĒŲ‘ŲŽŲˆŲ’Ø¨ŲŽØŠŲ ؅ؐ؆ؒ Ø¨ŲŽØšŲ’Ø¯Ų ØŦŲŽØąŲŽØ§ØĄŲŽØĒŲŲŠŲ’ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ų…ŲŽØšŲ’ØĩŲŲŠŲŽØĒŲŲƒŲŽ ŲŲŽØĨŲŲ†Ų‘ŲŲŠ Ø§ØŗŲ’ØĒŲŽØēŲ’ŲŲŽØąŲ’ØĒŲŲƒŲŽ ŲŲŽØ§ØēŲ’ŲŲØąŲ’Ų„ŲŲŠŲ’ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ ØšŲŽŲ…ŲŲ„Ų’ØĒŲ ŲŲŲŠŲ’Ų‡ŲŽØ§ Ų…ŲŲ…Ų‘ŲŽØ§ ØĒŲŽØąŲ’ØļŲŽŲ‰ ŲˆŲŽŲˆŲŽØšŲŽØ¯Ų’ØĒŲ‘ŲŽŲ†ŲŲŠ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų Ø§Ų„ØĢŲ‘ŲŽŲˆŲŽØ§Ø¨ŲŽ ŲŲŽØŖŲŽØŗŲ’ØĻŲŽŲ„ŲŲƒŲŽ ØŖŲŽŲ†Ų’ ØĒŲŽØĒŲŽŲ‚ŲŽØ¨Ų‘ŲŽŲ„ŲŽ Ų…ŲŲ†Ų‘ŲŲŠŲ’ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ØĒŲŽŲ‚Ų’ØˇŲŽØšŲ’ ØąŲŽØŦŲŽØ§ØĻŲŲŠŲ’ Ų…ŲŲ†Ų’ŲƒŲŽ ŲŠŲŽØ§ ŲƒŲŽØąŲŲŠŲ’Ų…Ų

AllÃĸhumma mÃĸ 'amiltu min 'amalin fÃŽ hÃĸdzihis sanati mÃĸ nahaitanÃŽ 'anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fÃŽhÃĸ 'alayya bi fadhlika ba'da qudratika 'alÃĸ 'uqÃģbatÃŽ, wa da'autanÃŽ ilat taubati min ba'di jarÃĸ'atÃŽ 'alÃĸ ma'shiyatik. Fa innÃŽ astaghfiruka, faghfirlÃŽ wa mÃĸ 'amiltu fÃŽhÃĸ mimmÃĸ tardhÃĸ, wa wa'attanÃŽ 'alaihits tsawÃĸba, fa'as'aluka an tataqabbala minnÃŽ wa lÃĸ taqtha' rajÃĸ'ÃŽ minka yÃĸ karÃŽm.

Artinya: "Ya Allah, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu, sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat, sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatan-ku yang Kau ridhoi di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah kau membuat putus asa. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah."

2. Doa Akhir Tahun Hijriah

Dijelaskan dalam buku Doa Harian Pengetuk Pintu Langit oleh H Hamdan Hamedan, terdapat doa akhir tahun versi kedua. bacaan ini bersumber dari kitab Kanzun Najah was Surur karya Syeh Abdul Hamid bin Muhammad Ali Kudus bin Abdil Qadir.

Ø¨ŲØŗŲ’Ų…Ų Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų Ø§Ų„ØąŲŽŲ‘Ø­Ų’Ų…Ų°Ų†Ų Ø§Ų„ØąŲŽŲ‘Ø­ŲŲŠŲ’Ų…Ų. ŲˆŲŽØĩŲŽŲ„ŲŽŲ‘Ų‰ Ø§Ų„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡Ų ØĒŲŽØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ‰ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…ŲŽŲ‘Ø¯Ų ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Øĸ؄ؐ؇ؐ ŲˆŲŽØĩŲŽØ­Ų’Ø¨ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„ŲŽŲ‘Ų…ŲŽ Ø§Ų„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ Ų…ŲŽØ§ ØšŲŽŲ…ŲŲ„Ų’ØĒŲ ؅ؐ؆ؒ ØšŲŽŲ…ŲŽŲ„Ų ؁ؐ؊ Ø§Ų„ØŗŲŽŲ‘Ų†ŲŽØŠŲ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽØ§ØļŲŲŠŲŽØŠŲ Ų…ŲŲ…ŲŽŲ‘Ø§ Ų†ŲŽŲ‡ŲŽŲŠŲ’ØĒŲŽŲ†ŲŲŠ ØšŲŽŲ†Ų’Ų‡Ų ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲ…Ų’ ØŖŲŽØĒŲØ¨Ų’ Ų…ŲŲ†Ų’Ų‡Ų ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲ…Ų’ ØĒŲŽØąŲ’ØļŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽŲ†ŲŽØŗŲŲŠŲ’ØĒŲŲ‡Ų ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲ…Ų’ ØĒŲŽŲ†Ų’ØŗŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽØ­ŲŽŲ„ŲŲ…Ų’ØĒŲŽ ØšŲŽŲŠŲ’ Ų…ŲŽØšŲŽ Ø§Ų„ØĒŲŽŲ‘ŲˆŲ’Ø¨ŲŽØŠŲ Ø¨ŲŽØšŲ’Ø¯ŲŽ ØŦŲŽØąŲŽØ§ØĄŲŽØĒŲŲŠŲ’ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ ØĨŲŲ†ŲŲ‘ŲŠ ØŖŲŽØŗŲ’ØĒŲŽØēŲ’ŲŲØąŲŲƒŲŽ Ų…ŲŲ†Ų’Ų‡Ų ŲŲŽØ§ØēŲ’ŲŲØąŲ’ Ų„ŲŲŠ Ø§Ų„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ ØšŲŽŲ…ŲŲ„Ų’ØĒŲ ؅ؐ؆ؒ ØšŲŽŲ…ŲŽŲ„Ų ØĒŲŽØąŲ’ØļŲŽØ§Ų‡Ų ŲˆŲŽŲˆŲŽØšŲŽØ¯Ų’ØĒŲŽŲ†ŲŲŠ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų Ø§Ų„ØĢŲŽŲ‘ŲˆŲŽØ§Ø¨ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ØēŲŲŲ’ØąŲŽØ§Ų†ŲŽ ØĒŲŽŲ‚Ų’ØˇŲŽØšŲ’ ØąŲŽØŦŲŽØ§ŲŠŲ’ Ų…ŲŲ†Ų’ŲƒŲŽ ŲŠŲŽØ§ ŲƒŲŽØąŲŲŠŲ…Ų ŲŠŲŽØ§ ØŖŲŽØąŲ’Ø­ŲŽŲ…ŲŽ Ø§Ų„ØąŲŽŲ‘Ø§Ø­ŲŲ…ŲŲŠŲ†ŲŽ. ŲˆŲŽØĩŲŽŲ„ŲŽŲ‘Ų‰ Ø§Ų„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡Ų ØĒŲŽØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ‰ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲŽØšŲŽ Ų‚ŲŽØ¯Ų’ØąŲŽØĒŲŲƒŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØšŲŲ‚ŲŲˆØ¨ŲŽØĒؐ؊ ŲˆØ¯ØšŲˆŲ†ŲŠ Ø§Ų„Ų„Ų‡ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…ŲŽŲ‘Ø¯Ų ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Øĸ؄ؐ؇ؐ ŲˆŲŽØĩŲŽØ­Ų’Ø¨ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„ŲŽŲ‘Ų…ŲŽ.

Bismillaahir-rahmaanir-rahiim. Wa shallallaahu ta'ala 'alaa sayyidinaa Muhammadin wa 'alaa aalihi washahbihi wasallam. Allahumma maa 'alimtu min 'amalin fis-sanatil maadhiyati mimma nahaitanii `anhu wa lam atub minhu wa lam tardhahu wa nasiituhu wa lam tansahu wahalumta 'annii ma'a qudratika 'alaa 'uquubatii wada'autanii ilat-taubati ba'da jaraa'atii 'alaika. Allahumma innii astaghfiruka minhu faaghfirlii. Allahumma wa maa `amiltu min `amalin tardhaahu wa wa'adtanii `alaihits-tsawaaba wal ghufraana fataqabbalhu minnii wa laa taqtha` rajaa-ii minka yaa kariimu yaa arhamar rahimiin. Wa shallallaahu ta`aala `alaa sayyidinaa Muhammadin wa 'alaa aalihi wa shahbihii wa sallam.

Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Semoga Allah Ta'ala melimpahkan shalawat dan keselamatan kepada Sayyidina Muhammad, keluarga dan para sahabatnya. Ya Allah, amal yang telah aku lakukan pada tahun lalu dari sekian amal yang Engkau cegah diriku darinya, yang aku belum tobat darinya dan Engkau pun tidak meridainya, yang telah aku lupakan namun tidak Engkau lupakan, Engkau telah berbuat bijak kepadaku meskipun sebenarnya mampu untuk menghukumku, Engkau menyeru kepadaku untuk bertobat setelah kenekatanku (bermaksiat) kepada-Mu. Ya Allah sungguh aku memohon ampunan kepada-Mu dari amal itu, maka ampunilah diriku. YaAllah dan amal yang telah aku lakukan yang Engkau ridai dan Engkau janjikan pahala dan ampunan atasnya, maka terimalah amal itu dariku, dan jangan Engkau putus harapanku kepada-Mu, wahai Zat yang Maha Mulia, wahai Zat yang Maha Pengasih dari para kekasih. Semoga Allah Ta'ala melimpahkan shalawat dan keselamatan kepada Sayyidina Muhammad, keluarga dan para sahabatnya."

Amalan Akhir Tahun bagi Wanita Haid

1. Muhasabah Diri

Menurut buku Aspirasi Dunia Maya oleh Salahuddin Rauf Rakasia, muhasabah diri bisa dilakukan oleh muslim termasuk wanita haid. Sebab, muhasabah diri bukan termasuk sholat, puasa atau pun tawaf.

Cara muhasabah bisa dengan mengintrospeksi diri dan membuat proyeksi ke depan agar di tahun mendatang jadi lebih baik lagi.

2. Perbanyak Istighfar

Istighfar termasuk amalan yang bisa dikerjakan oleh wanita haid. Dijelaskan dalam buku Ibadah Penuh ketika Haid dan Nifas oleh Himatu Mardiah Rosana, istighfar bukan termasuk ibadah mahdhah yang mensyaratkan kesucian dalam melakukannya karena itu wanita haid boleh beristighfar.

Dikutip dari Buku Pintar Doa dan Zikir Rasulullah oleh Abdullah Zaedan terdapat istighfar yang selalu dibaca Nabi Muhammad SAW,

ØŖŲŽØŗŲ’ØĒŲŽØēŲ’ŲŲØąŲ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽØŖŲŽØĒŲŲˆŲ’Ø¨Ų ØĨŲŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų

Astaghfirullāha wa atÅĢbu ilaih.

Artinya: "Aku memohon ampunan dosa kepada Allah dan bertobat kepada-Nya." (HR An-Nasai)

3. Berkumpul dengan Keluarga

Berkumpul dengan keluarga termasuk silaturahmi. Brilly El Rasheed melalui bukunya Jangan Baca Buku Ini Jika Belum Siap Masuk Surga menjelaskan malam tahun baru bisa dimanfaatkan sebagai momen berkumpul dengan keluarga untuk menjaga tali silaturahmi.




(aeb/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads